I'M A Girl

I'M A Girl
Shiroi Tenshi


__ADS_3

Sebuah pohon besar terus mengeluarkan cahaya dari celah retakan yang dibuat Isshira yang berwujud lelaki. Tak ada yang tau apa yang ada didalam sana. Sedangkan hutan itu tak ada yang berani melewatinya, karena ada sebuah misteri menakutkan dihutan itu. Tapi Isshira tak pernah mempedulikan hal itu, menurutnya itu sudah tak harusnya diungkit lagi. Jika memang hal 'menakutkan' itu ada, harusnya tiap kali ia lewat ia akan diganggu bahkan bisa jadi ia tidak akan keluar hidup-hidup. Tapi kenyataannya Isshira sudah berkali-kali melewati tengah hutan itu dan tak terjadi apapun.


Hal 'menakutkan' itu memang menjadi misteri yang luar biasa dan tak ada yang berani mencari tau kebenarannya. Isshira tak peduli karena ia merasa hutan itu tak ada apa-apa.


Hanya hutan biasa...


🌹


Sesampainya dipinggir jalan besar, Isshira berwujud lelaki itu terdiam. Melihat sekelilingnya. Ia tak tau harus kemana.


Sesaat kemudian ia memutuskan untuk mencari tempat duduk untuk memikirkan bagaimana baiknya.


Setelah mendapatkan sebuah kursi panjang disebuah taman kecil didekat panti asuhan, ia duduk disana.


Dengan bola mata biru yang terlihat begitu serius memikirkan sesuatu, rambut abu-abu panjangnya yang lurus ia gerai, ditambah poni nya yang menambah kesan yang keren, dan kulit putih bersihnya yang membuatnya terlihat seperti seorang pangeran.


Baju bela dirinya yang tak ia pasang sempurna pun menambah kharisma lelakinya bertambah. Dengan tinggi yang sempurna dan bentuk badan yang sangat athletis, jika ia memasuki sekolah SMA Shan, dalam sekejap ia akan menjadi idola.


"Ahhh sekarang nama dulu..." ucapnya pada diri sendiri.


Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya ia menemukan nama yang ia sukai untuk wujud lelakinya.


"Shiroi Tenshi artinya malaikat putih dan warna putih melambangkan kesucian... Okee... Lalu tempat tinggal..." Tenshi alias Isshira kembali terdiam.


Setelah setengah jam berpikir, akhirnya ia teringat bahwa SMA Shan memiliki asrama khusus untuk para murid lelaki yang ingin mendapatkan pelatihan ekstra menjadi tentara & polisi.


Akhirnya ia memutuskan untuk mendaftar kedalam asrama tersebut. Lagi pula, dengan postur tubuhnya yang seperti sekarang, tentu sempurna untuk menjadi tentara atau polisi. Sayangnya Tenshi alias Isshira mendaftar hanya untuk tinggal sementara saja. Tapi tak mungkin ia akan mengatakan seperi itu.


Tapi jika tiba-tiba ia kembali menjadi perempuan, itu akan menggemparkan seluruh asrama. Tapi Isshira percaya tak akan secepat itu ia kembali ke wujud perempuannya yang cantik.


"Oke asrama sudah diputuskan... Tinggal pekerjaan... Aku tidak membawa uang sedikitpun..." keluh nya sambil mulai berjalan menuju asrama. Sesekali ia menengok ke supermarket yang ia lewati berharap akan ada tulisan 'dibutuhkan pekerja paruh waktu'.


Setelah tinggal satu blok lagi sampai di asrama, ada sebuah rumah mewah yang meletakkan sebuah papan bertuliskan 'dibutuhkan sopir pribadi' didepan gerbangnya.


Tanpa pikir panjang, Tenshi alias Isshira membunyikan bel yang ada dibesi gerbang. Sesaat kemudian, gerbang tersebut terbuka sendiri. Tenshi tidak terkejut sama sekali karena ia juga memiliki gerbang yang seperti itu dirumahnya, bahkan lebih canggih lagi.

__ADS_1


Dengan tenang, Tenshi pun melangkah maju memasuki halaman rumah tersebut tanpa sungkan sedikitpun. Aura 'pewaris muda' yang ada pada Isshira sebelumnya sangat melekat.


Ketika ia sampai didepan pintu rumah itu, Isshira menekan sebuah tombol. Yang tak lain adalah bel. Setelah bel berbunyi, Tenshi mengambil satu langkah kebelakang agar setengah badannya bisa terlihat pada kamera agar orang yang didalam bisa melihatnya dengan jelas.


Tak lama setelah itu, pintu terbuka. Terlihat seorang perempuan paruh baya yang masih bugar.


"Apa yang membawamu kemari anak muda?" tanya perempuan paruh baya itu.


"Apakah anda pemilik rumah ini?" Tenshi balik bertanya.


"Bukan, saya adalah pengurus rumah disini... Sekali lagi saya bertanya, apa yang membawamu kemari?" tanya perempuan paruh baya yang mengaku pengurus rumah tangga itu.


"Saya kemari untuk mencari pekerjaan, bukankah papan didepan bertuliskan sedang membutuhkan sopir..." jawab Tenshi dengan tenang.


"Apa yang membuatmu bekerja di usia yang sangat muda begini?"


"Ekhem... Bisakah saya bertemu langsung dengan tuan atau nyonya pemilik rumah ini?" Tenshi sudah tak menyukai topic percakapan yang seperti itu.


"Baiklah... Silahkan masuk, tunggu saja disana..." ucap pengurus rumah tersebut sambil berlalu memanggil nyonya pemilik rumah mewah tersebut.


Beberapa menit kemudian, seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat elegan dengan pakaian mewahnya sedang berjalan mendekatinya. Tak ada senyum sedikitpun.


"Saya ingin mencari pekerjaan disini, bukankah keluarga anda sedang mencari sopir pribadi?" ucap Tenshi tanpa ragu.


"Tapi kau masih muda, SIM juga pasti belum punya. Pekerjaan keluarga kami berat nak, lebih baik kau cari pekerjaan ditempat lain saja."


"Seberat apa, saya akan berusaha. Tolong beri saya pekerjaan, saya hanya orang rendahan yang tidak memiliki apapun. Saya sangat butuh pekerjaan untuk makan dan sekolah saya." jika bukan karena terdesak, tak mungkin Tenshi akan memohon dengan cara seperti itu.


"Jika kau masih sekolah, sepertinya pekerjaan menjadi sopir tidak akan cocok untukmu. Katakan apa yang kau bisa, aku akan mencoba mencarikan pekerjaaan yang cocok untukmu." walaupun terlihat sombong, ternyata nyonya pemilik rumah mewah itu baik juga.


"Aku...pandai beladiri..." jawab Tenshi sambil tersenyum kecut.


"Beladiri apa yang kau kuasai?"


"Emmmm aku tidak bisa mengatakan semuanya, karena ada beberapa beladiri yang tidak boleh dibocorkan."

__ADS_1


"Memangnya kau mengusai berapa banyak beladiri?" nyonya itu merasa Tenshi sedikit mengada-ngada.


"Ada 7, aku akan sebutkan 3 saja. Taekwondo, karate dan kendo."


"Baik, bersiaplah... Ikut aku..." ucap nyonya itu sambil berjalan menuju suatu tempat. Tenshi juga mengikutinya tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


Sesaat kemudian sampailah mereka di sebuah tempat. Ditempat itu ada sebuah ring tinju dan beberapa orang yang sedang sibuk berlatih dengan alat gym yang tersedia.


Kedatangan Nyonya itu membuat mereka menghentikan kegiatan latihan dan menghadap padanya.


"Kalian semua, kalian yang bisa menang melawan dia, aku akan memberikan gaji tambahan untuk kalian."


"Nyonya, tapi kami tidak melawan bocah ingusan seperti dia." ucap salah satu dari mereka.


"Aku tidak suka dibantah..." ucapan singkat Nyonya itu membuat mereka langsung bersiap menyerang Tenshi. Nyonya itu pun mundur & menonton dari tempat khusus yang sudah disiapkan.


Tenshi tertawa pelan...


Ia sudah sangat siap...


"Ayo majulah bocah... Kenapa tidak maju? Kau takut? Seharusnya memang begitu..." ledek mereka sambil tertawa. Nyonya itu pun ikut menertawakan Tenshi yang hanya diam menatap para bodyguard.


Entah apa yang Tenshi pikirkan...


"Anak muda, jika kau takut, kau boleh mundur sebelum ini dimulai. Bukankah aku sudah katakan perkerjaan dirumah ini tidak cocok untukmu..." ucap nyonya itu dengan nada sangat merendahkan.


"Tidak, ini sungguh menyenangkan..." sahut Tenshi sambil mengikat tali baju beladirinya dengan benar.


Tenshi sudah lebih dari siap...


"Ayo majulah anak muda. Kau takut?" ledek mereka lagi disusul dengan suara tawa yang memenuhi ruangan.


"Iya aku takut..." jawab Tenshi dengan santai.


"Kalau takut, mundurlah saja. Kami juga tidak selera bertarung dengan orang yang lembek sepertimu..." Lagi-lagi mereka tertawa.

__ADS_1


"Aku takut nanti kalian akan kehilangan nyawa karenaku..." ucap Tenshi sambil tersenyum sinis.


"Kurang ajar! Beraninya kau meremehkan kami bocah ingusan! Jangan salahkan kami jika kau yang kehilangan nyawamu!" ucap mereka sambil menyerbu bersamaan.


__ADS_2