I'M A Girl

I'M A Girl
Prince of Shiroi


__ADS_3

*Disebuah tempat, ada beberapa orang yang sedang meributkan sesuatu.


"Bagaimana kau bisa kehilangan kristal biru itu!" teriak seorang lelaki tua.


"Maaf ayah, aku sudah berusaha mencarinya, tapi tidak aku temukan." ucap seorang lelaki muda yang terlihat sangat gagah dengan baju khas pangeran kerajaan yang ia kenakan.


"Sedangkan tanda-tanda munculnya keturunan terakhir Klan Shiroi sudah ditemukan. Sebelum itu kita harus menemukan ketiga kristal itu! Jika tidak, Shiroi Kumo akan hancur." lelaki tua itu sudah mulai kehabisan tenaga.


"Izinkan aku untuk mencarinya lagi, ayah... Demi penguasa Shiroi Kumo yang akan datang..." ucap lelaki muda tersebut.


"Jangan biarkan Akai Tsuki mendapatkan 3 berlian itu! Dan jika kau sudah menemukan siapa keturunan terkahir Klan Shiroi, kau harus melindunginya. Bagaimana pun caranya, ia harus selamat sampai naik tahta dan memimpin Shiroi Kumo."


"Baik ayah... Aku mengerti..." ucap lelaki muda itu lalu pergi. Orang-orang yang sempat berkumpul pun mulai meninggalkan tempat*.


🌹


Hari yang baru bagi Tenshi sudah dimulai...


Keesokan paginya, Tenshi dan Mika bersiap untuk berangkat ke sekolah. Sarapan pagi pun mereka lakukan dengan tuan dan nyonya Aoi. Membuat suasana sedikit hening.


Seusai makan, tuan Aoi memanggil Tenshi untuk berbicara empat mata dengannya. Ayahnya yang sangat pemilih itu membuat Mika menggigit bibir.


Mika takut ayahnya akan mengusir Tenshi...


"Ibu... Aku takut ayah tidak cocok dengan Tenshi..." ucap Mika.


"Tenang saja, ayahmu pasti cocok dengan Tenshi... Aku menerima Tenshi karena ia terlihat cocok dengan ayahmu..." kata Nyonya Aoi dengan tenang.


Beberapa menit kemudian, Tenshi dan tuan Aoi keluar ruangan sambil tertawa keras. Sepertinya mereka telah membicarakan sesuatu yang lucu.


"Ayah, ibu, aku pamit berangkat sekolah..." ucap Tenshi sambil tersenyum memberi salam pada Tuan dan Nyonya Aoi.


Mika masih tercengang melihat Tenshi yang begitu mudah mengambil hati orang tuanya. Biasanya butuh beberapa bulan orang tuanya baru mau menerima orang asing masuk dalam keluarga Aoi.


"Mika sayang... Ayo berangkat... Jangan lupa beri salam ayah dan ibumu..." ucap Tenshi dengan lembut sambil menyentuh bahu Mika.


Sentuhan lembut Tenshi menyadarkan Mika dari lamunannya...


"Aah maaf Sayang... Aku sedikit melamun..." sahut Mika sambil tersenyum.


"Ayah, ibu aku berangkat ke sekolah dulu..." pamit Mika seraya memberikan salam lalu berangkat kesekolah bersama Tenshi.


🌹


Sesampainya mereka berdua disekolah...


Seperti biasa, para putra putri keluarga terpandang akan menjadi pusat perhatian...

__ADS_1


Ketika melihat Mika keluar dari mobilnya, banyak para lelaki yang memandangi Mika. Namun seketika semua mulai heboh saat melihat Tenshi keluar dari mobil yang sama dengan Mika.


"Tenshi-san, ayo kita ke ruang guru dulu..." ajak Mika sambil menggandeng tangan Tenshi.


Tenshi pun tersenyum sambil balas menggandeng tangan Mika dengan lembut...


Para murid perempuan mulai heboh dengan kehadiran Tenshi....


Tenshi yang tampan...


"Waaaah lelaki yang tadi pagi satu mobil dengan Mika sangat tampan! Oh dia seperti pangeran! Beruntung sekali Mika bisa mendapatkan lelaki setampan dia, dan sudah dipastikan dia pasti juga dari keluarga terpandang..." ucap salah seorang perempuan yang sedang bergosip dikelasnya.


Beberapa saat kemudian, Tenshi dan Mika memasuki kelas dengan seorang guru...


"Tenshi, silahkan perkenalkan dirimu dulu..." ucap guru tersebut.


Tenshi mengangguk sambil tersenyum...


Senyumnya berhasil membuat para murid perempuan dikelasnya meleleh...


Apabila mereka lilin, pasti sudah habis karena meleleh...


"Perkenalkan, namaku Tenshi..." ucap Tenshi sambil mengisyaratkan pada pak guru disampingnya bahwa hanya itu yang perlu ia katakan.


"Emmm mungkin ada yang ingin bertanya sesutu pada Tenshi?" tanya pak guru pada murid yang ada dikelasnya.


Lalu seorang lelaki mengangkat tangannya seraya menanyakan,


"Marga ku Shi, dari keluarga Shiroi..." jawab Tenshi dengan sangat tenang.


Kemudian seorang murid perempuan mengangkat tangannya...


"Keluarga seperti apa Shiroi itu? Apa keluarga kaya baru?"


"Shiroi hanyalah sebuah keluarga kerajaan..." jawab Tenshi. Ia hanya mengada-ngada. Lagi pula mereka tidak akan menemukan Keluarga Kerajaan Shiroi. Keluarga itu hanya ada dalam dongeng yang diceritakan oleh seorang wanita tua yang mengasuhnya saat ia masih kecil.


Mereka yang gila pada Tenshi pun menganggap itu adalah hal yang luar biasa. Jika Shiroi adalah keluarga kerajaan, maka Tenshi adalah seorang pangeran muda dari keluarga Shiroi. Lagi, mana ada keluarga kerajaan miskin dan Tenshi pun memang tampan yang terlihat berwibawa seperti seorang pangeran sesungguhnya.


Padahal sebenarnya, Tenshi hanya tidak tau harus bersikap bagaimana sebagai seorang lelaki...


"Sudah, pertanyaan ditutup... Silahkan duduk, Tenshi..." ucap pak guru, menutup pertanyaan yang tak harusnya dipertanyakan, karena ia takut jika menyinggung putra putri dari keluarga terpandang. Bisa-bisa ia kehilangan pekerjaan selamanya.


Tenshi pun duduk disamping Mika...


Lalu pelajaran pun dimulai...


🌹

__ADS_1


Semua pun mulai membicarakan Keluarga Shiroi yang tak pernah mereka dengar...


Tenshi tak mempedulikan mereka yang begitu ingin tau tentang cerita dongeng yang ia katakan. Toh memang itu hanya sebuah cerita yang kebetulan saja sama dengan marganya.


Ia mengatakan itu karena tak ingin membuat keluarga Aoi malu telah memilihnya sebagai penerus keluarganya. Padahal sebenarnya ia hanyalah seorang lelaki yang tak memiliki apa-apa. Bahkan ia tak tau dimana orang tua kandungnya dan siapa saudaranya.


Ia hanya sebatang kara yang tersesat jauh, entah dimana asalnya...


🌹


Sepulang sekolah, seseorang menawari Tenshi untuk memilih club ekstrakulikuler. Tenshi berpikir sejenak, tiba-tiba saja ia merasa rindu pada SMA Shan. Dimana tempatnya dulu menjadi seorang wanita yang sangat dipuja. Lalu keluarlah bayangan Gunji yang sedang tersenyum padanya.


"Aahhh sepertinya jiwa Isshira masih ada dalam hati lelaki ku ini..." ucap Tenshi dalam hatinya.


"Tenshi-san... Mengapa kau bengong begitu?" tanya Mika yang menyadari bahwa Tenshi sedang tersenyum sendiri sedari tadi.


"Ah tidak ada... Hanya teringat masa lalu yang lucu saja..." jawab Tenshi sambil tertawa kecil. Ingatan masa lalu sebagai Isshira terasa menggelitikinya...


Setelah beberapa menit memperhatikan club-club ekstrakulikuler yang ada, akhirnya Tenshi memutuskan untuk memasuki club kendo. Club yang berhasil membuatnya membuka identitas Isshira yang sebenarnya.


Ia ingin mengenang itu...


"Mika sayang, kau masuk Club apa?" tanya Tenshi pada Mika.


Asalkan kalian tau, mereka berdua yang hanya memilih club untuk Tenshi didepan kantor pun sudah mengundang banyak murid yang berdatangan untuk melihat Tenshi.


Yaaaa memang ia adalah Isshira yang selalu menjadi sorotan...


"Aku masuk club music... Aku sangat suka memainkan piano sambil bernyanyi..." jawab Mika sambil tersenyum seraya menggelayut manja dilengan Tenshi. Para murid perempuan yang melihat itu merasa sangat iri pada Mika bisa mendapatkan seorang Tenshi yang sangat tampan dan penyayang.


"Emmm club yang sangat cocok untuk mu sayang..." ucap Tenshi seraya mencium kening Mika di hadapan semua murid yang ada.


Membuat mereka semakin gila dengan sifat romantisnya Tenshi...


"Sayang, kapan kau akan mulai masuk club mu?" tanya Mika.


"Besok saja..." jawab Tenshi sambil tersenyum.


"Emm okey... Kalau begitu aku tinggal ke club dulu ya..." pamit Mika.


"Iya sayang... Hati-hati ya... Semangat latihannya..." ucap Tenshi seraya mencium pipi Mika. Benar-benar membuat orang iri dengan keromantisan mereka berdua.


"Iya makasih sayang... Aku akan menelponmu setelah selesai latihan..." ucap Mika dengan tersipu malu karena Tenshi menciumnya di depan umum. Itu artinya Tenshi benar-benar menganggap hubungan mereka.


"Bye sayang..." ucap Mika sambil berjalan menuju ruang club nya.


"Ya bye..." sahut Tenshi...

__ADS_1


Tenshi pun juga pergi menuju suatu tempat...


Suatu tempat yang begitu ingin ia kunjungi...


__ADS_2