
Serangan mereka berhasil dengan baik oleh Tenshi. Saat mereka lengah karena terkejut Tenshi bisa menghindari serangan merka semua tanpa tersentuh sedikitpun, Tenshi menyerang mereka dengan jurus rahasia yang diajarkan guru Yin. Terkena satu pukulan jurus itu sudah cukup membuat mereka tak bisa bangkit lagi.
Hanya dalam beberapa detik saja, mereka sudah tumbang dan tak sanggup menyerang lagi. Mereka semua mengeram menahan sakit.
Nyonya itu sangat terkejut dengan kemampuan Tenshi yang luar biasa.
"Anak muda... Jurus apa yang kau gunakan, kenapa hanya dengan sekali pukul mereka sudah tak bisa bangkit lagi?"
"Saya tidak bisa mengatakannya, Nyonya. Itu adalah jurus rahasia milik guru saya." jawab Tenshi seraya menyibakkan poninya ke belakang.
"Kalau begitu, siapa nama gurumu?"
"Saya juga dilarang mengatakannya..." jawab Tenshi dengan tenang.
"Baiklah... Tak kusangka kau lolos semudah ini. Aku akan memberikanmu sebuah pekerjaan penting. Sangat penting." ucap Nyonya itu sambil tersenyum licik.
"Untuk masalah gaji, kau tidak usah khawatir..." lanjut Nyonya.
"Baik Nyonya..."
"Oh ya... Panggil aku Nyonya Aoi..." kata Nyonya Aoi sambil berjalan kesuatu tempat. Tenshi pun mengikutinya.
"Pekerjaanmu sangat mudah..."
"Pekerjaan seperti apa, Nyonya Aoi?"
"Okey, tunggu sebentar aku panggilkan seseorang yang bersangkutan dengan pekerjaan mu... Mika sayang, mama ada hadiah untukmu..." panggil Nyonya Aoi.
"Iya maa... Aku turun..." sahut seorang perempuan.
Hanya dalam beberapa detik saja, perempuan itu sudah ada disamping Nyonya Aoi. Sepertinya perkataan 'hadiah' Nyonya Aoi membuatnya sangat bersemangat.
"Tenshi, perkenalkan ini putriku, namanya Aoi Mikadzuki. Mika adalah seorang pewaris resmi Grup Aoi, jadi dia membutuhkan seseorang untuk menjaganya. Jika ia dijaga dengan bodyguard yang begitu banyak, itu akan terlihat mencolok dan semakin mengundang perhatian orang lain untuk mengintai Mika sebagai sasaran melemahkan Grup Aoi. Jadi saya pikir kau sangat cocok." penjelasan Nyonya Aoi sangat dimengerti oleh Tenshi.
Setelah mendengar penjelasan Mamanya, Mika memperhatikan Tenshi dari atas hingga keujung kaki. Seketika Mika terpesona dengan ketampanan dan keindahan tubuh Tenshi.
Ditambah lagi rambut abu-abu panjang milik Tenshi menambah kharisma yang luar biasa.
"Ma... Dia tampan sekali..." bisik Mika ditelinga Mamanya.
"Kau suka dia, Mika?" tanya Nyonya Aoi sambil memelankan suaranya.
"Iya Ma!" jawab Mika dengan sangat senang.
"Ekhem... Nyonya Aoi, maaf... Jadi pekerjaan saya adalah sebagai bodyguard nona Mika?" tanya Tenshi berusaha memperjelas bagaimana pekerjaannya.
"Bukan..." jawab Nyonya Aoi.
"Bukannya Nyonya bilang pekerjaan saya adalah menjaga Nona Mika?" Tenshi semakin bingung bagaimana pekerjaannya.
"Iya memang menjaga... Tapi saya mau kau menjadi calon tuan muda grup Aoi..." ucapan Nyonya Aoi membuat Mika sangat senang, tapi tidak bagi Tenshi.
Dengan otak udangnya, dia tidak mungkin bisa menjalankan sebuah perusahaan dengan baik.
"Sa-saya tidak menyanggupi pekerjaan ini Nyonya, ini terlalu berat..."
"Bukankah aku mengatakan, pekerjaan dirumah ini memang tidak mudah. Kau sudah diterima dan tidak boleh mundur. Kami akan memberikan fasilitas lengkap, kau dan Mika bisa pergi ke perusahaan Grup Aoi sepulang sekolah untuk mempelajari caranya mengelola perusahaan dengan sempurna. Dan untuk kalian berdua, pertunangan kalian akan dilaksanakan bulan depan. Lebih cepat labih baik." Tenshi sangat terkejut dengan perkataan Nyonya Aoi.
"Nyonya, maaf... Saya masih terlalu muda... Saya juga belum pernah bergelut dengan perusahaan besar..." Tenshi hanya mencari alasan agar pekerjaan itu diganti.
"Tidak bisa ditolak. Aku sudah sangat cocok dengan mu. Kau ini kurang bagaimana, banyak lelaki yang ingin menjadi tuan muda Grup Aoi. Kau ditawari pekerjaan begini harusnya sangat bersemangat malah ingin mundur." Nyonya Aoi sangat tidak mengizinkan Tenshi untuk mundur.
__ADS_1
"Emmmm tapi...untuk pekerjaan perusahaan saya bisa menerima, tapi pertunangannya apa bisa dibatalkan?" Tenshi merasa itu bukan pekerjaan, tapi perjodohan. Tenshi sangat tidak nyaman dengan kata 'pertunangan' itu karena ia belum terbiasa berhubungan dengan perempuan.
"Tidak bisa... Mengapa kau tidak mau? Apakah Mika -ku kurang cantik? Apa dia kurang seksi atau bagaimana?" tanya Nyonya Aoi yang merasa heran dengan Tenshi yang menolak pertunangan itu.
"Ah tidak Nyonya, Nona Mika sangat cantik, dia juga sudah sangat...ekhem...seksi, tapi saya merasa tidak pantas..." bukan itu alasan sebenarnya, Tenshi hanya mencari alasan agar pertunangan itu dibatalkan.
"Sudah! Tidak ada penolakan dan alasan bodoh lainnya! Pertunangan kalian akan ditetapkan bulan depan tepat saat ulang tahun Mika! Sebaiknya kalian bersiap dengan baik, aku harap kalian bisa mengenal dengan baik dalam satu bulan ini. Untuk tempat tinggal, kau bisa tinggal di rumah ini untuk berlatih menjadi tuan muda sambil menjaga Mika. Kemanapun Mika pergi, kau harus ada disampingnya."
Sudah tak bisa menolak lagi....
Tenshi harus menerima semuanya...
Sebenarnya ia sangat sangat keberatan...
"Satu lagi... Tenshi, mulai saat ini panggil saja aku Ibu..." tambah Nyonya Aoi.
"Ba-baik Nyo...emmm ibu..." ucap Tenshi sambil tersenyum konyol. Tapi ucapan itu membuat Nyonya Aoi merasa puas.
"Baiklah... Aku pergi untuk istirahat, kalian berdua silahkan berbincang-bincang dulu..." kata Nyonya Aoi seraya berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.
Seketika ruangan menjadi lengang...
🌹
"Ekhem... Tenshi, kau bersekolah dimana?" tanya Mika berusaha memecah keheningan.
"SMA Shan." jawab Tenshi tanpa berbelit-belit.
"Bisakah kau pindah ke SMA Hwang Ji? Karena aku bersekolah disana..." pinta Mika dengan nada sedikit manja.
"Baiklah nona, saya akan pindah..."
Akhirnya Tenshi memberanikan diri memandang Mika dari ujung kepala hingga ke ujung kaki...
Seketika ada sebuah perasaan aneh yang menggelikan...
Sebuah perasaan yang membuatnya ingin lebih dekat dengan tubuh Mika...
"Okey Mika, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi..." ucap Tenshi sambil berpindah tempat duduk disamping Mika.
"Sepertinya akan asyik jika aku menggodanya, kira-kira bagaimana reaksinya yaaa" ucap Tenshi dalam hati.
"Mika..." panggil Tenshi sambil terus mendekat pada Mika.
Wajah Mika tersipu merah. Jarak mereka sangat dekat dan semakin dekat.
"Tenshi-san jangan menggodaku begini..." ucap Mika dengan malu-malu.
"Tapi bukankah kita sudah akan bertunangan bulan depan, aku tidak akan sungkan lagi. Kau sangat cantik, Mika. Lelaki mana yang bisa menahan pesonamu." kata Tenshi sambil meraih pinggul indah Mika. Tubuh mereka saling bersentuhan.
"Tenshi-san, kau sangat tampan..." goda Mika sambil balik melingkarkan tangan di leher Tenshi.
Suasana semakin panas, mereka berdua semakin dekat...
"Kau juga sangat cantik..." ucap Tenshi. Jiwa lelaki nya mulai ganas, ia mendekatkan bibirnya pada bibir Mika. Mika pun memejamkan matanya.
Terus semakin dekat...
Hidung mereka mulai bersentuhan...
Terus semakin dekat...
__ADS_1
Hingga akhirnya bibir Tenshi menyentuh bibir Mika dengan lembut...
Jiwa lelakinya benar-benar sudah muncul...
Ia mulai merasakan ketertarikan dengan perempuan...
Sepertinya, Isshira bebar-benar tidak akan ada lagi...
Ia sudah merasakan ia adalah seorang lelaki sejati yang hanya akan menyukai perempuan...
Ia pun mulai merasakan nafsu terhadap perempuan...
Dan perempuan pertama yang membuatnya bernafsu adalah Mika...
Tubuh Mika, bibir Mika, semuanya berhasil membuat Tenshi tergoda...
Cukup lama mereka berciuman...
Akhirnya Tenshi melepaskan bibirnya yang menyentuh bibir Mika...
"Tenshi aku mencintaimu... Maukah kau menjadi lelaki ku, mendampingiku setiap saat...?" ucap Mika sambil menyentuh dada kekar Tenshi dan terus menunjukkan wajah menggodanya.
"Iya aku bersedia..." ucap Tenshi sambil membuka tali baju beladiri yang ia kenakan.
Saat Tenshi sudah siap menyerang Mika, tiba-tiba ponsel Mika berdering...
Tiba-tiba Tenshi pun tersadar akan apa yang akan ia lakukan...
Saat Mika mengangkat telpon tersebut, Tenshi mengenakan baju bela dirinya lagi dan segera menjaga jarak dari Mika.
"Aiiisshhh hampir saja! Celaka jika aku sampai melakukannya disini! Untung saja ada yang menelpon Mika. Jika tidak, entah bagaimana lagi. Sepertinya Mika memang sengaja menggodaku." ucap Tenshi dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian, setelah menyelesaikan perbincangannya di telepon, Mika kembali menggoda Tenshi.
"Tenshi-san... Kenapa menjauh..." ucapnya dengan manja sambil melingkarkan tangannya dileher Tenshi.
Tenshi pun tersenyum sambil mencium pipi kanan Mika. Seketika pipi Mika memerah.
"Jika aku tidak menjauh, aku takut hal yang tidak diinginkan akan terjadi..." ucap Tenshi sambil tersenyum manis.
"Tapi bukankah kau sudah bersedia menjadi lelakiku... Aku pun juga sudah sangat bersedia menjadi wanitamu... Apa yang harus ditahan lagi..." Mika benar-benar menggoda Tenshi dengan sangat luar biasa.
"Tahan dulu sayangku, tunggu sampai nanti kita menikah. Jangan biarkan tubuh sucimu ternodai oleh orang yang tidak punya ikatan apapun. Oke." ucap Tenshi dengan sangat lembut sambil tersenyum.
"Tapi aku sudah tidak bisa menahannya sayang." Mika benar-benar bernafsu. Membuat Tenshi kesulitan menahan nafsunya yang sebenarnya juga sangat bergejolak.
"Mika sayang, aku tidak ingin menodai mu."
"Apa kau tidak menyukai ku, Tenshi-san...?" Mika memasang wajah sedih.
"Aaaargh! Sial! Kenapa wanita ini begitu menggoda!" teriak Tenshi dalam hati.
"Aku menyukaimu, Mika sayang... Tapi aku akan membuktikannya dengan cara yang sangat mulia, aku akan melindungimu bagaimanapun keadaannya. Aku akan merawatmu disaat kau sakit, aku akan berada disampingmu disaat kau tak memiliki siapapun didunia ini..." ucapan Tenshi membuat Mika sangat tersentuh dan meneteskan air mata bahagia.
Mika memeluk Tenshi dengan sangat erat. Begitu juga Tenshi, ia balas memeluk Mika dengan penuh rasa kasih sayang. Walaupun ia belum mengerti bagaimana perasaan sesungguhnya pada Mika. Ia hanya ingin Mika tenang dan menjaga dirinya dengan baik.
"Tenshi-san, terimakasih telah mengucapkan kata-kata itu. Aku sangat bahagia. Aku harap kau akan menepati kata-katamu."
"Aku akan berusaha, Mika..."
Ucap mereka, masih dalam suasana pelukan yang hangat...
__ADS_1