I'M A Girl

I'M A Girl
Prince


__ADS_3

"*Hei siapa yang bisa membuat retakan di portal itu?"


"Aku bisa merasakan udara Bumi dari celah retakan itu..."


"Iya, aku juga sangat heran dengan orang yang meretakkannya, dia pasti bukan orang biasa..."


"Wah benar sekali, apa jangan-jangan dia adalah keturunan terakhir keluarga Shiroi Kumo?"


"Tidak ada yang mengetahui siapa keturunan terakhir yang sebenarnya..."


"Benar sekali, padahal perang sudah dekat... Jika pemimpin belum juga datang, hancurlah kita..."


"Tapi tidak ada yang bisa membuka portal selain keturunan terakhir keluarga Shiroi..."


"Tapi memang tanda-tanda munculnya pemimpin baru sudah ada..."


"Wah... Semoga pemimpin baru kita baik dan sangat dermawan..."


"Syukurlah, sekian lama kita tidak memiliki pemimpin, akhirnya akan datang pemimpin baru..."


"Benar sekali, sudah cukup hancur negeri kita tanpa pemimpin..."


Banyak orang yang mengelilingi pohon besar yang tak lain adalah portal menuju bumi*...


🌹


Tenshi menunggu Mika didepan gerbang hijau SMA Hwang Ji.


Tiba-tiba Tenshi melihat sebuah tanah yang berserakan didepannya. Entah kenapa, ia ingin menyingkirkan tanah itu dari hadapannya.


Kemudian Tenshi pun mengulurkan tangannya hendak menyentuh tanah berserakan itu. Tapi tiba-tiba Tenshi terkejut. Bagaimana tidak, tanah itu mengapung diudara.


Seketika itu Tenshi pun mundur sambil menarik tangannya, lalu tanah itu kembali jatuh ditempat semula. Tenshi masih ketakutan melihat kejadian tersebut. Kemudian ia memutuskan untuk pergi menemui Mika, Tenshi hanya berpikir kejadian tadi karena ia masih mengantuk dan belum sadar sepenuhnya.


Tenshi hanya percaya kejadian tadi hanyalah igauannya saja...


Sepanjang jalan menuju tempat Mika latihan, Tenshi merasa ada yang mengganggu pikirannya. Ia merasa ada sesuatu yang membuatnya merasa sangat tak nyaman.


Samar-samar Tenshi mendengar ada banyak suara yang sedang membicarakan tentang suatu tempat. Suatu tempat yang pernah yang pernah ia dengar tapi tak pernah ia ketahui. Sebuah tempat yang ia dengar hanya dalam dongeng.


Nama tempat itu selalu menghantuinya bercampur dengan suara orang banyak yang tengah membicarakan sesuatu. Terkadang ia mendengar dengan jelas, kadang juga terdengar samar suara ribut mereka.


Suara-suara itu menghantuinya...


Ia lebih percaya semua itu hanya karena kelelahan saja...


"Gila sekali aku, mengigau hingga melihat segumpal tanah yang melayang, mendengar suara-suara ribut orang-orang aneh yang membicarakan Shiroi Kumo, ahh aku ini mungkin hanya agak merasa bersalah karena membohongi orang-orang dengan menggunakan dongeng Shiroi Kumo saja..."


Tenshi berusaha membuat dirinya tenang.


Setelah hampir setengah jam menunggu Mika, akhirnya Mika keluar dari ruangan latihannya.


"Mika, ayo cepat pulang..." ajak Tenshi.


Wajahnya semakin pucat...


"Tenshi-san, kau kenapa?" tanya Mika. Terlihat sangat jelas bahwa ia sangat khawatir melihat Tenshi.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa..." jawab Tenshi sambil memaksakan senyuman agar Mika tidak khawatir.


"Tenshi-san, kau sakit? Duduk saja dulu, aku panggilkan sopir untuk menjemput kita..." ucap Mika dengan penuh rasa khawatir.


"Tidak apa-apa, aku masih sanggup menyetir mobil sendiri. Jangan menyusahkan orang dirumah."


"Kau sudah sangat pucat, apa benar masih sanggup? Sudah jangan memaksakan diri, lebih baik aku telpon kan sopir saja..." ucap Mika seraya mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang yang tak lain adalah sopir rumahnya.


Tenshi semakin tak bisa menahan dirinya. Tiba-tiba ia tak sadarkan diri ditengah lapangan SMA Hwang Ji.


Mika panik bukan main. Ia meminta tolong pada para murid yang lewat untuk membawa Tenshi ke tempat yang teduh dan nyaman untuk tempat Tenshi berbaring.


Setelah memanggilkan dokter kesehatan sekolah, dokter hanya mengatakan bahwa Tenshi hanya kelelahan.


Mika sedikit tenang mendengar hal itu...


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya sopir yang ia telpon datang juga.


Tanpa berpikir panjang lagi, Mika langsung meminta sopir untuk membawa Tenshi ke rumah sakit.


🌹


*Ada seorang wanita yang sangat cantik menghampiri Tenshi yang tengah duduk di sebuah taman bunga yang sangat indah.


"Kaulah keturunan terakhir Keluarga Shiroi Kumo."


"Bagaimana bisa? Shiroi Kumo hanyalah dongeng yang diceritakan nenek itu..." Tenshi berusaha menyangkalnya. Ia merasa hampir gila karena dongeng itu.


"Tidak... Shiroi Kumo bukanlah dongeng... Kau lah yang akan memimpin Shiroi Kumo, kaulah yang dipercaya bisa mendamaikan Shiroi Kumo dan Bumi. Kaulah orangnya..."


"Tolong hentikan semua ini! Aku salah! Aku memang yang menipu teman kelasku menggunakan dongeng itu! Tapi tolong jangan menghantui aku seperti ini!"


"Hentikaaaaaan! Shiroi Kumo hanyalah dongeng! Pergi kau jangan menghantui aku! Pergi!"


Wanita itu tersenyum...


"Jika kau ingin tau bagaimana kenyataannya, datanglah ke pohon besar dimana kau ditemukan. Lalu cari petunjuk dari pohon yang telah kau retakkan. Lihat apa yang akan kau temukan."


"Cukup! Pergi! Pergi!" usir Tenshi dengan penuh amarah*.


"Pergi! Pergi!" teriak Tenshi, ia mengejutkan Mika yang ada disampingnya.


Mika sangat panik melihat Tenshi tiba-tiba duduk sambil berteriak. Tubuhnya penuh keringat.


"Tenshi-san, kau kenapa?" tanya Mika sambil memberikan segelas air putih.


Setelah tersadar bahwa wanita itu hanyalah mimpi, Tenshi sangat bersyukur. Ia sangat tak percaya dengan dongeng bodoh yang diceritakan nenek itu.


"Aku pasti sudah gila jika mempercayai dongeng itu nyata. Yang katanya aku adalah keturunan terakhirnya yang bisa memimpin Shiroi Kumo dan Bumi menjadi lebih baik. Ini sangat gila..." gerutu Tenshi dalam hatinya.


Setelah minum, Tenshi menjadi lebih tenang...


"Terimakasih Mika, maaf juga aku telah membuatmu khawatir..." ucap Tenshi sambil tersenyum seraya membelai lembut pipi Mika.


Mika tersipu...


"Tenshi-san, kenapa tadi kau berteriak?"

__ADS_1


"Hanya mimpi buruk..."


"Oh iya, kata dokter kau kelelahan..."


"Ternyata kelelahan, pantas saja aku bermimpi yang aneh-aneh. Ya sudah, ayo kita pulang." ajak Tenshi seraya turun dari ranjang rumah sakit.


Tapi Mika menahannya...


"Tenshi-san, jangan pergi dulu... Kata dokter, kau boleh pergi setelah cairan infus itu habis..." jawab Mika sambil tersenyum.


"Aku sudah tidak apa, Mika sayang... Ayo pulang..." ajak Tenshi seraya mencabut jarum infus yang ada ditangannya.


"Yaaa baiklah... Yang penting kau sudah baik-baik saja..." ucap Mika.


Tenshi tersenyum...


Setelah jarum infus tercabut, Tenshi mengambil tas ranselnya lalu keluar dari rumah sakit sambil menggenggam tangan Mika.


Sangat membuat iri orang yang melihat nya...


🌹


Sesampainya dirumah, ternyata hanya ada mereka berdua. Ibu dan Ayah Mika sedang ada job luar kota.


Suasana yang sangat tidak nyaman...


"Mika, ayo keluar, kita belanja..." ajak Tenshi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Aku ingin dirumah saja sayang... Lagi pula kau tadi pingsan karena kelelahan, lebih baik kita istirahat dirumah..." ucap Mika. Walaupun Mika tidak berniat menggoda Tenshi, tapi menurut Tenshi tubuh, wajah dan suara Mika sangat menggoda.


"Mika sayang, aku sudah tidak apa-apa... Aku juga ada barang yang harus aku beli..." ajak Tenshi sambil tersenyum.


"Tenshi sayang... Dirumah saja..." tolak Mika dengan sangat lembut. Membuat Tenshi semakin tergoda.


"Baiklah, jika kau tidak mau, aku akan jalan sendiri... Kau tunggu dirumah ya sayang..." ucap Tenshi seraya berbalik hendak keluar rumah.


Tapi Mika menahan Tenshi...


"Tenshi sayang! Baiklah aku akan ikut, tapi aku mandi dulu ya sayang. Kau tunggu dulu disini." ucap Mika seraya berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


"Baiklah, aku akan menunggumu disini sambil menonton televisi..." kata Tenshi sambil tersenyum.


"Okay sayang..."


Hanya begitu saja, sudah membuat Tenshi tergoda...


Tenshi pun menunggu sambil menonton televisi. Tak terasa setengah jam berlalu. Mika belum juga turun.


"Aaaaah kenapa aku sangat ingin buang air kecil..." ucap Tenshi seraya menuju kamarnya di lantai dua, disamping kamar Mika.


Setelah memasuki kamarnya, betapa terkejutnya Tenshi. Ternyata ia telah memasuki kamar Mika tanpa sengaja. Sedangkan Mika sedang berganti pakaian.


Tenshi berusaha memalingkan wajahnya.


"Maaf Mika, aku tidak sengaja..." ucap Tenshi seraya keluar dari kamar Mika.


Tapi tiba-tiba Mika menahan Tenshi. Dirinya yanga hanya mengenakakan pakaian yang sangat minim pun membuat Tenshi sangat tidak nyaman. Wajahnya memerah.

__ADS_1


Lagi-lagi Tenshi takut hal yang tidak diinginkan akan terjadi...


__ADS_2