I'M Yours

I'M Yours
Alina - Mike 21


__ADS_3

" Honey ... kau kesini? kenapa tak menghubungiku lebih dulu?" kata Leon beranjak dari kursi nya dan langsung mengecup bibir Lea di depan wanita itu.


Lea mendorong dada Leon dan melihat kearah wanita yang tampak menatapnya dengan sinis.


" Ada tamu mu di sini," ucap Lea.


" Baiklah. Tunggu aku di sofa atau kau bisa ke kamar terlebih dahulu, aku akan menyelesaikan urusanku," sahut Leon dan kembali mengecup bibir Lea.


Lea tersenyum dan memilih duduk di sofa sembari memantau gerak gerik tamu wanita yang menurutnya mencurigakan.


Leon kembali ke kursi kebesaran nya dan mulai membahas pekerjaan nya bersama wanita tadi.


Hingga 15 menit kemudian. Tampak Leon bangkit dari kursinya begitu pun dengan wanita itu.


" Semoga kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun," kata wanita itu sambil menunjukkan senyuman terbaik nya


" Ya. Sampaikan salam ku pada ayahmu, mungkin nanti malam aku akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan nya," sahut Leon tersenyum smirk.


Mereka berjabat tangan dan Lea tampak mengamati tingkah wanita itu. Wanita itu tampak mengusap lembut punggung tangan Leon dan Lea melihat hal itu.


Leon melepaskan tangan nya dan memasukkan kedalam saku celananya.


" Baiklah. Mari ku antar kedepan," ucap Leon mempersilahkan Miza untuk berjalan di depan nya.


Wanita itu menurut dan melenggak lenggok kan pinggulnya sambil berjalan melewati Lea tanpa menyapa nya.


" Aku hanya sebentar," ucap Leon dan mengecup bibir Lea.


Pria itu keluar bersama Miza dan langsung menutup pintu nya.


" Siapa wanita itu? kenapa Leon terlihat sangat menjaga wanita itu?" gumam Lea heran.

__ADS_1


.


.


Leon mengantarkan Miza sampai ke beranda depan perusahaan. Sampai wanita masuk kedalam mobilnya dan membuat wanita merasa sangat di perhatikan oleh Leon.


Moza membuka kaca jendela mobilnya dan tersenyum cantik pada Leon.


" Terimakasih, Tuan Leon. Besok kita bisa melanjutkan pekerjaan kita," ucap Miza dengan senyum sempurna nya.


" Hmmm ... semoga ayah mu lekas membaik dan bisa kembali mengurus perusahaan nya," sahut Leon.


Wanita itu mengangguk dan melambaikan tangannya pada Leon. Pria itu juga melakukan hal yang sama hingga mobil itu pergi dari hadapannya.


Lea menatap kearah Leon yang masih melambaikan tangannya pada mobil Miza. Dan dia menghampiri sang suami.


" Apa dia putri dari seorang pejabat? hingga kau sangat menjaga dan memperhatikan nya?" ucap Lea dengan tangan yang terlipat di dadanya.


Wanita itu merasa sangat kesal melihat pemandangan di depannya. Dia yang berencana ingin membuat sang suami kesal tapi ini malah sebaliknya.


Leon menoleh dan melihat kearah sang istri yang berdiri di belakangnya.


" Honey ... kau disini? kenapa kau tak menunggu didalam?" tanya Leon sambil merengkuh pinggang ramping Lea namun Lea menepisnya.


Leon mengerutkan keningnya saat melihat sikap Lea yang kini berubah dingin.


" Heii ... ada apa? ah ya ... apa yang membuatmu kemari? apa ada hal yang penting?" tanya Leon karena tumben sekali Lea mau mendatangi nya ke perusahaan.


" Tadinya ada hal yang sangat penting yang ingin aku katakan pada mu. Tapi sepertinya kau lebih mementingkan tamu mu itu," sahut Lea dan berjalan menuruni tangga beranda untuk menuju ke mobilnya.


Leon mengikuti langkah Lea dan menahan tangan nya namun Lea menepisnya.

__ADS_1


" Honey ... ada apa? kau cemburu pada wanita tadi?" tanya Leon.


" Tidak."


Lea langsung masuk kedalam mobil nya dan menyuruh supir untuk segera menjalankan mobilnya.


" Honey ... honey!!" panggil Leon namun Lea tak menggubrisnya.


" Shiitt. Sepertinya dia salah paham," gumam Leon.


.


.


Ponsel Alina berdering dan wanita cantik itu langsung mengangkat nya sebelum acara meeting nya dimulai.


" Hallo ... Bagaimana rencana mu? berhasil?" tanya Alina.


" Huuuft ... aku akan ke perusahaan mu, Al. Apa kau sibuk?" sahut Lea yang tak menjawab pertanyaan dari Alina.


" Heii ... ada apa? apa kau benar-benar bertengkar dengan Leon?" tanya Alina karena mendengar nada ketus dari Lea.


" CK. Aku akan menceritakan itu nanti," sahut Lea malas.


" Baiklah. Kemarilah, Lea. Aku hanya akan ada meeting sebentar di perusahaan. Kau bisa langsung ke ruangan ku nanti, oke?"


" Ya. Boleh aku meminjam kamar pribadi mu disana? aku ingin membaringkan tubuhku," sahut Lea.


" Ya, pakailah. Kau bisa menunggu ku disana."


" Hmmm ... sampai ketemu disana. Bye."

__ADS_1


Panggilan itu pun langsung terputus dan Alina langsung meletakkan ponselnya di meja.


Dan meeting itu pun langsung di mulai. Karena semua staf sudah berkumpul dan Mike pun juga ada disana bersama timnya.


__ADS_2