I'M Yours

I'M Yours
Alina - Mike 23


__ADS_3

Alea membuka matanya dan mengerjap beberapa kali untuk bisa melihat lebih jelas lagi. Wanita itu merentangkan kedua tangannya dan bangkit duduk sambil menyandarkan tubuhnya di dashboard ranjang.


Lalu dia menatap ke seluruh sudut ruangan dan tersadar bahwa dia sedang berada di kamar pribadi di perusahaan Alina.


Dia melihat kearah jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan itu artinya dia sudah tertidur sekitar 1 jam di kamar itu.


Wanita cantik itu beranjak dari ranjang dan memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu.


Dia membasuh wajahnya dengan air dan itu membuat nya lebih segar. Lalu dia mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamar itu.


" Al ... kau masih sibuk?" tanya Lea saat melihat Alina masih berkutat dengan laptopnya.


Alina menoleh dan melihat kearah Lea yang berjalan menghampiri nya.


" Hmmm ... Tinggal sedikit lagi dan akan selesai. Tunggu aku, Lea."


Lea pun menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang ada di seberang meja Alina.


Wanita itu mengambil ponselnya dan menyalakan benda pipih itu. Alina melihat Lea dan dia mengingat bahwa Leon tadi menghubungi nya.


" Ah ya. Apa kau tadi menonaktif kan ponsel mu, Lea?" tanya Alina sambil fokus dengan laptopnya.


" Ya. Karena aku hanya ingin tidur dengan tenang tanpa ada yang mengganggu ku," sahut Lea.


Alina tertawa kecil sambil menggeleng kan kepalanya.


" Tadi Leon menghubungi ku untuk menanyakan dimana keberadaan mu, Lea. Dia terdengar sangat mengkhawatirkan mu," kata Alina.


" Biarkan saja. Aku masih kesal pada pria itu," sahut Alina sambil memoleskan make up di wajah nya.


Alina terkekeh dan menggeleng kan kepalanya.


" Kau masih tetap ingin menjalankan rencana gila mu, Lea?" tanya Alina.

__ADS_1


" Ya. Dan disini malah aku yang di buat kesal olehnya. Aku akan membalasnya dengan menghindari nya," sahut Lea.


" Sampai kapan?" tanya Alina menutup laptop nya dan melihat kearah Lea kini sudah selesai memoles wajahnya.


" Entahlah. Aku akan memikirkan nya," sahut Lea.


" Apa pekerjaan mu sudah selesai, Al?" tanya Lea saat melihat Alina sudah membereskan mejanya.


" Ya. Aku akan pulang dan bermain dengan para keponakan ku sebelum mereka kembali ke negara nya," sahut Alina.


" Aku ikut dengan mu, Al. Karena aku juga ingin menjemput Leangga di mansion mu," sahut Lea bangkit dari kursi begitu pun dengan Alina.


" Hmmm, Ayo!"


Dua wanita cantik itu keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju lift.


Saat melewati lobby mereka tampak menjadi pusat perhatian karena kecantikan nya. Para pegawai langsung menunduk hormat saat berpapasan dengan Alina.


Dan Alina membalas nya dengan sebuah senyuman cantik dari bibirnya.


.


.


Alina langsung masuk kedalam kamar nya untuk segera membersihkan tubuhnya. Sementara Lea langsung menghampiri sang putra yang tengah bermain bersama anak-anak Zea di halaman belakang.


" MOMYY!!!" teriak Leangga saat melihat Lea berjalan menghampiri nya.


Anak itu berlari kearah Lea sambil merentangkan kedua tangannya. Begitu pun dengan Lea juga melakukan hal yang sama.


" Kau bersenang-senang hari ini, sayang?" tanya Lea sambil memeluk tubuh Leangga.


Leangga melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Lea.

__ADS_1


" Ya. Disini aku memiliki banyak teman dan aku sangat senang," sahut Leangga.


Lalu mereka berjalan kearah kursi panjang yang sudah ada Zea dan juga Aunty Abel disana.


" Bagaimana kabar mu, Aunty?" tanya Lea sambil mencium kedua pipi Abel.


" Aunty sangat baik hari ini, Sayang. Karena anak-anak selalu menemani ku dan juga membuat mansion ini ramai," sahut Abel.


Lea tersenyum sambil mengusap lengan wanita paruh baya itu. Dia duduk di samping Abel dan mereka saling mengobrol.


Leangga sudah kembali bergabung dengan anak kembar Zea yang memang sudah seumuran dengan nya.


.


.


Ponsel Alina berdering.


Alina yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bath rub di tubuhnya langsung berjalan kearah ponsel nya yang ada di atas meja rias.


Dia melihat nama Mike disana dan senyumnya langsung mengembang. Lalu dia lekas menggeser tombol berwarna hijau hingga panggilan itu pun lekas tersambung.


" Hallo!"


" Hallo!! Aku masih menunggu jawaban mu, Nona! Apa kau sudah memikirkan nya?" sahut Mike dari seberang telepon.


Alina terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya. Sepertinya aku harus menerima tawaran dari mu," sahut Alina dan Mike tertawa di seberang sana.


" Aku akan menjemput mu jam 7. Jadi bersiaplah!"


Mike langsung memutuskan panggilan itu.

__ADS_1


Alina mengerutkan keningnya dan meletakkan ponselnya kembali ke atas meja.


Lalu dia mulai mengeringkan rambutnya.


__ADS_2