
Suara langkah kaki dari seseorang yang berjalan menghampirinya terdengar di telinga Alina. Wanita yang masih terbaring di atas ranjang itu tetap bertahan menutup matanya.
" Tidak ada seorang pun yang berhak memiliki mu, Alina ku tersayang," ucap seorang pria sambil membelai lembut wajah cantik Alina yang kini berada di hadapannya.
Mendengar suara yang sangat tak asing baginya, membuat Alina langsung membuka kedua matanya dan langsung menatap kearah wajah pria tampan yang kini duduk di sampingnya.
" Jadi kau dalang dari semua ini?" kata Alina sinis dan langsung beranjak duduk.
Exo tertawa keras saat melihat kekesalan di wajah cantik Alina.
" Kau terlihat semakin cantik dan menggemaskan ketika sedang marah. I like it," sahut Exo dengan tawanya yang membuat Alina semakin kesal padanya.
" Kau akan berurusan dengan Kak Dev jika kau senekat ini!!" kata Alina kesal dan dia langsung menghempaskan tangan Exo yang terangkat karena ingin menangkup wajahnya.
" Tapi sayangnya aku sama sekali tak takut dengan kakak mu itu, Beby. Aku mencintaimu tapi kau hanya menganggap ku seorang Kakak? aku tak terima itu. Kau milikku dan tidak akan ada yang bisa memiliki mu selain aku, termasuk pria yang bernama Mike itu!!" Ucap Exo dengan nada yang terdengar tenang namun ada tekanan saat menyebutkan nama Mike.
" Sadarlah Ex!!! sejak kecil aku selalu bersamamu, bergantung pada mu dan kau selalu melindungi ku!! tapi lihat sekarang!! kau sendiri yang membuat ku menjauh dan takut pada mu!!" sahut Alina dengan nada kesalnya.
Ya, sejak kecil Alina selalu bersama Exo karena umur mereka yang hanya terpaut 2 tahun. Exo adalah anak dari sepupu Abel, dan mereka tinggal berdekatan dulu.
__ADS_1
Exo sangat menyayangi Alina sejak kecil, dia selalu melindungi gadis itu dari pria manapun yang selalu ingin mendekati nya dan itu semua tak luput dari perintah Dev.
Namun beriringan dengan jalan nya waktu, rasa sayang pada Alina berubah menjadi sebuah obsesi hingga dia ingin memiliki wanita cantik yang selalu dia jaga sejak kecil.
Dia merasa kesal jika ada seorang pria mendekati Alina karena hanya dia yang berhak ada di samping Alina.
Hingga terjadilah suatu peristiwa saat malam prom night yang di adakan di kampus mereka. Saat itu Exo dalam keadaan sedikit mabuk, dia juga dalam pengaruh teman-teman nya yang selalu mengompori Exo karena dia tak bisa memiliki Alina seutuhnya. Karena Alina hanya menganggap nya seorang Kakak dan tak lebih.
Exo yang kala itu dalam pengaruh alkohol akhirnya terpancing. Pria itu menghampiri Alina yang tengah berdansa dengan salah satu teman prianya dan menarik tangan nya dengan paksa.
Alina sangat terkejut dengan sikap kasar Exo, dia berusaha melepaskan tangan nya dari tangan Exo namun dia tidak cukup kuat.
Alina begitu terkejut dengan perbuatan Exo, dia berusaha melepaskan ciuman itu dan mendorong dada Exo dengan sekuat tenaga hingga ciuman itu terlepas.
Exo menangkap tangan Alina dan mengunci tubuhnya dengan merentangkan kedua tangan Alina keatas kepalanya. Lalu dia langsung memagut kembali bibir Alina tapi Alina langsung menggigit bibir Exo.
Pria itu tak patah arang, dia menyusui leher jenjang Alina dan menyesapnya dalam hingga tercipta tanda merah disana.
" Apa yang kau lakukan Exo? sadarlah, ini aku Alina!" ucap Alina dengan suara seraknya dan dengan air mata yang menetes di pipinya.
__ADS_1
Exo tak menjawab, justru dia malah semakin menurun kan ciuman nya di dada Alina karena wanita itu mengenakan gaun yang yang cukup terbuka.
Alina melenguh dalam tangisnya saat Exo dengan liar nya menyesap kulit dadanya. Lalu dia mulai menendang pangkal paha Exo dengan lututnya.
Exo mengumpat dan langsung melepaskan tangan Alina.
PLAAKK
Satu tamparan mendarat keras di pipi Exo, namun pria itu malah tersenyum miring sambil memegang sebelah pipinya yang terasa panas karena tamparan itu.
" I HATE YOU!!!" bentak Alina keras sambil menangis.
Lalu dia pergi dari tempat itu dan meninggalkan Exo yang masih terpaku disana.
Sejak saat itulah Alina selalu menghindar ketika dia berhadapan dengan Exo. Rasa kecewanya pada pria yang sudah dia anggap seorang pelindung dan juga seorang kakak kini telah sirna.
Yang tersisa hanya rasa benci dan kecewa. Dia tak memberi tahu kejadian itu pada siapapun termasuk Dev bahkan sampai saat ini.
Namun dengan kejadian ini, itu membuat Alina berpikir bahwa dia salah karena sudah menganggap enteng Exo yang sudah sangat terobsesi pada nya.
__ADS_1
Hingga pria itu nekat melakukan hal ini dan membawa kabur Alina entah kemana.