
Meeting itu berjalan dengan lancar dan cepat karena Mike dan Alina sudah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna.
Semua tampak keluar dari ruangan itu kecuali Alina dan Mike. Pria itu menghampiri Alina dan mengambil kursi dan duduk di samping kursi nya.
" Kau ada acara nanti malam, Nona?" tanya Mike.
Alina tersenyum sambil menandatangani berkas yang ada di hadapannya.
" Aku rasa tidak ada, kenapa? kau mau mengajak ku berkencan?" tanya Alina.
" Ya ... kalau kau tidak ada acara lain. Bukankah kita harus melakukan pendekatan sebelum acara pertunangan kita?" sahut Mike.
Alina terkekeh sambil menggeleng kan kepalanya. Lalu dia melihat kearah Mike yang tengah menatapnya.
" Usaha yang bagus," sahut Alina.
" So ...?"
" Aku akan menghubungi mu nanti," sahut Alina beranjak dari kursinya dan berjalan kearah pintu.
Namun Mike dengan cepat menahan tangan nya hingga membuat langkah Alina terhenti. Pria itu bahkan menarik lengan nya hingga Alina berbalik dan membentur dada bidang Mike.
Sejenak mereka menautkan pandangannya. Mike tampak menatap manik mata Alina yang tepat berada di depan nya dan dengan jarak yang sangat dekat.
Alina merasa kan deru nafas Mike menerpa wajah nya hingga membuat nya menahan nafas nya.
Dada mereka sama-sama berdegup begitu kencang dan masih saling menatap. Hingga terdengar suara ketukan di pintu dan membuat dua insan itu tersadar.
Mike melepaskan tangan Alina dan wanita itu segera menjauh kan diri dari Mike. Mereka sama-sama menoleh kearah pintu dimana asisten Mike berdiri.
" Maaf ... Tuan. Kita harus ke restoran x karena akan ada meeting dengan relasi Anda yang datang dari Dubai," ucap pria itu.
__ADS_1
" Hmmm ... tunggu aku dibawah."
Asisten Mike langsung pergi dari ruangan itu dengan senyum tipis di bibirnya.
" Sepertinya aku sudah mengganggu acara mereka," gumamnya tak enak hati.
Pandangan Alina dan Mike bertumpu namun mereka sama-sama langsung mengalihkan nya. Mereka sama-sama salah tingkah dan gelagapan.
" Eeemm ... aku harus pergi," ucap Mike tanpa melihat wajah Alina.
" I-iya. Dan aku akan kembali ke ruangan ku untuk melanjutkan pekerjaan ku," sahut Alina gugup.
" Hmmm ..."
Mike menundukkan kepalanya kearah telinga Alina dan berbisik.
" Aku tunggu persetujuan mu untuk nanti malam. CUP!"
Wanita itu tampak tersenyum sambil meraba pipi yang sudah di cium oleh Mike. Lalu dia lekas melangkah kan kakinya keluar dari ruangan itu.
.
.
Setibanya di ruangan nya. Alina langsung menuju kursi kebesaran nya dan langsung mendarat kan bokongnya disana.
Dia tampak sudah di sibuk kan oleh berkas-berkas yang ada di hadapannya. Dan melupakan kehadiran Lea di ruangan itu karena Lea tengah tertidur di kamar pribadi nya yang ada di pojok ruangan.
Hingga 1 jam berlalu.
Terdengar ponselnya berdering dan itu menarik perhatian Alina. Wanita itu melihat kearah layar ponselnya dan melihat nama Leon disana.
__ADS_1
Dia langsung mengangkat panggilan itu dan menggeser tombol berwarna hijau hingga panggilan pun lekas tersambung.
" Hallo, Ada apa Leon?" tanya Alina to the poin.
" Al ... apa Lea sedang bersama mu?" tanya Leon yang terdengar khawatir di seberang sana.
Alina yang sudah melupakan tentang Lea langsung menjawab tidak.
" Tidak. Aku sedang di perusahaan dan tak ada Lea disini, ada apa?" tanya Alina.
" CK. Kemana dia!" gumam Leon.
" Dia pergi dari perusahaan ku dan seperti nya dia salah paham. Dan aku tak menemukan keberadaan nya, ponselnya pun tak bisa di hubungi," sahut Leon.
Alina tampak berpikir dan di ingat bahwa Lea tadi menghubungi nya sebelum meeting.
" Al ... jika dia mengabari mu, katakan padaku!" Leon langsung memutuskan panggilan itu tanpa mau mendengar kan ucapan dari Alina.
Alina yang penasaran langsung bangkit dari kursinya dan berjalan kearah kamar pribadi nya. Seingatnya, Lea akan ke perusahaan nya dan dia ingin memastikan hal itu.
Wanita itu berjalan dengan perlahan dan membuka pintunya dengan secara perlahan.
" Huuffft ... wanita ini benar-benar!" gumam Alina sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Lea tertidur di ranjang yang ada di kamar pribadinya.
" Tapi sepertinya dia hanya ingin menenangkan diri nya, dia tidur sangat lelap dan seperti putri tidur. Sebaiknya aku tak mengganggu nya." Lea langsung menutup pintu itu secara perlahan dan kembali ke kursinya.
Alina
Mike
__ADS_1