
Semua pelayan di mansion Bramasta tampak sibuk. Mereka bekerja dengan begitu giat mempersiapkan pesta pertunangan yang akan di laksanakan di halaman belakang mansion.
Bahkan halaman belakang sudah disulap begitu indah dengan di hiasi banyak bunga berwarna putih kesukaan Alina.
Dav mengawasi semua pegawai dan pelayan yang mengerjakan persiapan pesta itu. Dia bahkan tak ke perusahaan karena ingin mengawasi langsung bagaimana persiapan pesta pertunangan yang akan di lakukan sore hari.
Alina tampak tengah menemani sang Momy di kamar nya. Dia bahkan mencoba beberapa gaun yang sudah di siapkan oleh Zea di depan Momynya karena dia ingin meminta penilaian dari sang Momy.
" Mom ... Bagaimana dengan yang ini?" tanya Alina yang sudah mencoba gaun untuk yang ketiga kalinya.
Abel tampak tersenyum menatap kearah Alina yang tampak sangat bahagia.
" Itu sedikit terbuka dan Kakak mu pasti akan menyuruh mu ganti baju nanti," kata Abel yang membuat Alina cemberut.
" Lalu? aku sudah capek, Mooomm!" rengek Alina sambil menghempas kan tubuh nya ke ranjang.
Abel tampak tertawa sambil memilih gaun yang cocok untuk sang putri.
CEKLEK
Pintu kamar itu terbuka dan Zea muncul bersama Lea dari balik pintu dengan penampilan yang sudah cantik.
Senyum Alina langsung terpancar saat melihat kedua wanita itu karena dia akan meminta bantuan pada Zea dan juga Lea.
__ADS_1
" Oh my. Kenapa kamar ini sangat berantakan, Al!! dan kenapa kau belum bersiap juga!" kata Zea saat melihat Alina yang merebahkan tubuhnya di tengah ranjang yang ada beberapa gaun berserakan disana.
" Kakak ... aku bingung harus memakai gaun yang mana," sahut Alina beranjak dari ranjang.
" CK CK CK. Itulah, siapa suruh kau selalu sibuk dengan perusahaan! harus nya kau sudah fitting baju pertunangan mu jauh-jauh hari, Al!" kata Lea sambil melihat beberapa gaun yang belum di coba oleh Alina.
" CK. Aku adalah wanita karir yang bertanggung jawab, Lea. Jadi aku harus mengutamakan pekerjaan ku dong ..."
" Lain kali kau tak boleh bersikap seperti itu, Al."
Mendengar ucapan dari Abel, Alina tampak menoleh pada sang Momy.
" Setelah kau menikah, kau harus mengutamakan keluargamu. Aku ingin kau fokus dengan keluarga mu setelah kau menikah. Suami mu dan juga anak-anak mu," kata Abel menasehati sang putri.
" Tidak usah menikah jika kau hanya ingin menjadi wanita karir," sahut Zea sambil memberikan satu gaun pada Alina.
" Cepat coba gaun itu," lanjut Zea.
Alina mencebik dan langsung membuka dress nya di depan pada wanita itu tanpa rasa malu.
" Al ... jika kau seperti itu di depan Mike, aku tak yakin kau akan selamat," kata Lea sambil menggeleng kan kepalanya.
Alina tak menjawab dan terus memakai gaun itu. Lalu dia memutar tubuhnya di depan cermin.
__ADS_1
" Bagaimana dengan yang ini? aku rasa aku semakin cantik jika memakai gaun ini," kata Alina bermonolog.
" Ya. Kau terlihat menggemaskan dengan gaun itu dan gaun itu juga tak terlalu terbuka," kata Lea.
" Bagaimana, Mom? kau suka?" tanya Alina pada Abel.
" Ya. Kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu, sayang," kata Abel.
" Huuuft ... seharusnya Kakak sejak tadi memberikan gaun ini pada ku," kata Alina duduk di depan meja rias nya.
Lalu Lea mulai memoles wajah Alina.
.
.
Semua para tamu tampak bertepuk tangan meriah saat pelaksanaan pertunangan itu berjalan dengan lancar.
Mike dan Alina sudah resmi menjadi sepasang calon suami istri. Dan hanya tinggal selangkah lagi untuk menuju jenjang yang lebih tinggi.
Semua keluarga tampak bahagia dengan pertunangan mereka. Abel pun tampak bahagia saat melihat wajah cantik Alina yang penuh senyuman.
Dan kini mereka sedang berdansa. Tampak seorang pria menatap sinis kearah Mike dan Alina yang sedang berdansa.
__ADS_1
" Nikmatilah kebahagiaan sementara ini, Al. Karena sebentar lagi aku akan merebut mu dari pria asing itu," gumam nya sambil menyesap wine di tangan nya.