
Mike merengkuh pinggang ramping Alina dan wanita itu melingkar kan tangan nya di leher kokoh Mike.
Mereka saling menatap dengan mata yang saling bertautan. Senyum dari kedua nya juga terpancar dan mereka hanya menikmati alunan musik sambil berdansa.
" Mereka tampak sangat bahagia," gumam Abel tersenyum saat melihat wajah sumringah Alina.
" Ya. Ku harap Mike bisa menjaga Alina dan membuat nya bahagia," sahut Dev sambil memeluk sang Momy dari belakang.
Abel tersenyum dan mengusap lembut pipi sang putra yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga itu.
Dev sangat menyayangi 3 wanita nya. Momy nya, Istrinya dan juga Adik nya. Dia tidak akan pernah membiarkan siapapun melukai ataupun mengusik kehidupan 3 wanita itu.
Kalau itu sampai terjadi, dia tidak segan-segan untuk menghancurkan bahkan menghabisi nyawa seseorang yang berani mengganggu 3 wanita tersayang nya.
.
.
Exo menatap dengan tatapan bengisnya pada Alina dan Mike yang masih asik berdansa. Wajah nya terlihat sangat menyeramkan dengan guratan emosi dan juga rahang yang mengeras.
Lalu datanglah seorang asisten nya.
" Aku sudah menyiapkan segala nya, Bos. Besok kita bisa langsung mengeksekusi nya."
Senyum licik terlihat di bibir Exo dengan tatapan tajam nya yang mengarah pada pasangan yang tengah berdansa.
Lalu dia melangkahkan kakinya menuju lantai dansa dan menghampiri Alina dan Mike yang masih berdansa.
" Eehhemm ... apa aku mengganggu momen bahagia kalian?"
__ADS_1
Alina dan Mike menghentikan gerakan nya dan menoleh kearah Exo yang sudah berdiri di sampingnya sambil membawa segelas wine.
Raut wajah Alina tampak berubah seolah dia merasakan ketegangan saat ada Exo di samping nya.
" Tidak sama sekali. Ah ya, bukankah kau sepupunya Alina dan Dev? kita belum sempat berkenalan," kata Mike.
Dia langsung mengulurkan tangannya pada Exo dengan senyum smirk nya.
" Aku Mike Ivander," kata Mike memperkenalkan diri pad exo.
Exo tampak tersenyum miring dan menatap kearah Mike, lalu dia menjabat tangan nya.
" Halo, Mike. Senang berkenalan denganmu, namaku Exo Alexey," sahut Exo.
" Ah ya, selamat atas pertunangan kalian. Aku turut bahagia dan semoga lancar hingga pernikahan tiba," lanjut Exo sambil melepaskan jabatan tangan nya dan matanya menatap kearah Alina.
" Mike, aku akan pulang dulu karena besok pagi aku harus menghadiri sebuah meeting penting," kata Exo sambil melirik kearah Alina dan lagi-lagi Alina memalingkan wajahnya.
" Ya. Terimakasih kau sudah mau menghadiri pesta sederhana ini, Exo. Dan aku harap kita bisa memulai kerja sama bisnis," kata Mike.
" Akan aku pikirkan, aku permisi." Exo langsung undur diri dan melangkah menjauhi Alina dan Mike.
Alina melihat kepergian Exo dan dia bisa bernafas dengan lega dan tiba-tiba Exo menoleh dan mengerlingkan satu matanya pada Alina.
' Oh God. Sepertinya aku memiliki firasat yang buruk, aku harus berhati-hati,' batin Alina.
.
.
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Alina tampak sudah siap dengan setelan formal nya. Wanita cantik itu berjalan kearah mobilnya dan dia sekarang sudah bisa mengendarai mobilnya sendiri.
Dev sudah memberikan kepercayaan penuh pada Alina dan tak memberikan bodyguard lagi padanya. Tapi Dev masih menyuruh anak buahnya untuk tetap mengawasi Alina dari jauh.
Senyum cantik Alina terpancar karena ini kali pertamanya dia bisa bebas dan bisa pergi ke perusahaan tanpa ada seorang bodyguard lagi yang mengikuti nya.
Bahkan dia juga menyetir mobilnya sendiri dan tak menggunakan jasa seorang supir karena Dev sudah mempercayai Alina.
Setibanya di perusahaan. Alina langsung menuju ruang meeting karena dia akan melakukan meeting dengan perusahaan milik Exo.
Saat meeting itu berlangsung, Alina tampak merasa aneh melihat sikap Exo yang tak genit seperti biasanya. Dan dia membiarkan hal itu karena Alina berpikir mungkin Exo sudah tidak akan menggangu nya lagi setelah tahu dirinya yang sudah akan menikah.
Hingga dua jam berlalu, akhirnya meeting itu selesai. Semuanya tampak berjabat tangan seperti biasa termasuk Exo.
Exo bersikap biasa dan tak lagi menggoda Alina. Bahkan dia cenderung cuek dan tak bersikap seperti biasanya yang selalu mencoba menggoda Alina dengan tatapan mesumnya.
.
.
Siang harinya. Alina tampak baru keluar dari restoran tempat dia melakukan meeting keduanya bersama relasi bisnis nya.
Dia tak lagi di dampingi seorang bodyguard ataupun asisten karena Alina menyuruh Nina untuk menghandel meeting di perusahaan nya.
Tampak seseorang sudah mengintai nya dan mengawasi Alina.
" Dia sudah pergi dari restoran, ikuti mobilnya dan pastikan rencana ini berhasil. Hati-hati karena Tuan Dev pasti menyuruh anak buahnya untuk mengawasi nya dari jauh," kata pria itu pada seseorang di seberang telepon nya.
__ADS_1