I TRANSMIGRATED WITH SUPER SYSTEM

I TRANSMIGRATED WITH SUPER SYSTEM
[CH:10] Pertempuran Desa Odessa dan Desa Valta.


__ADS_3

^^^[Chapter 10^^^


^^^ Pertempuran Desa Odessa dan Desa Valta.^^^


-


Ketika aku sedang memotong telinga dan kuku Red Goblin yang telah matin. Sekarang aku melihat ada puluhan pria yang membawa alat pertanian, dan senjata-senjata yang terlihat sangat usang.


Woahh ~


Kebetulan sekali ketika aku sedang membutuhkan tenaga kerja mereka datang dengan penuh semangatnya untuk bekerja.


Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan untuk menolaknya. Aku berdiri dengan penuh semangat dan berjalan mendekat ke arah puluhan pria tersebut.


"Kalian datang tepat waktu!. Aku adalah bayangannya Lord Xavier, aku diminta untuk membersihkan desa suku Red Goblin ini."


Aku kembali memperkenalkan diriku sebagai bayangan Xavier. Salah satu dari puluhan pria yang ada di depanku ini berjalan mendekat ke arahku, dia adalah pria paruh baya yang tidak membawa senjata apapun, akan tetapi aku merasakan hawa yang berbahaya di sekitar dirinya.


"Nama saya Ferdinand. Jika boleh saya bertanya, apa alasan Lord Xavier memerintahkan tuan untuk membersihkan desa suku Red Goblin ini?."


Dari cara berbicaranya dan raut wajah ketenangan yang dia miliki, dia sangat berbeda dengan pria-pria paruh baya lainnya yang ada di belakangnya. Dia mengingatkan ku kepada Staz!.


"Itu adalah pertanyaan yang bodoh. Tentu saja alasannya adalah karena kehadiran dan keberadaan mereka adalah ancaman untuk keamanan seluruh penduduk Elvish, terutama kalian, warga-warga dari desa Khersson."


"Maaf? Apa Lord memang mengatakan hal seperti itu? jika begitu mengapa dia baru mengutus anda sekarang padahal kami sudah mengirimkan surat ke kastil Elvish sebulan yang lalu."


Benar!


Instingku mengatakan kalau dia bukanlah orang biasa. Aku sangat yakin kalau dia adalah seorang pejuang, atau mantan pejuang.


Lupakan tentang itu dulu.


Sekarang aku harus memikirkan sebuah jawaban yang bagus karena semua orang yang ada disini sangat menantikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh Ferdinand. Jawaban yang aku berikan sekarang akan berefek kepada image ku di warga desa Khersson nanti.


"Alasan mengapa selama dua tahun Lord mengurung diri di dalam kastil dan baru mengutus saya untuk membersihkan desa suku Red Goblin ini. Penyebab adalah karena lord sangat depresi dan stres akibat kematian keluarganya, aku harap kalian bisa mengerti sedikit tentang kesedihan yang di alami oleh Lord."


Aku melihat Vibes terbang di atas langit tempat kami berdiri. Ukurannya sayapnya yang sangat besar menutupi panasnya sinar matahari, beberapa pria nampak terlihat ketakutan ketika melihat Viber.

__ADS_1


"Jangan takut. Lebih baik kalian memotong telinga dan kuku Red Goblin yang ada disini, setelah itu kumpulan mayatnya di satu tempat. Aku harap kalian sudah selesai ketika aku kembali lagi kesini."


Aku mengodekan kepada Viber untuk mendarat di sampingku, tak lama dia langsung mendarat di sampingku. Puluhan pria yang merupakan penduduk desa Khersson itu selain Ferdinand, mereka semua mundur beberapa langkah dari tempat awal mereka berada.


"Ferdinand, tolong ingatkan dan suruh mereka."


Aku langsung kembali naik ke punggungnya Viber. Ketika aku menatap wajah Ferdinand, dia menatap balik kepadaku dengan wajah yang dipenuhi dengan ketenangan. Padahal ketika aku menatap pria lainnya, pria tersebut akan langsung memalingkan wajahnya karena takut.


"Tunggu sebentar tuan."


"Ada apa?."


Ketika aku akan pergi, Ferdinand tiba-tiba saja menghentikan ku. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia katakan kepadaku.


"Saya dengar Lord Xavier diduga sebagai seorang penganut ajaran sesat. Dan malam tadi dua ksatria suci dari kerajaan suci bermalam di desa kami. Apa Lord Xavier masih hidup?."


"Itu hanyalah rumor, kerajaan suci sudah berjanji akan memberikan Lord kompensasi karena mereka telah menuduh Lord sebagai seorang penganut ajaran sesat. Sampaikan hal ini juga kepada desa Khersson, karena desa Khersson akan menjadi peranan penting untuk masa depan wilayah Elvish."


•Sementara itu kondisi di desa Valta dan Odessa sekarang.


Sampai sekarang tidak terjadi penyerangan ataupun penjarahan yang dilakukan oleh kelompok bandit gunung yang bermarkas di gunung Valvas. Sinner tidak sadar kalau selama ini ada mata-mata kelompok bandit gunung diantara para petani yang sedang mempersiapkan jebakan.


"Tuan silahkan minum teh nya, anda pasti lelah."


Mata-mata dari kelompok bandit tersebut membuat sebelas teh yang sudah dia campurkan dengan cairan berwarna putih yang itu adalah racun pelumpuh. Dia berniat membuat sebelas prajurit yang sedang berjaga di desa Odessa tak sadarkan diri.


"Terimakasih."


Sambil berterimakasih kepada mata-mata kelompok bandit gunung tersebut, Sinner mengambil satu gelas teh dari sebelas gelas teh yang ada. Mata-mata kelompok bandit gunung tersebut memastikan kalau sebelas prajurit yang ada disini harus meminum teh yang sudah dicampurkan racun pelumpuh tersebut.


Setelah memastikan bahwa sebelas prajurit yang ada di desa Odessa sudah meminum racun, tak lama setelah itu mereka semua langsung pingsan termasuk juga Sinner.


Mata-mata tersebut langsung tersenyum jahat ketika melihat sebelas prajurit yang menjaga desa Odessa jatuh pingsan, dia mengeluarkan sebuah terompet yang disembunyikan di dalam pakaiannya dan langsung meniupnya.


Suara dari terompet itu membuat fokus para petani yang sedang memanen gandum mereka teralihkan menuju ke sumber suara terompet tersebut. Para petani sangat terkejut dan sangat ketakutan ketika melihat sebelas prajurit yang menjaga mereka tergeletak tak sadarkan diri di tanah, di kejauhan juga mereka melihat puluhan anggota kelompok bandit gunung yang berlarian mendekat kearah mereka.


"Bukan aku yang terlalu pintar, tapi kalian yang terlalu bodoh! Hahaha." Ucap mata-mata kelompok bandit gunung tersebut kepada Sinner yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


Puluhan kelompok bandit gunung yang tadi muncul di arah hutan mempelankan jalan mereka sambil tersenyum jahat, karena melihat prajurit yang ditugaskan untuk menjaga desa Odessa semuanya tergeletak tak sadarkan diri.


Setelah jarak puluhan kelompok bandit gunung tersebut hanya sekitar 10 meteran lagi saja, tiba-tiba saja di belakang mereka muncul sepuluh prajurit yang sedang memegang dan mengarahkan busurnya ke puluhan kelompok bandit gunung tersebut.


Hanya satu orang saja yang tahu dan melihat sepuluh prajurit yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka itu, yaitu si mata-mata kelompok bandit gunung karena dia dalam posisi berdiri yang sedangtidak membelakangi puluhan prajurit tersebut.


"Hati-hat -


Belum selesai dia menyelesaikan perkataannya, sebuah pedang menusukkan bagian vitalnya yaitu dada bagian kiri. Pedang yang menusuk dada bagian kiri dia, adalah pedang milik Sinner!.


"Bukan Lord Xavier lah yang terlalu pintar, tapi kalianlah yang terlalu bodoh karena terjebak oleh jebakan yang dibuat oleh Lord!."


Sinner menarik pedangnya, sepuluh prajurit lainnya yang tergeletak di tanah juga langsung bangkit dan mengeluarkan pedang mereka masing-masing dari sarungnya.


"Akhirnya setelah dua tahun aku bisa menunjukkan kemampuanku!." Ucap salah satu prajurit.


"Haha.. Orang itu sungguh lucu ketika dia sangat percaya kalau kita terkena jebakannya." Ucap salah satu prajurit sambil sedikit tertawa, ucapnya tersebut membuat prajurit yang lainnya juga ikut tertawa.


"Jangan takut! mereka hanya bersebelas saja! jumlah kita enam kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka!." Teriak salah satu anggota kelompok bandit gunung mencoba menaikan semangat dan moral anggota lainnya.


"Hey bodoh, lebih baik kalian melihat kebelakang." Ucap salah satu prajurit meminta para bandit gunung untuk melihat kebelakang.


Ketika beberapa anggota bandit gunung menengok ke belakang mereka melihat anak panah yang melesat ke arah mereka. Sinner dan sepuluh prajurit lainnya yang bersama dengan dia langsung berlari menerjang anggota kelompok bandit gunung.


"Jika ada dari kalian yang mati, aku berjanji akan memberikan mayat kalian untuk dimakan oleh monster!." Teriak Sinner dengan sangat tegas.


Sepuluh anggota kelompok bandit gunung mati seketika karena kepala mereka terkena anak panah. Dengan serentak sepuluh prajurit yang membelakangi anggota kelompok bandit gunung langsung membuang busur mereka, mereka mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya kemudian berlari ke arau kelompok bandit gunung.


Keadaan menjadi terbalik sekarang!.


Situasi sekarang yang sangat dirugikan adalah kelompok bandit gunung yang diserang dari dua sisi, depan dan belakang. Tidak-tidak, sebenarnya dari awal Sinner dan prajuritnya tidak pernah berada di dalam posisi yang tidak menguntungkan mereka.


Karena nyatanya mereka semua tidak menelan teh yang sudah di campuri oleh racun pelumpuh itu!. Semuanya sudah dipresentasikan oleh Xavier, Sinner tidak bisa berhenti kagaum kepada Xavier.


Pertempuran dimenangkan dengan telak oleh Sinner dan prajuritnya karena tidak ada korban jiwa di pihak mereka, hanya belasan bandit yang tersisa yang mereka menyerah untuk melanjutkan pertempuran, kedua tangan dan kaki bandit yang menyerah langsung di ikat dengan tali.


Hal yang terjadi di desa Odessa ini juga terjadi sama persis dengan apa yang terjadi di desa Valta. Rigid juga memenangkan pertempuran tanpa adanya korban jiwa di pihak dia, hanya ada beberapa prajurit saja yang terluka secara serius dan harus segera mendapatkan perawatan.

__ADS_1


__ADS_2