
^^^[Chapter 14^^^
^^^Order of Kings Quest selesai !^^^
[Note: Disini dan seterusnya akan menggunakan pov tiga, maaf sekiranya jika merasa tidak nyaman karena perubahan pov.
-
Setelah Magic Bomb meledak, yang ledakannya membentuk sebuah kawah yang lumayan besar. Seketika keadaan di puncak gunung Valvas yang awalnya sangat berisik dengan suara-suara dan teriakan orang, mendadak menjadi sangat sunyi sekarang.
Di sekitaran kawah tersebut terdapat puluhan mayat dengan kondisi tubuh yang tidak lengkap. Xavier tidak pernah menyangka kalau daya ledaknya akan sehebat ini.
"Walaupun aku sudah membunuh ratusan orang, tetapi aku tidak merasakan perasaan apapun. Apa mungkin karena yang aku bunuh adalah para bajingan?." Batin Xavier.
Ada satu hal yang sekarang ini membuat Xavier kebingungan. Mayat bergeletakan dimana-mana, namun hologram pemberitahuan penyelesaian quest masih belum muncul.
"Jadi dia tidak mati karena ledakan tadi ya, untuk seorang bajingan dia cukup tangguh juga ternyata." ucap Xavier ketika melihat ketua kelompok bandit gunung yang masih belum mati.
Namun dia kehilangan kedua tangannya, dan sedang berdiri menatap penuh amarah kepada Xavier sambil menggigit sebuah belati kecil.
Tiga buah tombak api tiba-tiba muncul di atas kepala Xavier, ketiga tombak api tersebut mengarah kepada ketua kelompok bandit gunung.
Ketika Xavier membuka topeng rubah iblisnya, belati yang digigit sangat kuat oleh ketua kelompok bandit gunung tiba-tiba saja terlepas dan terjatuh ke bawah tanah. Ketua kelompok bandit gunung itu seperti terkena serangan jantung ketika melihat wajah Xavier.
Sayangnya rasa terkejutnya tersebut tidak berlangsung lama, karena ketiga tombak api yang ada di atas kepala Xavier, langsung melesat dan menghancurkan kepala ketua kelompok bandit gunung ketika wajah Xavier terlihat.
*[Ding]*
-
「 Berhasil membunuh ketua Bandit
+10.000 Soul energy 」
...*[Ding]*...
...-...
__ADS_1
...「 Order of Kings Quest selesai」...
...~ Bersihkan kelompok bandit gunung ~...
... [Keterangan Quest:...
...Kelompok bandit gunung yang beberapa tahun belakangan meneror penduduk Elvish dan menjarah hasil panen mereka, telah dibersihkan dan dihancurkan!....
... [Reward Quest:...
...> Soul energy 18.000...
...> Point kontribusi 18.000...
...> Token Lotere x2...
...[-----]...
Akhirnya hologram pemberitahuan quest telah muncul setelah kepala ketua kelompok bandit gunung hancur. Dari kejauhan juga Xavier mendengar ada puluhan suara langkah kaki kuda yang sedang mengarah kemari, kemungkinan terbesar itu adalah para prajuritnya.
"Mereka datang tepat waktu. Viber mendaratlah disana!." ujar Xavier memerintahkan Viber untuk mendarat di depan sebuah rumah kayu yang lumayan besar.
"Viber. Bakar mayat-mayat yang ada disana sampai tak tersisa, dan jika ada orang-orang yang datang kemari jangan serang mereka. Mereka adalah para bawahanku." Jelas Xavier kepada Viber sambil mengusap-usap kepalanya.
Viber menganggukan kepalanya. Dia langsung terbang dan mulai membakar satu persatu mayat-mayat yang ada disini sampai tak tersisa, sesuai seperti apa yang diperintahkan oleh Xavier kepadanya.
Ketika Xavier membukakan pintu rumah, dan baru berjalan satu langkah dari pintu. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan Demihuman kucing yang mengarahkan sebuah belati ke lehernya Xavier dari belakang.
"Jangan bergerak!." ucap tegas Demihuman kucing tersebut.
Xavier langsung mengangkat kedua tangannya ke atas. Dirinya tidak pernah menyangka kalau akan berakhir di sergap oleh seorang perempuan Demihuman dengan belati yang sudah terlihat berkarat.
"Nona, sepertinya ada kesalahpahaman disini." jawab Xavier mencoba menjelaskan.
"Apa tujuanmu datang kesini!." ucap tegas Demihuman kucing tersebut sambil lebih mendekatkan belati yang dia pegang ke lehernya Xavier.
"Huh.." Xavier menghela nafas.
__ADS_1
Dengan gerakan yang cepat Xavier langsung memegang belati yang mengarah ke arah lehernya, hal itu membuat tangannya terluka. Setelah itu Xavier langsung berbalik dan memukul keras perut Demihuman kucing tersebut, membuat Demihuman kucing itu langsung tak sadarkan diri karena kerasnya pukulan Xavier.
"Ah sial, aku terlalu berlebihan." Ucap Xavier sambil melihat wajah Demihuman kucing yang sekarang sedang tak sadarkan diri.
Xavier mengambil sebuah botol berisikan cairan berwarna merah dari saku pakaiannya dan langsung meminumnya, cairan berwarna merah tersebut adalah potion penyembuhan.
Seketika luka yang ada di telapak tangan kiri Xavier langsung sembuh tanpa sedikitpun menyisakan bekas. Seolah-olah tangan kiri Xavier tidak pernah terluka.
Xavier yang awalnya berencana mencari harta para bandit gunung di rumah ini langsung mengurungkan niatnya karena kejadian ini.
Dia langsung membawa Demihuman kucing itu keluar dengan menarik kakinya, karena mendengar suara berisik dari luar yang Xavier pikir suara berisik itu adalah para prajuritnya yang sudah sampai.
Tebakannya ternyata benar. Puluhan prajurit berkuda yang semuanya adalah merupakan prajuritnya telah sampai di puncak gunung Valvas ini.
Ketika mata Xavier dan mata Staz bertatapan, Xavier memberikan sebuah kode kepada Staz untuk datang kepadanya. Hanya saja Staz sedikit telat memahami kode tangan yang diberikan oleh Xavier, karena otaknya masih belum bisa mencerna tentang apa yang dia lihat.
"Kalian semua datanglah kemari jika tidak ingin aku hukum!." Teriak Xavier dengan sangat keras, sampai-sampai suaranya menggema terulang berkali-kali di telinga para prajuritnya.
Staz langsung tersadarkan ketika mendengar teriakannya tuannya tersebut.
"Tidak perlu takut Phoenix ini ada dibawah kendali Lord!. Pacu kuda kalian kembali, kita mendekat kepada Lord!." ucap Staz tegas, dia memimpin para prajurit mendekat kepada Xavier melewati puluhan mayat manusia.
Setelah sampai di dekat Xavier, Staz dan semua prajurit yang lainnya langsung turun dari kuda mereka masing-masing. Namun hanya Staz, Rigid dan Sinner sajalah yang berjalan mendekat kepada Xavier yang sedang berada di depan pintu.
"Staz perintahkan para prajurit untuk menggeledah semua bangunan yang ada disini. Rigid bawalah perempuan ini turun ke bawah untuk mendapatkan perawatan." ucap Xavier dengan tegas kepada Staz, setelah itu Xavier berjalan ke tempat dimana Viber berada.
"Baik Lord!." jawah Rigid dengan tegas.
Staz dan Sinner langsung menyuruh para prajurit untuk menggeledah semua bangunan yang ada disini, sedangkan Rigid kembali menuruni gunung membawa Demihuman kucing yang sekarang sedang terluka untuk mendapatkan perawatan di desa
Staz dan Sinner memiliki banyak sekali pertanyaan yang sangat ingin mereka tanyakan kepada tuan mereka itu, yaitu Xavier. Hanya saja mereka tidak berani karena melihat Xavier yang hari ini selalu memasang wajah sangat serius tidak seperti biasanya.
Biasanya Xavier selalu memasang wajah datar dan selalu marah-marah dan tidak memiliki tatapan mata yang serius seperti sekarang.
Saat ini Xavier sedang menonton Viber yang sedang membakar mayat para bandit gunung sambil menunggu hologram pemberitahuan questnya yang terakhir telah selesai, yaitu quest membebaskan putri dari pemilik kamar dagang Quanyi.
"Tempat ini cukup strategis untuk dijadikan pusat komando angkatan udara. Namun itu masih sangat lama, untuk sekarang prioritas utamaku adalah untuk memulihkan ekonomi wilayah Elvish terlebih dahulu."
__ADS_1
Xavier sudah bisa melihatnya, kedepannya dengan banyak sekali rencana yang sudah ada di kepalanya, dia pasti akan sangat disibukan dengan pengembangan wilayahnya.