
^^^[Chapter 6^^^
^^^Bersiap-siap!^^^
-
Setelah menyuruh mereka untuk berbaris rapi. Aku langsung mengajak Staz dan dua orang lainnya untuk berdiskusi tentang rencana yang akan digunakan dalam pembersihan hama yang ada di gunung Valvas, dan parasit yang telah merugikan wilayah Elvish selama dua tahun belakangan ini.
Yaitu kelompok bandit gunung!.
Dua orang yang lainnya selain Staz mereka berdua adalah wakil kapten penjaga kastil Elvish. Mereka adalah Rigid dan Sinner yang keduanya merupakan seorang Swordsman circle dua.
"Staz. Apa kita memiliki peta wilayah Elvish?."
"Kita memilikinya Lord. Apa perlu saya ambilkan petanya? Lord."
"Rigid. Tolong ambilkan peta wilayah Elvish."
"Baik Lord!."
Aku tidak menyuruh Staz untuk yang mengambil peta, karena posisi dia kedua tertinggi disini setelah aku. Aku tidak ingin melukai harga dirinya.
Karena itu aku menyuruh Rigid yang posisi dia ada dibawah Staz dan juga Sinner untuk mengambil peta.
"Carla, kau bilang tadi data ini dibuat oleh penduduk lokal. Apa kau mengenal siapa dia?."
Aku bertanya kepada Carla tentang siapa orang yang menulis data-data yang ada di selembar kertas yang ada di tangan ku ini, karena aku sedikit tertarik dengan orang tersebut.
Aku tertarik untuk menjadikannya sebagai sekretaris ku karena aku lihat dia memiliki beberapa kemampuan yang layak untuk menjadi seorang sekretaris.
"Benar Lord. Dia adalah putri dari Alchemist Chell yang baru lulus dari akademi pendidikan Rown, kalau tidak salah nama dia adalah Gilly."
Seperti biasa.
Carla berbicara dengan nada yang datar dan tanpa ekspresi. Dengan ekspresi wajah yang seperti ini, dia sama sekali tidak cocok menjadi seorang pelayan.
"Katakan padanya, untuk datang ke kastil besok karena aku sedang membutuhkan seorang sekretaris. Ngomong-ngomong carla, apa kau bisa bertarung?."
Aku bertanya seperti itu kepada Carla karena aku tadi melihat Carla terus menerus menatap sebuah belati, dia seperti tertarik kepada belati tersebut.
__ADS_1
"Sebelum Lord membeli saya di pedagang budak, saya sering disuruh untuk bertarung oleh paman saya."
"Monster apa saja pernah kau lawan?."
"Saya tidak pernah bertarung maupun membunuh monster. Paman saya Glen, hanya menyuruh saya untuk bertarung dan membunuh manusia saja."
"Apa kau sebelumnya adalah seorang assassins, dari kelompok assassins mana kau berasal?."
Sinner tiba-tiba memotong, dan mengeluarkan pedangnya. Dia mengarahkan ujung pedang miliknya ke leher Carla. Apa yang dikatakan oleh Sinner tadi membuatku
dan Staz menjadi sangat terkejut.
Namun melihat ketenangan Carla dan wajahnya yang masih tidak memiliki ekspresi walaupun sebuah pedang ada berada sangat dekat dengan lehernya.
Aku sangat yakin kalau Carla sebelumnya memang dilatih untuk menjadi seorang assassins berdarah dingin oleh pamannya yang bernama Glen itu. Suatu saat aku pasti akan menyelidiki kelompok ini.
Rigid telah kembali dengan membawa selembar kertas yang itu adalah peta keseluruhan wilayah Elvish.
"Sarungkan kembali pedangmu Sinner. Kita akan melanjutkan diskusinya."
"Lord, dia adalah seorang assassins!. Akan sangat berbahaya jika kita tinggal bersama dengan seorang assassins?."
"Saya tidak berani Lord."
Sinner mengatakan itu sambil menundukkan kepalanya. Memang sudah sewajarnya ada perasaan khawatir jika tinggal bersama dengan seorang pembunuh. Akan tetapi entah kenapa instingku mengatakan kalau Carla bukanlah orang yang berbahaya, aku hanya menganggap dia hanyalah seseorang yang tidak pandai berekspresi.
Jika memang dia memiliki niat buruk kepadaku atau kepada kastil Elvish ini, seharusnya kastil Elvish selama ini tidak akan pernah damai seperti sekarang.
Lain kali aku akan mencoba meminta Carla untuk memperlihatkan kemampuan miliknya, untuk melihat apakah kemampuan dia bisa berguna atau tidak untuk ku.
"Rigid buka petanya."
Rigid mengangguk walaupun dia kebingungan karena tidak mengerti apa yang telah terjadi ketika dirinya tidak ada, setelah itu dia langsung membuka peta wilayah Elvish yang lumayan besar ukuran peta nya dan menaruhnya di tanah.
Ketika aku melihat petanya dengan sekilas saja. Aku menjadi sangat yakin dengan rencana yang sedari awal sudah aku rencanakan.
"Staz, ada berapa ekor kuda yang kita miliki?."
"Kita hanya memiliki dua puluh enam ekor kuda saja, Lord."
__ADS_1
"Itu sudah cukup. Baiklah dengarkan aku! aku akan membagi kalian menjadi tiga team dan akan menempatkan kalian di tiga tempat yang berbeda. Team pertama aku akan menyerahkannya padamu Sinner, aku akan memberikanmu 20 prajurit dan sepuluh ekor kuda untuk melindungi desa Odessa."
"Team kedua juga sama, dua puluh prajurit dan sepuluh ekor kuda yang akan aku tempatkan di desa Valta. Kepemimpinan mereka aku akan menyerahkannya padamu, Rigid."
"Maafkan saya Lord."
Staz menyela pembicaraan, seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan, atau dia memiliki pemikirannya sendiri. Karena dia lebih berpengalaman aku sangat menghargai setiap pendapat dan pemikiran miliknya.
"Katakanlah Staz."
"Maafkan saya Lord, saya tidak setuju dengan rencana milik Lord."
"Saya juga tidak setuju Lord."
Sinner menambahkan. Mereka berdua tidak setuju atau menentang rencana yang telah aku buat ini, padahal aku merasa ini adalah rencana yang paling efisien.
"Sebutkan alasannya."
"Alasannya karena rencana ini sangat berisiko tinggi jika kita meninggalkan kastil tanpa ada penjagaan sama sekali terlalu lama."
Staz menjelaskan dan Sinner menganggukan kepalanya menunjukan bahwa dirinya sependapat dengan Staz. Alasan yang diberikan oleh Staz sangat masuk akal, dimanapun meninggalkan rumah tanpa penjagaan apapun itu sangat berisiko tinggi untuk terjadinya pencurian.
Staz sepertinya sudah salah paham. Sedari awal aku tidak ada niatan untuk berurusan terlalu lama dengan para bandit gunung, aku ingin hari ini adalah hari terakhir mereka berada di gunung Valvas dan hari terakhir mimpi buruk penduduk Elvish.
"Dengarkan aku Staz. Aku akan menghancurkan kelompok bandit gunung hari ini juga! kalian cukup melindungi wilayah Elvish dan melakukan perintah dari ku saja!. Apa kalian mengerti?!"
"Sekali lagi. Sinner, kau akan melindungi desa Odessa!. Rigid, kau yang akan melindungi desa Valta!. Dan kau Staz, kau dengan sepuluh prajurit sisanya akan aku tempatkan di wilayah ini untuk mendirikan camp bantuan disana. Staz, semua yang ada di kelompok mu pastikan mereka harus menunggangi seekor kuda."
Aku menunjuk ke peta, aku menempatkan Staz di wilayah yang berada di tengah-tengah antara desa Odessa dan desa Valta.
"Sinner, Rigid. Jika kalian merasa tidak akan bisa menahan para bandit dan membutuhkan bantuan, langsung datanglah ketempat Staz dengan cepat tanpa harus menunggu adanya korban di pihak kita terlebih dahulu. Ingat ini! aku akan memberikan kalian bertiga hukuman yang sangat berat jika sampai ada korban di pihak kita!."
Dalam perang tidak adanya korban jiwa adalah hal yang sangat mustahil. Aku tahu hal ini, aku mengatakan itu hanya untuk memboosting mental dan semangat mereka saja, karena mereka seharusnya sudah tahu seberapa kejamnya Lord dari wilayah Elvish, Xavier Elvish.
"Baik Lord!."
Mereka bertiga menjawabnya secara serentak dan tegas. Kemudian mereka bertiga langsung pergi untuk menyiapkan kuda-kuda dan membagi prajurit sesuai dengan arahan yang aku berikan kepada mereka.
Baiklah-baiklah -
__ADS_1
Aku juga akan mulai bersiap untuk berangkat ke tempat pekerjaan ku yang pertama, yaitu Suku Red Goblin yang berada di desa Khersson!.