
^^^[Chapter 13^^^
^^^Membersihkan bandit kelompok gunung.^^^
-
Aku telah menyelesaikan urusanku dengan para Dwarf dan juga para Ogre.
Untuk sekarang aku meminta para Dwarf untuk kembali ke desa mereka setelah aku memberikan banyak sekali makanan dan tumbuh-tumbuhan herbal kepada mereka, yang itu semua aku dapatkan dari membelinya di World store system.
Aku meminta para Dwarf untuk kembali karena untuk mempersiapkan kepindahan mereka. Aku akan memindahkan tempat tinggal suku Dwarf di desa Khersson, yah aku harap penduduk desa Khersson dan para Dwarf bisa hidup dengan berdampingan.
Tapi itu akan sangat sulit jika aku sebagai Lord wilayah Elvish tidak melakukan apapun, karena di kerajaan manapun dan di kekaisaran manapun, setiap ras yang ada saling mendiskriminasikan ras yang lainnya.
Tapi aku sudah memiliki rencana dan keinginanku adalah membangun tempat dimana ras apapun itu hidup secara berdampingan!.
Sedangkan untuk para Ogre.
Aku membelikan daging babi mentah yang jumlahnya cukup banyak dan alkohol untuk mereka, itu juga aku beli dari World store system. Lewat perantara Viber karena para Ogre tidak mengerti bahasa manusia, aku menyuruh mereka untuk melindungi gua untuk sementara.
Ngomong-ngomong enam karung besar yang terikat di punggung Viber ini berisikan telinga-telinga dan kuku Red Goblin yang sudah di potong-potong. Ketika aku kembali ke desa Red Goblin yang sudah menjadi reruntuhan, enam karung ini sudah ada disana dengan sepucuk surat yang sepertinya itu ditulis oleh Ferdinand.
Tidak ada siapapun disana waktu itu, mungkin karena sudah sore tidak ada penduduk desa Khersson yang berani untuk tetap berada di sana.
Dan sekarang aku dan Viber sedang dalam perjalanan menuju puncak gunung Valvas. Pekerjaanku yang selanjutnya adalah untuk menghancurkan kelompok bandit gunung, dan menyelamatkan putri dari pemilik kamar dagang Quanyi, Frillia Quanyi.
Ketika aku sudah sangat dekat dengan bentang yang ada di puncak gunung Valvas, yang benteng tersebut merupakan markas dari kelompok bandit gunung. Aku dan Viber langsung disambut dengan puluhan anak panah.
Beruntung tidak ada satupun anak panah yang mengenai tubuhku karena Viber membakarnya sampai tak tersisa.
"Sambutan yang sangat meriah. Baiklah sekarang giliranku!."
...*[Ding]*...
...-...
...「 Magic Bomb 」...
...Grade: C...
...[Keterangan:...
...Akan meledak jika terus-menerus di diberikan Mana. Daya ledaknya tergantung kepada jumlah Mana yang diberikan. ...
...[-----]...
Aku mengambil sebuah bola hitam kecil di saku pakaianku. Bola hitam kecil tersebut disebut sebagai Magic Bomb dan bisa memberikan efek ledakan, sama seperti bom-bom yang aku kenal.
Hanya saja cara untuk menggunakannya ini lumayan rumit, tidak seperti bom-bom yang ada di bumi. Yang cara penggunaannya sangat mudah dan juga sangat simpel. Akan tetapi, Magic Bomb ini adalah item yang sangat langka dan juga item yang banyak dicari.
Karena walaupun item ini memiliki grade c, item ini bisa langsung membunuh puluhan hingga ratusan orang karena efek ledakannya. Ini adalah item pembunuh massal yang hanya digunakan oleh kerajaan-kerajaan besar dan kekaisaran saja, mereka memonopoli item ini untuk menambah kekuatan mereka.
"Fire Ball."
__ADS_1
Aku menggunakan tangan kanan l untuk mengarahkan sihir, dan tangan kiri untuk menggenggam bola hitam yang merupakan magic item bernama Magic Bomb, aku menggenggamnya sambil memasukkan Mana ku ke dalamnya.
Fire Ball yang tadi aku gunakan meleset. Karena kontrol dan akurasi sihir milik ku masih sangat rendah untuk objek yang bergerak. Namun Fireball tadi menghancurkan tembok benteng dengan kerusakan yang lumayan parah.
Karena tembok benteng ini ternyata tidak kokoh sama sekali. Aku berniat menghancurkan beberapa bagian tembok benteng ini agar para kelompok bandit gunung yang ada disini berkumpul di satu tempat.
"Viber bersiaplah! mereka akan kembali melancarkan serangan."
Di bawah, aku melihat puluhan orang kembali mengarahkan busur yang mereka pegang ke atas langit, mereka kembali menargetkanku dan juga Viber. Selain itu aku juga melihat orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan ciri-ciri ketua kelompok bandit gunung, yang diberitahukan oleh Staz di bawah sana.
Seorang pria berbadan kekar dan tinggi yang tubuhnya dipenuhi dengan otot dan luka tebasan maupun sayatan pedang, dia juga membawa sebuah pedang yang sangat besar.
"Fire Ball!."
Aku kembali menggunakan Fire Ball dan mengarahkannya ke beberapa orang yang berada di atas tembok. Sayangnya itu juga meleset dan hanya menghancurkan tembok bentengnya saja, membuat orang-orang tersebut juga jatuh kebawah dengan puing-puing temboknya.
Puluhan anak panah kembali melesat ke arah ku. Namun sekarang juga tidak ada yang berbeda, semua anak panah tersebut langsung dibakar sampai habis tak tersisa oleh api yang dikeluarkan oleh Viber dari dalam mulutnya!.
Hari semakin gelap.
Aku yakin pertempuran ini dan tubuh besarnya Viber bisa dilihat oleh mereka yang berada di dua desa terdekat dengan gunung Valvas. Yaitu desa Odessa dan desa Valta.
Dan kemungkinan besar para prajuritku yang ada di dua desa tersebut akan naik ke puncak gunung Valvas jika mereka melihat dan mendengar pertempuran ini. Aku harus membuat sedikit lebih banyak keributan lagi.
"Fireball!."
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
"Banyak sekali soul energy yang aku dapatkan dari membunuh mereka, akan sangat disayangkan jika mereka banyak terbunuh oleh Viber. Rasakan ini sekali lagi!, Fireball!."
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
"Fireball!"
Aku merasa keributan yang aku buat disini sudah cukup untuk menarik perhatian para prajuritku yang ada di desa Odessa dan desa Valta datang kesini. Dan rencana yang tadi aku rencanakan juga berjalan dengan sangat lancarnya, sekarang kelompok bandit gunung itu berkumpul di satu titik memasang formasi bertahan untuk menahan Fireball ku dengan perisai besi mereka.
"Mereka cukup kaya juga untuk seukuran seorang bandit. Sayangnya perisai-perisai itu juga sebenarnya tidak akan kuat menahan Fireball milikku, apalagi menahan benda ini."
Bola hitam kecil yang aku genggam di tangan kiriku sekarang berubah warna menjadi warna merah. Itu menandakan item Magic Bomb ini sudah terisi penuh dengan Mana.
__ADS_1
"Selamat tinggal."
Cara mengaktifkan Magic Bomb adalah dengan menekan tombol kecil yang ada di bagian bawah Magic Bomb. Setelah menekan tombol kecil tersebut, aku langsung melemparkannya ke kerumunan anggota kelompok bandit gunung.
"Viber terbanglah meninggi agar tidak terkena efek ledakannya!."
Viber langsung terbang meninggi
jauh sebelum Magic Bomb yang aku lemparkan ke bawah mengenai tanah.
Puluhan anggota kelompok bandit gunung yang ada di bawah termasuk ketua kelompok bandit gunung, mereka semua melihat bola merah kecil yang bersinar sedang jatuh ke arah mereka.
"Apa itu?."
"I-itu kan Magic Bomb!."
"Apa Magic Bomb?! cepat menjauh dari sini sebelum Magic Bomb nya meledak!."
Mereka semua langsung berlari berhamburan ke segala arah. Sayangnya yang mereka lakukan itu sia-sia karena mereka telah terlambat beberapa detik.
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
...*[Ding]*...
...-...
...「 Membunuh Manusia jahat...
Dari atas langit malam.
Aku melihat bola merah kecil itu meledak dengan daya ledakan yang cukup mengerikan, suara ledakan yang keras membuat hewan-hewan seperti burung dan hewan lainnya yang ada di sekitar berterbangan dan berlarian karena suara ledakannya tersebut.
__ADS_1
Aku menikmati pertunjukan kembang api ini dengan hologram transparan yang terus-menerus muncul dihadapanku tanpa ada hentinya.