
^^^[Chapter 7:^^^
^^^Pergi menuju Desa suku Red Goblin.^^^
-
Kelompok Rigid dan Sinner sudah pergi ke desa tujuan mereka, mereka seharusnya hanya membutuhkan satu jam lebih saja untuk sampai ke desa tersebut.
Selama satu jam tadi aku telah mencari perlengkapan- perlengkapan yang mungkin bisa berguna di dalam gudang penyimpanan harta dengan dibantu oleh sistem. Hasilnya aku menemukan beberapa item yang menarik dan juga pasti akan berguna.
Karena Xavier adalah seorang Mage.
Aku sekarang tidak memiliki pedang yang bisa aku gunakan, aku juga tidak menemukan ataupun melihat satupun pedang di gudang penyimpanan harta. Yah karena Xavier adalah seorang Mage, dia bukanlah seorang Swordsman.
Tapi aku sudah meminta Staz untuk mencarikan ku pedang yang paling bagus yang ada di kastil ini sebelum aku ke gudang penyimpanan harta. Ngomong-ngomong Xavier ternyata lumayan kaya juga, setelah urusan bandit dan suku Goblin selesai aku akan menggunakan emas-emas yang ada disini untuk membangun proyek-proyek besar untuk kepentingan wilayah Elvish ku kedepannya.
"Sepertinya aku juga membutuhkan sebuah topeng atau semacamnya untuk menutupi identitas ku."
Setelah lumayan lama mencari, akhirnya aku menemukan sebuah topeng rubah iblis berwarna putih. Ini mengingatkan ku kepada salah satu hewan mitologi dari Jepang, yaitu Kizune.
"Sudah tidak ada lagi yang aku butuhkan disini, aku harus keluar sekarang karena Staz pasti sudah menunggu."
Setelah keluar kastil, benar saja ternyata Staz sudah menunggu. Dia dan sepuluh prajurit lainnya yang sedang menunggangi kuda, juga sudah sangat siap untuk pergi.
"Lord, ini adalah pedang terkuat yang ada di kastil Elvish. Pedang ini sebelumnya digunakan oleh ayah Lord di medan perang.."
Ketika aku membukakan sarungnya.
Pedangnya terlihat sangat tajam dan juga panjang pedang ini sangat pas denganku, walaupun berat dari pedangnya tidak terlalu cocok denganku, namun ini adalah pedang yang layak untuk digunakan sementara.
"Terimakasih Staz. Kalian pergilah sekarang, karena aku tidak akan ikut bersama dengan kalian. Aku akan pergi ke desa Khersson!."
Staz terlihat sangat terkejut.
__ADS_1
Sepertinya dia berpikir kalau aku akan ikut bersama dengannya. Sepertinya dia salah paham lagi.
"Baik Lord."
Staz mengangguk mengerti, dan langsung naik menunggangi seekor kuda yang ada beberapa langkah di belakangnya.
"Staz, jika dalam keadaan genting tidak perlu ragu untuk menggunakan apa yang tadi aku berikan kepadamu. Nyawamu dan nyawa para prajurit ku lebih berharga dibandingkan Summoner scroll tersebut!."
"Baik Lord! saya tidak akan ragu."
Setelah Staz mengatakan itu sambil tersenyum, dia dan kelompoknya langsung pergi. Aku juga langsung mengeluarkan Summoner scroll Phoenix karena dia akan menjadi kunci dalam keberhasilan semua Quest yang aku jalani.
Menurut keterangan sistem, aku hanya perlu merobeknya saja untuk menggunakannya.
"Wow.. Ternyata aku benar-benar memang bertransmigrasi ke dunia fantasiā¦"
Aku benar-benar sangat kagum, sangat merasa rasa tidak percaya dan juga sangat terkejut sekarang ini. Setelah aku merobek Summoner scroll nya, seekor burung yang badannya terbakar oleh api, atau bahkan bisa dibilang burung yang besarnya sama seperti gerbang kastil ini memang sebuah gumpalan api yang membentuk tubuh seekor burung Phoenix.
Di tangan kiriku tiba-tiba saja muncul sebuah tato atau biasa yang disebut dengan stigma oleh orang-orang yang ada di dunia Yggdrasil ini. Stigma hanya akan muncul ketika membuat sebuah kontrak dengan para Dewa ataupun beast Legendaris saja.
Mereka yang memiliki stigma karena membuat kontrak dengan Dewa, biasanya akan disebut sebagai Holy Hero atau Holy Saint. Sedangkan mereka yang memiliki stigma karena membuat kontrak dengan Beast legendaris disebut sebagai Kontraktor.
"Bohong jika aku tidak merasakan takut ketika ingin menungganginya. Aku takut tubuhku juga akan ikut terbakar."
Phoenix sepertinya mengerti kalau aku ingin menungganginya, karena dia langsung membungkukkan badannya agar aku bisa lebih mudah untuk naik ke atas punggungnya
Aku sudah tahu ini!
Mana mungkin juga api yang membakar seluruh tubuh Phoenix ini juga akan ikut membakar tubuhku yang merupakan Kontraktornya. Karena jika begitu aku tidak akan mungkin pernah bisa menungganginya seumur hidup, ngomong-ngomong api ini sama sekali tidak terasa panas sedikitpun
api ini malah terasa sangat nyaman ketika di sentuh.
Oh ya -
__ADS_1
Aku hampir lupa dengan satu hal yang sangat penting. Aku hampir lupa memberikan nama untuk burung Phoenix ini. Baiklah mari berpikir sejenak untuk mencari nama yang cocok untuknya.
"Aku akan memberikanmu nama Viber. Mulai dari sekarang namamu adalah Viber, okay?."
Entah kenapa aku merasa burung ini selalu mengerti dan paham dengan apa yang aku katakan. Ya tidak heran namanya juga beast legendaris, baiklah-baiklah sekarang mari pergi menuju desa Khersson aku sudah terlalu banyak membuang-buang waktu disini.
"Viber terbanglah dengan perlahan dulu dan terbang di ketinggian dimana orang-orang tidak akan bisa melihatmu."
Ketika Viber hanya sekali mengepakan sayapnya, tubuhnya langsung naik di ketinggian yang melebihi tinggi dari kastil.
"Lebih tinggi lagi Viber!."
Viber langsung menaikan ketinggian terbangnya, sekarang aku sudah tidak terlalu bisa melihat dengan jelas bentukan kastil Elvish. Namun di ketinggian ini aku bisa melihat dengan sangat jelas seluruh wilayah Elvish dan puncak gunung Valvas yang disana terdapat sebuah bangunan seperti benteng.
Untungnya aku membawa peta wilayah Elvish. Karena aku tadi lupa arah menuju desa Khersson, aku hanya perlu melihatnya lagi saja jika begini.
"Harusnya desa Khersson disana. Viber terbanglah kesana.."
Viber langsung terbang ke arah yang aku tunjukkan.
"Jadi begini rasanya terbang menunggangi seekor beast legendaris.."
Tak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja. Walaupun samar aku bisa melihat ada sebuah desa di bawah sana, itu pasti adalah desa Khersson.
Sekarang aku hanya tinggal perlu mencari letak Desa suku Red Goblin nya saja. Aku tidak berniat untuk bertanya secara langsung kepada para penduduk desa Khersson tentang letak desa suku Red Goblin, aku akan mencoba mencarinya sendiri terlebih dahulu.
"Viber, terbanglah di tinggian normal dan jangan terbang mendekati desa yang ada disana."
Viber langsung menurunkan ketinggian terbangnya setelah aku perintah kan. Sekarang aku bisa melihat dengan sangat jelas seperti apa kondisi yang ada dibawah.
"Setelah suku Red Goblin itu berhasil dibersihkan, aku perlu membangun sebuah benteng yang kuat di tambang tersebut. Karena jika fakta tentang tambang Astramanite yang ada disini bocor keluar, akan ada banyak pasukan dari wilayah lain atau bahkan dari kerajaan lain yang akan menyerbu wilayah ini untuk mendapatkan tambang tersebut."
Wilayah Elvish memiliki tujuh desa dengan jumlah keseluruhan penduduknya sekitar empat belas ribu lebih. Dengan jumlah sumber daya manusia yang sekarang, akan sangat sulit untuk menjalankan proyek-proyek besar secara bersamaan. Sepertinya proyek besar yang akan aku mulai pertama adalah proyek pembangunan benteng terkuat.
__ADS_1