
^^^[Chapter 9^^^
^^^Quest Red Goblin selesai !^^^
-
•Dua jam kemudian.
Karena menurutku ini sudah terlalu memakan banyak waktu, sedangkan aku masih memiliki pekerjaan yang lainnya. Aku memutuskan untuk kembali menggunakan sihir dan meminta Viber untuk tidak menahan diri lagi, agar ini bisa cepat terselesaikan.
"Enam panah api."
Aku membayangkan enam panah api -
Enam panah api itu langsung terbentuk dan muncul di samping kiri dan kanan ku. Enam panah api tersebut melesat dengan cepat menembus kepala tiga Red Goblin yang berlari menjauh dariku.
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
Sihir apiku sebenarnya tidak kuat -
Namun bangunan-bangunan yang ada di desa ini terbakar dengan sangat hebat dan bahkan sudah ada beberapa bangunan yang sudah ludes terbakar tanpa sisa.
Tentu saja penyebabnya adalah Viber, semburan api dari mulutnya itu sangat kuat dan juga sangat besar. Tak heran jika desa Red Goblin ini menderita kebakaran yang hebat, dan kemungkinan ini akan memunculkan keributan dan kepanikan warga desa Khersson.
"Two Fire Spear."
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
__ADS_1
Aku sudah tidak melihat adanya Red Goblin yang masuk kedalam pandanganku setelah dua Red Goblin yang tadi, namun di atas langit yang dipenuhi oleh asap hitam pekat akibat desa Red Goblin yang habis terbakar oleh api, aku masih melihat Viber masih menyembur-menyemburkan api dari mulutnya.
"Jika begini caranya aku tidak akan mendapatkan jarahan apapun karena semuanya sudah ludes terbakar. Aku sedikit menyesal karena meminta Viber untuk tidak menahan diri..."
Aku sedikit sedih karena Viber membakar habis Desa Red Goblin ini. Aku menunggu Viber sambil memotong telinga dan kuku Red Goblin yang mayatnya banyak bergeletakan di tanah.
Dari buku yang aku baca semalam, telinga dan kuku Red Goblin ini memiliki manfaat. Telinga Red Goblin bisa dijual, dan kuku Red Goblin bisa dijadikan sebagai bahan alkimia.
Aku tidak akan membuang sumber-sumber yang bisa dihasilkan menjadi uang!
Hey bukannya sudah aku bilang -
Aku tidak ingin menjadi miskin lagi di kehidupanku yang sekarang sebagai Xavier!.
"Akan sangat lama jika aku memotongnya satu persatu seorang diri. Huh.. andai ada orang yang bisa aku minta tolong untuk membantuku memotong telinga mayat-mayat Red Goblin ini."
...*[Ding]*...
...-...
...「 Rare Quest selesai」...
...~Hancurkan Desa Red Goblin~...
...[Keterangan:...
...Hadiah:...
...[Mendapatkan gelar: Hero of Village]...
...[Mendapatkan Point kontribusi 10.000]...
...[Peta tambang Astramanite]...
...[-----]...
Ketika membaca hologram transparan yang tiba-tiba muncul di depanku, aku tidak bisa untuk tidak tersenyum. Aku juga langsung mengambil sebuah gulungan kertas yang itu adalah peta tambang Astramanite, yang ada melayang di depanku.
"Tempatnya lumayan jauh dari sini ternyata."
Ketika Viber mendarat di sampingku.
Dia seperti memberikanku sebuah kode kepadaku untuk menengok kebelakang.
__ADS_1
"Ada apa?."
Ketika aku mencoba menuruti kemauannya Viber yang sepertinya ingin aku untuk menengok ke belakang, aku sangat terkejut ketika melihat di gerbang masuk desa yang sedang terbakar ada belasan prajurit berkuda lengkap dengan armor yang menutupi tubuh mereka.
Ketika aku melihat ada sebuah lambang ular hijau yang sedang memakan tikus, aku tiba-tiba saja teringat kalau lambang tersebut adalah lambang dari wilayah Anderson kekaisaran Gracia. Sepertinya mereka datang kesini karena tertarik dengan asap hitam yang membumbung tinggi di langit.
Tapi tetap saja!
Yang telah mereka lakukan ini melanggar hukum perbatasan wilayah. Mereka dengan seenaknya masuk ke wilayahku, atau kemungkinan mereka memang sudah sering masuk dan keluar wilayahku seenaknya.
Ujung-ujungnya ini juga menjadi kesalahan Xavier. Dasar Lord sampah!.
"Aku akan memberikan kalian waktu tiga menit untuk kembali ke wilayah kalian, jika kalian tidak ingin menjadi abu seperti monster-monster ini!."
"Maafkan saya tuan, saya hanya ingin mengecek apa yang sebenarnya sedang terjadi disini. Kalau boleh tau siapa na -"
Ksatria tersebut berhenti berbicara karena melihat aku kembali mengeluarkan pedangku dari sarungnya. Orang-orang yang ada di belakang orang yang tadi berbicara juga akan mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya, namun di tahan oleh orang yang tadi berbicara.
"Sebutkan namamu."
"Nama saya Tello."
"Aku adalah bayangannya Lord Xavier. Secara pribadi aku diminta oleh dia untuk membersihkan desa suku Red Goblin ini. Tello, seperti yang kau dengar tadi, aku akan memberikan mu waktu tiga menit untuk pergi dari sini dan kembali ke wilayah kalian. Katakan juga pada Lord Anderson untuk membayar kompensasi karena telah melanggar perbatasan wilayah."
Orang yang ada di samping Tello nampak memasang wajah yang marah dan seperti akan berbicara, namun sekali lagi Tello memberikan kode tangan membuat orang tersebut tidak jadi untuk berbicara.
"Baik tuan."
Belasan prajurit berkuda tersebut langsung berputar balik dan langsung memacu kuda mereka dengan cepat untuk pergi meninggalkan desa yang sudah ludes terbakar oleh api ini!.
"Viber. Ikuti mereka sampai mereka sudah jauh dari desa ini."
Viber langsung terbang kembali untuk mengikuti belasan prajurit tersebut. Alasan aku menyuruh Viber untuk mengikuti mereka adalah untuk menjaga kerahasian mengenai informasi tambang Astramanite yang ada disini. Jika tambang ini diketahui ketika aku belum memiliki kekuatan yang cukup, itu akan menjadi untuk ku dan juga wilayah Elvish.
Dan alasan aku juga menggunakan identitas sebagai bayangan dari Xavier, yah sebenarnya alasannya tidak terlalu rumit atau semacamnya, aku hanya belum ingin mengungkapkan identitas ku saja sekarang, karena aku saja belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi diriku sendiri, apalagi melindungi seluruh wilayah Elvish.
Lupakan tentang mereka dulu-
Aku pasti akan memberikan mereka pelajaran dan memberitahukan kepada mereka kalau wilayah Elvish tidak mudah untuk di singgung!.
Aku harus menuju ke tambang Astramanite yang merupakan hadiah Quest ini. Aku ingin meninjau lokasi dan seberapa banyak Astramanite yang bisa di tambang disana, yah semoga saja disana ada banyak.
Ngomong-ngomong aku sedikit mengkhawatirkan pasukan ku. Yah walaupun aku sangat yakin kalau mereka bisa menangani cecunguk-cecunguk yang menyebut diri mereka sebagai kelompok bandit gunung karena aku sangat mengetahui seberapa kuat mereka.
__ADS_1
Tapi tetap saja masih ada perasaan khawatir. Mereka adalah adalah aset yang sangat berharga bagi masa depan wilayah Elvish!
Sebelum Viber kembali, aku menggunakan waktu ini untuk kembali melanjutkan memotong telinga dan kuku Red Goblin yang bisa dijadikan pundi-pundi uang nanti. Yah walaupun ini sangat menyebalkan dan sangat membosankan, tapi mau tidak mau aku harus tetap melakukannya agar terhindar dari kemiskinan lagi.