
^^^[Chapter 8^^^
^^^Pembantaian Suku Red Goblin !^^^
-
"Apa itu desa Suku Red Goblin? Viber cobalah terbang melewati desa tersebut."
Setelah lumayan lama dan sudah hampir bosan karena sama sekali tidak menemukan apapun, akhirnya aku menemukan sebuah pemukiman yang lumayan besar yang letaknya lumayan jauh dari desa Khersson.
Aku sangat senang karena pemukiman ini adalah sesuatu yang sedari tadi sedang aku cari, desa suku Red Goblin!.
Ketika Viber terbang melewati pemukiman atau desa itu, di desa itu aku melihat ada banyak monster merah botak yang bentuk tubuhnya sama seperti manusia, memiliki dua tangan dan dua kaki.
"Viber! mendaratlah di tengah-tengah desa itu. Kita akan membersihkan semua makhluk merah menjijikan yang ada disana!."
Ketika Viber mendarat di tengah-tengah desa tersebut, entah kenapa aku merasa sangat bersemangat sekali. Padahal ada kemungkinan aku akan terluka atau bahkan bahkan bisa terbunuh karena Red Goblin ini lebih kuat dibandingkan Goblin biasa pada umumnya, dan di buku yang malam tadi aku baca Red Goblin adalah monster tingkat C.
...*[Ding]*...
...-...
...「 Salah satu efek Hero of Blessing aktif 」...
...~ Hero of War ~...
...[Efek:...
...> Menaikan moral dan semangat tempur ...
...> Regenerasi stamina...
...> Strength attribute +1...
...> Intelligence attribute +1...
...[-----]...
"Jadi ini alasan aku sangat bersemangat walaupun aku sedang berada di dalam kandang harimau. Baiklah ayo lakukan latihan pertempuran nyata disini!."
Hal pertama yang ingin aku coba adalah menggunakan sihir. Untuk teori kasarnya aku sudah sangat paham, sekarang mari coba praktekkan secara langsung.
"Third Fire Spear."
Aku sangat terkejut -
Dalam percobaan pertama kali aku langsung berhasil menggunakan sihir. Tidak aku sangka ketika aku membayangkan tiga tombak api, itu akan langsung muncul begitu saja.
"Ini adalah balasan untuk kalian yang sudah berani menyentuh penduduk ku!."
Tiga tombak api yang melayang di atas kepalaku langsung melesat dengan sangat cepat ke salah satu Red Goblin yang ada jauh di depanku. Perut dari Red Goblin tersebut tertusuk sangat dalam oleh tiga tombak api, itu adalah kematian instan yang cukup menyakitkan baginya.
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
"First Blood."
Walaupun melihat teman mereka terbunuh, Red Goblin yang lainnya tidak ada yang berani mendekat ke arah ku, mereka semua seperti mematung, membatu tanpa bergerak sedikitpun.
__ADS_1
Kemungkinan terbesar mereka menjadi seperti ini karena aura Intimidasi yang dikeluarkan oleh Viber, puluhan Red Goblin yang ada disini sedang terkena efek Fear.
"Viber bantulah aku ketika aku dalam keadaan genting saja. Aku membutuhkan mereka sebagai objek latihan ku."
Viber menganggukan kepalanya. Terlihat beberapa Red Goblin sudah bisa bergerak mereka seperti sudah terbebas dari
Phoenix Fear. Lebih tepatnya mereka dibebaskan dari efek Fear oleh Viber.
"Mari coba yang lebih ekstrim."
"Third Lightning Spear."
Aku sekarang membayangkan tiga tombak petir. Tiga tombak petir tersebut langsung muncul! sepertinya sihir memang sangat mudah digunakan.
Tiga tombak petir tersebut langsung melesat ke arah salah satu Red Goblin yang sedang berlari kearah ku, perut dan kepalanya tertusuk oleh tiga tombak petir tersebut.
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
"Third Fire Spear."
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
Tiba-tiba saja ada sebuah anak panah dari samping yang melesat ke arahku, untungnya Viber langsung membakar anak panah tersebut sampai tak tersisa sebelum mengenai kepalaku.
"Terimakasih Viber."
Aku terus-terusan menggunakan tiga sihir ini, Fire Spear, Fire Lightning, dan Fire Ball untuk membunuh Red Goblin-Red Goblin yang masuk kedalam pandangan ku, jumlahnya mungkin sudah ada ratusan yang sudah aku bunuh menggunakan tiga sihir tersebut.
Karena Phoenix Fear Viber terlalu kuat, hal ini membuat para Red Goblin hanya terdiam mematung dan membatu. Mereka tidak bisa menghindar dari serangan ketiga sihirku itu.
Ya walaupun masih ada yang mencoba melawan dan ada juga yang mencoba kabur. Namun sebelum mereka berhasil kabur dan mendekat ke arah ku, mereka semua langsung mati secara instan baik karena dibakar oleh Viber sampai hangus tak tersisa atau tertusuk oleh tombak api dan tombak petir ku.
"Third Lightning Spear."
...*[Ding]*...
...-...
...「 Mana Habis. Jika kondisi ini terus-menerus berlanjut sampai lima menit kedepan, Host akan jatuh pingsan karena kehabisan Mana!.」...
Ketika aku membayangkan dan mengucapkan mantra sihir tingkat tiga, Lightning Spear. Tombak petir tersebut tidak muncul dan juga tidak terbentuk. Alasannya ternyata karena Mana milik ku telah habis. Mana bisa didefinisikan sebagai bahan bakar untuk sihir, tidak ada Mana sama saja seperti sebuah mobil tanpa bahan bakar.
Mobil tersebut tidak akan bisa bergerak, dan Mage tanpa Mana itu tidak ada gunanya sama sekali. Karena mereka tidak akan bisa menggunakan sihir tanpa Mana.
"Baiklah ayo mulai ronde yang kedua!."
Setelah selesai meminum Mana potion yang aku simpan di saku pakaianku. Aku juga mengeluarkan pedang yang aku bawa dari sarungnya, ronde kedua yang aku maksud adalah aku tidak akan bertarung lagi menggunakan sihir.
Sekarang aku akan bertarung hanya dengan menggunakan ilmu pedang dan skill berpedangku saja.
"Jadi ini yang namanya Sword Qi."
Ketika aku mengalirkan Mana ke pedang yang sedang aku genggam ini. Pedangnya tiba-tiba saja mengeluarkan aura berwarna putih pekat dan bilah pedangnya sekarang menjadi sedikit bersinar.
"Berbanggalah. Karena kau akan menjadi yang pertama merasakan tebasan pedang ku!."
__ADS_1
Aku berlari mendekati Red Goblin yang membawa sebuah perisai dan menggunakan armor yang terbuat dari kulit. Dia menahan tusukan pedangku dengan perisai yang dia pegang!.
Namun perisai dan armor miliknya tidak bisa menahan pedangku yang sudah dilapisi dengan Sword Qi ini,l.
"Kieek.."
Red Goblin tersebut berteriak kesakitan. Karena tusukan ku masih sangat lemah membuatnya menjadi tidak menusuk terlalu dalam, karena itu tidak membuatnya langsung terbunuh secara instan, akan tetapi aku sangat senang jika mereka merasakan kesakitan yang sama dengan korban-korban mereka.
"Selamat tinggal."
Aku menarik pedang ku yang menusuk perut Red Goblin tersebut dengan paksa membuat isi perut Red Goblin tersebut terkoyak, dan aku langsung menebas kepalanya sampai terpisah dan menggelinding di tanah.
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
Cipratan darah Red Goblin itu, yang berwarna hijau. Sedikit mengenai pakaian putih yang sedang aku gunakan, namun aku sangat yakin kedepannya pakaian putih ku ini akan berubah menjadi hijau karena noda darah Red Goblin yang lainnya.
Hey lihat saja sendiri -
Di desa ini masih ada banyak Red Goblin yang masih tersisa dan sedang menatapku dengan penuh kebencian, mungkin jumlahnya sekitar dua ratusan lebih lagi.
Yah, sebenarnya jika aku bertarung menggunakan sihir dan dibantu oleh Viber lagi. Pertempuran ini, tidak-tidak! maksudku pembantaian ini akan selesai sekitar satu setengah jam lebih lagi
Walaupun begitu..
Sekarang aku lebih suka bertarung menggunakan pedang dibandingkan dengan sihir. Aku tidak peduli walaupun pakaianku akan dipenuhi oleh noda darah, nanti.
"Viber! bakar mereka yang mencoba melarikan diri, jangan sampai ada satupun Red Goblin yang lolos!."
Ketika Viber terbang ke arah gerbang desa. Para Red Goblin seketika langsung bisa bergerak dengan bebasnya, sekarang ada dua Red Goblin yang berlari mendekat ke arahku dengan wajah yang penuh amarah dan kebencian.
Aku kembali mengalirkan Mana ku ke pedang yang aku genggam. Sangat sulit menjaga aliran Mana tetap mengalir ke pedang ketika sedang bertarung.
Ketika pedang sudah tidak dialiri dengan Mana lagi, maka Sword Qi akan langsung menghilang. Ini bukanlah skill aktif, Sword Qi ini adalah skill pasif yang memiliki persyaratan tertentu untuk bisa digunakan.
"Sepertinya kalian berdua sudah tidak sabaran untuk menyusul saudara-saudara kalian ya? Baiklah selamat tinggal."
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
"Sekarang ayo mulai serius lagi untuk meningkatkan pemahaman dan skill berpedangku!."
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
...「 Membunuh Red Goblin...
...+300 Soul energy 」...
Baik Red Goblin yang mencoba kabur ataupun Red Goblin yang datang ke arah ku karena ingin membalaskan dendam saudara-saudara mereka, semuanya langsung mati dengan satu tebasan dan terpotong menjadi dua bagian karena tajamnya pedang yang dialiri dengan Qi.
Walaupun sekarang tidak ada lagi Red Goblin yang membatu karena terkena efek Phoenix Fear.
__ADS_1
Karena Viber sekarang sedang terbang di atas pintu masuk desa suku Red Goblin ini, dan sedang membakar beberapa Red Goblin yang mencoba kabur ke luar desa.
Namun ini masih tetap menjadi pembantaian sepihak!. Tidak ada satupun Red Goblin yang bisa bertahan dan masih hidup setelah menerima tebasan pedangku yang dialiri dengan Qi. Bagian tubuh manapun dari Red Goblin yang terkena tebasan, akan dengan sangat mudahnya terpotong dengan rapi menjadi dua bagian.