
Sampai sekarang aku masih berfikir, mengapa Bryan seperti itu tadi di sekolah?
Sekarang aku ada di rumah, berbaring di tempat tidur dan berfikir hal hal yang seharus nya tak aku fikirkan
Aku kefikiran Bryan
Bryan lagi apa sekarang ya?
"Hit you with that ddu-du ddu-du du
Hit you with that ddu-du ddu-du du" hp ku berdering
Apakah ini Bryan? Aku langsung lihat layar hp ku dan ternyata rere
"Halo re, ada apa?" Tanya ku
"Halo yu, temenin aku yukk, aku mau ke toko buku dan membeli hadiah untuk adik perempuan ku" pintanya
Lagian batu jam 2 siang, panas banget di rumah, mending ngadem lah di mall dan ada buku yang ingin aku beli juga
"Ayo, aku juga mau ke toko buku" kataku
"Horeee.... OTW" katanya
Rere adalah anak salah satu pejabat di kota ku tinggal, jadi tidak heran dia bisa sekolah di sekolah ku sekarang, dan sekarang pun dia menuju rumah ku pasti dengan mobil kodok nya yang berwarna merah, dia sangat menyukai mobil kodok nya itu tapi aku tak tau alasan nya
Di mall~
Wahhhh, jika melihat buku yang ada di toko buku ini, rasa nya seperti gudang ilmu, aku suka
Ini menghilangkan semua apa apa yang aku fikirkan tadi di rumah termasuk Bryan
Terimakasih rere telah mengajak ku ke sini
"Kamu mau beli buku apa yu?" Kata rere
"Mau beli buku matimatika kelas 11 dan sejarah berbisnis" kataku
"Hmmm yaudah kamu cari, aku juga cari, ntr kalo udh nyamperin aja ke yang belum" kata nya rere
Disini aku bisa menghabis kan waktu 1 jam 30 menit, itu pun kalo buru buru, kalo ga buru buru bisa 3 jam hehe
__ADS_1
Sayang nya aku nanti nya harus menemani rere memilih baju untuk adik nya
Aku sudah menemukan buku yang aku ingin kan tapi aku tidak menemui rere dulu, karena aku masih mau liat liat hehe
Yahhh aku cukup senang ada di toko buku ini
"Ayu ayu" suara rere yang di buat kecil
Aku menengok dan melihatnya menghampiri ku dengan pelan pelan
"Apaan?" Kata ku dengan lantang dan langsunh di tutup nya mulut ku
Kenapa sih si rere ini?
"Liat yu, itu bukannya Bryan dengan Widia" katanya yang membuat ku cukup terkejut dan langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh rere
Itu Bryan dan Widia? Untuk apa mereka kesini? Apa yang sedang mereka lakukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan dalam benah ku saat itu
Apa Bryan berselingkuh?
Jangan sampai tuhan, aku tak sanggup jika itu menjadi kenyataan
"Cekrek" suara foto dari kamera rere
"Buat bukti kalo nanti kamu bertanya dan Bryan tidak ada alasan" kata rere
"Ohh oke oke" kata ku
Aku sakit hati, aku sakit hati, mungkin ini lah yang akan membuat hubungan ku dan Bryan kandas
Entah lah....
Aku mengikuti mereka berdua, mereka bercanda, tertawa, merangkul, dan kau tau? Banyak bawaan Widia yang di bawa oleh Bryan
Wah kali ini kamu sungguh keterlaluan Bryan
Jangan harap aku memaafkan mu
"Coba kamu kirim pesan ke Bryan yu, dia jawab apa?" Titah rere
Aku juga ingin tau apa yang akan dia jawab
__ADS_1
"(Sayang lagi apa?)"
"(Tiduran sayang, ini mau tidur siang dulu, cape pulang sekolah)"
Dia berbohong
Jelas jelas dia segar bugar sedang bermesraan dengan Widia
Memang, Penggoda lebih cocok dengan Pengkhianat
Aku dan rere masih mengikuti mereka dan sampai mereka pulang, kami masih mengikuti nya
Mereka pulang ke tempat Bryan, Apartemen Bryan?
Apa yang akan mereka lakukan? Apa berbuat dosa seperti aku dan Bryan?
Air mata pun tak tertahan, padahal aku tidak ingin menangis, karna untuk apa aku menangisi pengkhianat?
Ini kah rasanya sakit hati yang berlebihan?
-------
Aku pulang dengan kecewa
"Maaf ya re, kita jadi ga jadi beli hadiah nya adik mu" kata ku yang memelas
"Gapapa kok, aku bisa pesan online, kamu gapapa aku tinggal dirumah? Gamau aku temenin dulu?" Tanya rere mengkhawatir kan ku
"Gapapa, aku butuh waktu sendiri" kata ku
Drrrtttt drttttt
Getar hp ku
Pesan dari Bryan
"(Ay nanti malem ke rumah ku ya?)"
"(Ngapain?)"
"(Ada yang ingin aku bicarakan)"
__ADS_1
"(Ok)"
Mungkin ingin meminta putus hubungan? Aku siap, walau tidak rela, untuk apa di pertahan kan?