
Sekolah dimulai hari ini, aku sangat tidak menyangka akan satu kelas dengan idola ku, dia ramah sekali, dan aku berusaha menutupi gugupku dengan cuek bebek padanya, ampun deh aku ini, ayu ayuu kamu bodoh tau tidak.
Aku takut jika dia tau aku mengidolakan nya sejak kanak-kanak, ia akan jengkel dan merasa risih jika ada fans berat nya bersekolah dengan dia, walau aku tau dia tidak akan begitu tapi tetep aku tidak bisa.
"Ay, aku bawa oleh-oleh dari ayahku, dia baru pulang dari USA, cemilan ringan kan kamu suka tuh" kata Bryan dengan sekantong jajanan elit yang ia bawa.
"Jangan panggil ay bisa kan?" Jawab ayu sambil melihat isi kantong tersebut.
"Bodolah, enak kalo manggil ay, kaya gimana gitu hehe" tertawa lah idola nya ayu jika melihat ayu kesal.
Iya Bryan itu Ramah, dia selalu saja mendekati aku sampai aku takut berharap lebih banyak dari sekedar ada disekitar nya, aku takut.
"Bryan Robson, please deh yaa, kamu tau sudah berapa perempuan bertanya padaku, apa aku berpacaran dengan idola mereka ini, capek jawabnya tau" ceplos ayu sambil nyemil.
"Biarin lah, gimana kalo kita pacaran? hahaha" jawab Bryan.
Oh idola ku, jangan bercanda seperti ini lagi, jantungku hampir lepas dari badanku ini Bryan..
"Ngaco" menjawab dengan singkat.
Mengapa aku sedekat ini dengan idola ku? Kau tau kenapa? Karena saat MOS 3 hari yang lalu ia selalu meminta untuk berteman kalo tidak dia bilang aku benci dia, hellooooo?? Benci? Jangankan jadi teman, Aku jadi pelayan mu saja mau idolakuu..
Bel bunyi istirahat~
"Jajan apa ya yang enak" ucapan Bryan setiap bel istirahat berbunyi
"Tak tau ya, bedalah mulut elit sama mulut kampung kaya aku ini" ledek ku pada nya,
"duluan ah, mau bantu ibu dulu, byee" lanjutku sambil berjalan ke kantin,
"ikut" kata Bryan.
Bryan makan nasi goreng ibuku, tidak juga sih, itu buatan ku juga karena dia pembeli dan meminta aku yang masak
"Waahhhh enak bangetttttt nasi goreng ini" teriak Bryan yang pak satpam depan sekolah juga bisa dengar mungkin.
Dia sengaja, sangat sengaja, dan tidak lama kemudian banyak lah murid mengantri dan memesan nasi goreng.
Betul, itu para fans nya..
"Ngebantu banget ya Bryan" dalam hati ku sambil menatap sinis ke arah nya dan hanya dibalas dengan senyuman jahat dari Bryan.
Kesal memang, tapi itu lah bantuan dari nya, terimakasih Bryan.. berkat bantuan mu, dagangan ibuku laris manis.
Bel masuk kelas sampai bel pulang sekolah dan di ikuti banyak tugas rumah~
kerja kelompok~
Bryan Robson ini bisa membujuk semua guru untuk membuat dirinya berpasangan denganku saat kerja kelompok.
"Kewarnet depan sekolah aja ya" usulku,
"ngapain ke warnet? Di tempat ku lengkap untuk kita kerja kelompok" jawab Bryan sambil beres² buku.
"Hmmm jauh kali, mau naik apa coba" melasku,
"kan ada supirku ay" kata Bryan.
Jujur aku sangat takut, yang ada di benahku bukan aku takut dia aneh-aneh padaku saat di tempatnya nanti tapi aku takut aku aneh-aneh padanya.
"Janganlah udah di warnet aja" keras kepalaku.
Dan setelah berdebat alhasil tetap ditempatnya Bryan, karna saat kita duduk di warnet, semua yang ada disitu meminta tanda tangan dan foto dengan idola ku ini.
__ADS_1
"Haha kan ngeyel sih dibilangin di tempat ku juga" ketawa lah Bryan.
"Bawel" kesalku menjawab.
Baru pertama kali nya aku datang ke tempat teman lelaki ku, ya karna biasa aku selalu bergaul dengan perempuan dan tak sedikit lelaki yang aku ajak ke warnet jika berkelompok denganku, wah sebenarnya aku sangat bersemangat, ingin tau seperti apa tempat idolaku ini.
"Ayo masuk" seru Bryan.
OMG , yampun.. gila sih? Ini apartemen dong, aku gatanya dan aku gatau kalo dia tinggal sendiri disini, gimana ini, aku takut aku aneh-aneh pada idolaku.
"Tinggal sendiri?" Tanyaku.
"Iya" jawab byran.
"Gausah takut, aku ga aneh-aneh ko, kalo aneh sedikit gapapa kali hehe" lanjut Bryan.
"Ga takut" singkat ku.
Bodoh kamu Bryan, seharusnya kamu yang takut.
"Mau minum apa?" Tanya Bryan.
"Apa aja keluarin semua" jawabku.
Bryan tau aku , makanan atau minuman apa aja masuk ke mulutku.
Aku menekan enter di komputer sambil berkata "akhirnya selesai" .
Haha iya betul, kita fokus mengerjakan tugas hampir dua jam setengah tanpa terhalang dengan keadaan yang hanya ada dua orang pemuda-pemudi di dalam ruangan tertutup, sungguh ironis.
"Wah ternyata kamu pinter banget ya ay" kata Bryan.
"Gausah ngaco deh, aku ngerjain cuma satu per empat aja dan sisanya kamu" jawab ku.
"Eh makan pizza yuk" lanjut Bryan.
"Engga mempan Bryan, aku gamau tinggal lebih lama disini, aku pulang" jawabku sambil beresin buku.
Sumpah sedari tadi bayangan dan khayalanku sungguh tidak baik jika aku terus berada di Dekat nya.
"Oh yaudah, niatnya mau beli pizza,jajamyong,jco,.." terputus ucapan Bryan dengan aku yang berkata "ayo pesan"
Maaf hati yang berdegup kencang, aku tidak bisa menolak makanan gratis ini.
"Makanan datang" kata Bryan yang baru saja keluar mengambil pesanan nya itu.
Waahhhh beda temenan sama idola, ahhhhh makin cinta aja sama idolaku ini..
Kita makan sambil ghibah
"Haha iya si Anton pas MOS dia malah pingsan karena disuruh makan pare" ketawa Bryan.
"Ngakak dan beneran kalo inget itu, sampe nangis kan tuh orang" nyambungku.
"Hahaha" tertawa bersama.
"Ke toilet dulu ya kebelet" kataku.
Sesudah dari toilet aku terburu-buru karna Bryan yang teriak akan menghabiskan makanan nya jika aku lama.
"Awas aja jajamyong ku di makan juga" kesal ku.
Sambil berjalan sedikit berlari, aku lupa menyeka kaki yang basah dan aku terpeleset.
__ADS_1
Brug..
terjatuhlah tubuh ku ke tubuh nya Bryan yang sedang duduk di sofa.
Tubuhku ada di atas tubuh idolaku? Aku masih syok dan menatap wajah nya yang begitu dekat.
Deg.. deg...
Aku terpikat akan ketampanan nya sampai aku sadar aku sedang bertatapan dengan dia dan langsung berniat untuk bangun dari tubuhnya itu.
"Aduh, maaf" kataku berniat bangkit dari tubuh idolaku.
Aku mengangkat tubuhku akan tetapi tangan Bryan memegang tanganku sampai aku terjatuh lagi dalam pelukannya.
"Apaan sih Bryan, aku mau bangun" berontakku
Bryan memegang pipiku dengan tangan kanan nya dan mengecup bibirku dengan lembut.
Aaahhhhhh my first kiss dengan idolaku?
Aku terdiam setelah satu kecupan itu.
Bryan menatapku kembali dan ia tersenyum.
Dia mencium bibirku lagi, ini bukan kecupan seperti yang awal? Dia berciuman denganku? Apa ini mimpi?
Aku tidak bisa bernafas dan jantungku mau meledak.
Nikmatnya ciuman Bryan, lembur bergairah dan ini bagaikan mimpi.
Aku tidak perduli ini nyata atau mimpi, jika mimpi tolong jangan bangun dulu dan jika ini nyata aku sangat bahagia.
Aku sungguh menikmati kelembutan Bryan dan di bawah punyaku ini aku merasakan punya Bryan yang membesar karena Bryan hanya menggunakan celana boxer sampai bisa aku rasakan.
Mungkin hampir 10 menit kita berciuman dan Bryan melepaskan ciumannya lalu membiarkan aku berada dalam posisi duduk.
Aku terdiam, sumpah aku ingin lagi.
Haha aku mendapatkan diriku berpikir mesum.
Aku tidak bisa berkata apa-apa.
"Cukup jelaskan jika aku menyukai mu ayu" kata Bryan.
Aku terdiam
"Ayu suka juga kan sama Bryan?"
Tanya Bryan.
Aku menjawab dengan anggukan.
Bryan tersenyum "mau yah jadi pacar Bryan?" Tanya Bryan.
Aku jawab dengan anggukan lagi.
Bryan memeluk ku.
"Ayo aku antar pulang, aku takut jika lebih lama lagi disini bisa lebih aneh-aneh dari tadi hehe" ketawa lah Bryan.
Hah lebih aneh? Aduhh ini udah cukup aneh Bryan Robson.
Merah pipi kita berdua.
__ADS_1
Sekarang idolaku jadi pacar ku~