IDOLAKU

IDOLAKU
INI NYATA


__ADS_3

Bryan Robson sang idola sudah datang dan menunggu depan rumah yang masih bisa lah di bilang layak tinggal..


"Ayu cepatlah, Idolmu itu sudah lama menunggu mu" teriak mama.


"iya ma.. bentar ya ampun" balik teriak dariku.


"maaf ya nak idol, ayu memang sedikit lelet kalo mau pergi sekolah, tapi dia gesit dalam hal lain kok" kata mama


"gapapa kok tante, ohya nama saya Bryan Robson, panggil aja bryan" jawab Bryan, seakan dia risih di panggil idol.


"oh maaf idol eh Bryan, tante suka susah manggil nama orang" perjelas mama.


"hahahaha iya gapapa" ketawa Bryan, karna sebenarnya dia sudah tau mama ku seperti itu, tapi seperti ini lucu bagi dia.


dasar jahil.


"udah kuy" keluar ku yang sudah siap.


"kuy" jawab Bryan dengan nada sedikit lebay.


Ahhh Bryan kau tau, aku jatuh cinta lagi pada mu.


sesampainya disekolah~


"eh eh liat tuh Bryan dan ayu keluar dari mobil bersama" terdengar bisik orang² sekitar yang melihat aku dan Bryan.


"Bryan" kataku.


"iya ayu sayang" jawaban Bryan yang membuat degdegan.


"kau lihat betapa banyak orang menatap kita?" tanyaku.


"kalo aku sih sering ditatap seperti ini" jawaban Bryan yang sangat jahil.


"hmm untuk mu bukan untuk ku" kataku sedikit kesal.

__ADS_1


"ayolah ayy.. kamu harus terbiasa, aku ingin seluruh dunia tau kamulah cintaku" rayu Bryan agar aku tak marah padanya.


"iyaudh iya" jawabku.


Bryan memegang tanganku dan berniat untuk bergandengan tangan ke kelas, kita sudah bicarakan ini di dalam mobil tadi saat berangkat.


tapi setelah Bryan pegang tangan ku, aku langsung melepas nya.


"Bryan aku belum siap, lain kali aja ya" kataku.


"lagian juga kan mereka tau aku dan kamu pacaran, jadi gausah di pamerin gitu ya, malu" lanjut ku.


"hmm sudah ku duga, tadi mah iya-iya aja sekarang berubah pikiran" jawab Bryan kesal.


"lain kali harus! biar gada tuh yang datang ke kelas buat minta no telepon dan mengirim surat serta hadiah cinta untukmu, menyebalkan" lanjut Bryan.


hahaha ternyata selama ini dia memperhatikan surat serta hadiah cinta dari lelaki di sekolah ini? senang nya..


"iya Sayangkuu" bisikku ku lembut di telinga Bryan.


lagipula ini di sekolah, aku aman hehe.


"ih genit ya pacarku ini" kata Bryan.


"hehe" tawaku sambil lari masuk kedalam kelas.


bel masuk berbunyi~


sudah guru ke tiga pelajaran dan habis ini istirahat dan tiba-tiba Bryan berdiri dari kursinya.


"Bu guru, ayu lagi datang bulan dan dia mau izin ke UKS katanya udh ga tahan sakit banget, sampai gabisa bilang sendiri ke ibu guru" kata Bryan dan menendang kaki ku supaya aku berakting kesakitan,


entah apa yang ada di benah idolaku ini.


"izin Bu" suaraku pelan sambil memegang perut yang menandakan dibagian mana yang sakit.

__ADS_1


Bryan tersenyum puas dengan akting ku.


nama ibu ini, ibu guru Yasmin, dia mengajar sejarah dan cukup perhatian pada muridnya.


"ayo ibu antar" kata Bu guru Yasmin cemas.


"biar saya saja Bu, ibu lanjut mengajar" kata Bryan yang pura-pura memopong ku.


sesampainya di uks~


" ada apa Bryan? sampai kamu berani membohongi bu guru Yasmin yang jelas-jelas khawatir pada muridnya" tanya ku.


mengapa aku berani berbicara terang-terangan dengan Bryan? dikarenakan UKS tidak ada penjaga nya jika sedang jam pelajaran, Karena penjaga UKS nya Bu guru Yasmin juga.


"ini gara-gara kamu tau ay" jawab Bryan cepat dan langsung menciumi diriku yang sedang duduk di kasur rawat UKS ini.


aku menutup mataku dan tidak berontak karena sungguh ini Nikmat.


suara jantung kita berdua bisa terdengar sangat jelas.


Bryan semakin ganas dalam mencium bibirku.


tangannya.. tangan Bryan bisa aku rasakan di atas dua dada ku, dia hanya mengelus nya dengan lembut dan aku suka ini.


"tapi tidak ini tidak benar" dalam benahku berbicara.


langsung aku mendorong Bryan dan membuat nya mundur beberapa langkah dari diriku.


"udah Bryan segini dulu jangan keterlaluan" pintaku.


jujur aku munafik , iya sangat munafik, padahal aku ingin tapi belum waktunya untuk lebih bagiku.


Bryan menatapku dan berkata "sekali lagi ya ayy" dengan muka yang dia buat seperti seekor kucing yang minta dikasihani.


aku menghela nafas dan menjawab "oke"

__ADS_1


Bryan menghampiri ku dan aku menutup mataku bersiap untuk mendapatkan ciumannya lagi.


__ADS_2