Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu

Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu
#10


__ADS_3

"Boy! apa maksud dari semua ini? kenapa harus dengan cara seperti menculik ku, hpir saja aku mati terlempar dari motor boy, tidak kah bisa dengan cara baik-baik?" omel Arya pada mantan sahabatnya itu, ya mantan sahabat karena Arya tak menemukan sosok sahabtnya dulu dalam diri boy sekarang


"beginikah cara orang kaya memperlakukan sahabatnya?" lanjut Arya


"Pengawal tolong bawa laki-laki ini keruang anggun" perintah boy pada pengawal yang tadi menculik Arya


tak ada suara dan tak ada bantahan karya Arya pun sebenarnya tak mau mencari maslaah, dia beranggapan kalau dia mengikuti maka akan segera selesai urusannya dan dia bisa segera terbebas. namun siapa sangka dia dibuat terperangah dengan pandangan yang dilihatnya


"Boy, tunggu itu kenapa cewek itu kamu perlakukan seperti itu? apakah kamu tidak punya hati?" geram Arya yang melihat Anggun sudah sama dengan OGJ yang dipasung.


"lihatlah Arya, posisikan dirimu ada pada posisiku apakah kamu akan sanggup?" suara Boy terdengar serak menahan isak

__ADS_1


"Maksud kamu apa boy? maksud kamu dia Anggun adik kamu? kenapa bisa seperti ini astafirullah doa apa yang telah aku perbuat ya Allah " rutuk Arya pada diri sendiri. Tak pernah ia bayangkan dirinya akan begitu menyakiti hati seseorang hingga begitu mengenaskan.


Perlahan dia memberanikan diri untuk berjalan mendekati perempuan yang aslinya cantik dan anggun sesuai nama yg dimiliki. dia berharap dengan dia menghampiri mungkin sedikit mengurangi depresi cewek tersebut.


"Maafkan aku dik, aku bahkan tidak menyadari jika tutur kata, perbuatan dan tingkahku begitu menyakiti perasaanmu." Arya mencoba membuka pembicaraan. Anggun yang mendengar suara tak asing itu langsung bangun dan


"Mas Arya, benarkah itu kamu mas? mas Arya ku, apakah aku sedang mimpi, tolong jangan tambah siksa diriku mas." anggun terisak karna dia tidak menyadari jika dia tidak sedang berhalusinasi.


" Aku mencintaimu mas, begitu mencintaimu. Aku mencintaimu pada pandangan pertamaku. Sejak aku masih duduk di bangku SMP saat mas masih sering datang kerumah dan bermain juga belajar bareng dengan kak Boy. Namun aku menyadari usiaku saat itu dan tak akan mungkin mas mempercayai omonganku, sehingga aku mengagumimu dalam diam ku mas." panjang lebar anggun berbicara selayaknya orang normal namun Arya tak menaruh curiga sedikitpun


"Aku selalu mengagumimu mas sampai pada akhirnya ketika aku sudah lulus SMA aku sudah jarang melihatmu bahkan hampir tidak pernah. Sehingga aku mencari tau dari kak Boy dimana tempat kulyah mas, aku bersikekeh mau sekampus denganmu sampai melewatkan kesempatan emas study ke Australia ku." sambung Anggun karna dia melihat tak ada niatan sedikitpun Arya mau menanggapi ucapannya

__ADS_1


"Tapi apa yang aku dapat mas? apa yang aku lihat? apa yang aku dengar setiap hari? semua orang mengagung-agungkan hubunganmu dengan gadis yang selalu bersamamu. sakit mas sakit sekali hati ini." tak terasa air mata anggun menetes dan suaranya pun sudah mulai terdengar berbeda


Boy yang tak tega ia segera pergi dari ruangan tersebut membiarkan mereka berdua menyelesaikan maslahnya sendiri


"Cinta pertamaku mas, yang ku jaga, ku pupuk berharap tumbuh subur dan aku dapat memetik bunganya, namun nyatanya setelah bertahun-tahun hal itu yang ku dapat mas. Bagaimana aku tidak sedih, tolong ajari aku mas tolooong. Bagaiman agar aku bisa melupakan mu, agar aku bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja." tanpa sadar anggun mengguncang-guncangkan tubuh Arya yang hanya diam mematung. Bukan ini yang dia harapkan, dia berharap Arya bisa simpati, kasian dan mau menerimanya. Bukan diam seribu bahasa


"Maaf, maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud menggores luka sedalam ini pada hatimu, bahkan aku tidak pernah menyadari keberadaanmu, maafkan aku." Arya mencoba untuk menjelaskan walau iya tau itu tak ada artinya, karna mungkin orang akan paham jika posisinya sama seperti kita, tapi rawan bicaranya tidak sama apakah mampu mencerna atau tidak.


"Dan maafkan aku, karna aku tak bisa berbuat banyak untuk mu, aku sudah terikat oleh wanita impianku." tanpa disadari kata-katanya justru menambah luka dihati anggun


"Jleb... perih, sakit, sesak hanya itu yang Anggun rasakan." Dan setelahnya hanya ada kepanikan

__ADS_1


__ADS_2