
Disaat teman-teman berkutat dengan skripsi, Ningrum justru sedang menikmati suasana yang begitu amat menenangkan hati dan jiwanya. Ya, dia sedang bersimpuh di depan rumah sang khalik pemilih hidup dan jiwa Ningrum.
"Kuserahkan semua perencanaan hidup dan takdir ku sepenuhnya padamu ya Rab, hamba yakin dan percaya engkau sebaik-baik perencana." kalimat terakhir dari doa tulus Ningrum.
Ia sudah semakin ikhlas dan lapang menerima takdir Allah, selain gagal dalam percintaan ia juga harus gagal dalam study akhir yang tinggal selangkah lagi ia gapai. Umrah adalah pilihan tepat yang ia ambil di kala keterpurukan dan kegundahan hatinya.
"Bismillah, semoga aku bisa menjalani dengan mudah. Kan ku kejar ketertinggalan ku, kan ku kejar kembali impian yang telah ku lewatkan walau mungkin tak akan semudah yang ku pikirkan." Arum bermonolog sambil berjalan menuju parkiran bandara menuju apartemen.
Sejujurnya Arum belum sepenuhnya dapat melupakan kejadian yang bagaikan mimpi buruk, bayangan kebersamaannya dengan Arya masih selalu terlintas walau bersusah payah ia lupakan. Tepat di hari pernikahan Arya, Arum sengaja menghindar dengan memilih bertolak ke tanah suci untuk umroh. Jelas dengan sadar dan sengaja ia menghindari acara tersebut walau ia tau itu tidak baik, tapi demi kebaikan maka ia pilih untuk tidak hadir.
"Aku tau aku tak akan mampu, hati dan perasaanku perlu ku benahi dan ku tata Nggi, jadi maafkan aku tidak bisa menemanimu hadir di acara Arya." jelas Arum pada Anggi sahabat baiknya.
"Aku paham rum, akupun tak kan memaksamu. Melihatmu sudah sedikit membaik pun aku sudah sangat bersyukur. Tapi tolong pertimbangkan lagi kepergian mu, 2 pekan lagi kita maju ujian meja rum." Anggi berusaha membujuk Arum agar tetap melanjutkan study akhir, walau dia tau Arum sahabatnya yang memiliki pendirian kekeh tidak akan bisa dibantah.
__ADS_1
"Mungkin belum rejekiku untuk lulus di tahun ini Nggi, aku akan baik-baik saja kamu tidak perlu kwatirkan aku. Akan dipaksakan pun tidak akan bisa Nggi, pikiranku sudah buntu, aku butuh menenangkan terlebih dahulu." kekeh Arum.
"Baiklah, baik-baik disana jangan lupa makan dan istirahat jangan kau pikirkan terus si mas Aryamu 🤭." cubit gemas Anggi ke pipi Ningrum.
"Iya bunda ku yang paling bawel 😀😀. sendiko dawuh 🤭🤭." Arum berusaha bercanda akan sahabatnya tidak terlalu memikirkan kondisinya.
merekapun berpelukan dan saling melepas kepergian Arum.
Walimatul'ursy Arya&Anggun
"Trimakasih nggi, saat cipika cipiki Arya sempatkan untuk bertanya dimanakah Ningrum berada. Sempat-sempat e Yo 🤭🤭
"Arum hanya menyampaikan salam dan permohonan maaf tidak bisa menghadiri acaramu mas, dia sedang menenangkan dan menata hati dan perasaannya." jelas Anggi.
__ADS_1
"Dimana dia nggi, apakah dia baik-baik saja? sampaikan salam maafku padanya 🥺." tutur Arya
"Iya, sudah fokus pada istri mu jangan lagi memikirkan hal yang buruk, Arum aman bersamaku ✌️." yakin Anggi dan iapun turun dari puadi dan pulang untuk melanjutkan bab akhir skripsinya.
"Maafkan aku rum, suatu saat nanti pasti akan aku jelaskan padamu ku harap engkau bisa menerima dengan ikhlas dan senantiasa dalam keberkahan dan kebahagiaan." batin Arya
Walau sejujurnya pernikahan ini bukanlah pernikahan yang diimpikannya namun wanita yang terbaring disampingnya kini telah sah menjadi istrinya. Walau bukan sekarang mungkin suatu hari nanti cinta itu akan tumbuh dan berkembang dengan seiringnya waktu. Kemudian ia pun ikut terlelap.
"Arum! Arum! jangan rum.....!" Arya tersentak dari mimpi buruknya, keringat bercucuran deru napas tak beraturan.
"Pertanda apa ini ya Rab ?" 😔
Happy Reading 🥰
__ADS_1
vote like n komen yah