
"Ya hallo mas, apa? kenapa?" tut... suara panggilan terputus. kejanggalan yang membuat Ningrum heran tidak pernah Arya menghubunginya tanpa salam dan sesingkat ini
"Ada apa lagi ya Allah, semoga semua baik-baik saja." Tanpa pikir panjang Ningrum segera menyalakan motor dan menuju tempat yang disampaikan Arya. Ningrum lebih senang dan terbiasa bepergian dengan motor agar terhindar dari kemacetan.
sesampainya ditempat tujuan Ningrum menyerahkan kunci dan helm ke tukang parkir, dan matanya menangkap sosok Arya yang nampak termenung di pinggir pantai.
"Mas Arya! mas kenapa lesu sekali? mas sakit?" Ningrum begitu panik dan memberondong Arya dengan berbagai pertanyaan. Namun Arya tidak membalas justru langsung memeluk Ningrum.
"Kenapa begini mas, jawab dulu pertanyaanku." Ningrum mencium gelagat aneh dan makin penasaran apa yang terjadi
"Biarkan mas begini dulu, sebentar saja ya, diem please." melas Arya
__ADS_1
Ningrum pun hanya diam menerima pelukan Arya namun tetap otaknya trafelling kemana-mana, menerka-nerka apa gerangan yang terjadi. Tidak lulus ujian proposalkah atau kena DO dari kampus kah, atau disuruh nikah sama emaknya.
"Amit-amit ya Allah jangan sampai itu terjadi." tanpa sadar membayangkan Arya dipaksa nikah Ningrum mengeluarkan kata-kata tersebut yang membuat Arya heran dan melepas pelukannya.
"Kenapa rum? apa yang kamu pikirkan sampai berkata begitu? mikir macem-macem tentang mas ya? dasar otak mesum." Arya berkata sampul nyentil hidung Ningrum dan gelak tertawa mereka berdua terdengar memecah kesunyian pantai di siang hari yang panas cetar membahana.
" Ihhh siapa juga yang mikir mesum, mas ngaco deh." Ningrum pipinya merona dan untuk menghilangkannya dia memukul balik Arya.
"Habis pakai ngomong amit-amit segala kan kayak takut diapa-apain saja. Mas orang baik Adek sayang gak mungkin akan mqcem-macem sama kamu. inget dan catet di otak nee Jangan cuma pelajaran saja yang diingat. Sesekali dipikirin mas mu ini kenapa ?" melas Arya dan dibuat wajah sememelas mungkin agar Ningrum simpati hahaha
"Rum, tadi banyak hal yang pengen mas cerita dan sampein uneg-uneg dihati dan pikiran mas, tapi setelah peluk dirimu kok semuanya hilang ya rum kayak udah ploong begitu." tanpa ngegombal ini kenyataan, tadi setelah bertemu gemuruh didada ingin segera dikeluarkan, tapi setelah ketemu Ningrum seakan mencair seketika.
__ADS_1
"Sejak kapan mas mulai tertutup dengan Ningrum? gak biasanya loh mas kayak gini, tau nggak malah bikin Ningrum curiga." sebel kan ya udah buru-buru mikir macem-macem pas sampai gak jadi cerita kan gemes author jadinya 😆😆
"Mas baik-baik saja sayang. Mas dari dulu sampai sekarang masih seperti ini tidak pernah berubah dan gak akan pernah berubah. " mulai ngegombal biar dipercaya hahahaha
"Gimana progres gambarnya? sudah finish? ada perlu bantuan atau mungkin ada kendala coba disampaikan rum." Ningrum dicecar pertanyaan terkait tugasnya, tugas mendesain sekolah impian atau taman baca anak-anak dikampung halamannya. karna terburu-buru Ningrum lupa memasukkan laptop yang berisi gambar yang sudah selesai dia desain.
"🤦." bukannya menjawab malah tepok jidat yg membuat Arya bingung
"Maaf mas tadi terburu-buru pas mas telpon kwatir kenapa-kenapa jadi laptop masih diatas meja belajar aku lupa memasukkan dalam tas." sesak Arum terhadap kecerobohannya, bisa-bisanya dia melupakan barang berharga dalam hidupnya
"hemmm, baiklah Ndak papa. kita nikmati saja yuk jalan-jalan sambil minum es kelapa itu diujung sana sepertinya masnya sudah buka." sambil berjalan dan menunjuk payung mas mas penjual es kelapa muda
__ADS_1
Happy Reading 🥰
nanti baru author up lagi yah 😘😘