
Setelah puas menikmati keindahan alam dan juga Arya rasa sudah cukup lega perasaannya walau ia belum sempat menceritakan semuanya ke Ningrum mereka sepakat untuk pulang
"Pulang yuk mas, sudah sore. Nanti Ningrum dicariin soalnya tadi buru-buru Ndak sempat pamit ke orang rumah." ketika dirasa Arya baik-baik saja Ningrum mengajak Arya untuk pulang.
"Baiklah anak manis, tapi janji besok ketemu bawa hasil gambarnya ya, mas butuh secepatnya." setuju Arya sambil mengingatkan terkait gambar desain bangunan yang sedang didesain Ningrum.
Mereka pun pulang dengan kendaraan masing-masing dan terpisah dipersimpangan jalan.
"sepertinya ada yang mengikutiku ya." monolog Arya ketika melihat ada sebuah mobil mewah mengikuti arah pergerakan motor nya.
"apa aku berhenti saja ya? tidak tidak jangan sampai orang tersebut berniat jahat padaku lebih baik aku tambah kecepatan motor ku." Masih setia dengan ngomong sendiri, walau tidak dipungkiri ada rasa cemas dalam hati Arya, bukan dia mencemaskan dirinya tapi kwatir jika ada mobil yang juga mengikuti dan mencelakai Ningrum.
__ADS_1
Arya sudah berusaha menambah kecepatan namun apalah daya ibarat kata perbandingannya motor yg ia kendarai dengan mobil yang mengikuti ibara langit dan bumi. Pas jalanan mulai sepi tiba-tiba mobil tersebut mendahului dan tiba-tiba berhenti menghadang jalan Arya.
"Ckiiiiiit," suara rem tiba-tiba dan naas nya karna belum siap dengan kejadian yang tiba-tiba membuat Arya terpental dari motornya. Bersyukur jalanan tersebut sunyi dan dia jatuh di rerumputan, tidak terbayang jika ramai kendaraan dan masih di jalan poros mungkin kepalanya akan terbentur trotoar. Arya beristigfar dalam hati agar sedikit tenang sambil memperhatikan sosok yang turun dari mobil mewahnya.
"Jangan terlalu berlagak sombong anak muda jika hal sepele seperti ini saja Anda belum bisa menangani dengan baik." ucapan orang tersebut makin membuat Arya bingung, apa maksud dari ucapannya
"Maksud anda apa ya? Anda siapa, bahkan saya tidak pernah berurusan dengan anda?" Arya paksa bicara walau sebenarnya sedang menahan sakit siku dan lututnya yang sedikit ceder.
Cepat seret dan masukkan dia ke dalam mobil, perintah orang tersebut ada rekannya. karna kondisi Arya yang sedikit lemah dia tidak memberontak, karna pikirnya sama saja karna dia sendiri juga cedera sementara mereka bertiga dengan kondisi bugar dan kekar. Mungkin saat ini yang terbaik adalah mengikuti permainannya.
Merekapun laju dengan mobil mewah membawa Arya pergi bersama dengan tujuan yang Arya sedikitpun tak mengetahuinya.
__ADS_1
Karena kwatir terhadap nasip Ningrum Arya mencoba mencari celah untuk bisa mengirim pesan ke Ningrum
" De' Rum, jaga diri baik-baik jangan dulu keluar atau rencana menemui mas sebelum mas menelpon mengabari. Mas ada sedikit urusan harus keluar kota dalam berapa hari ini. Mas akan selalu merindukanmu rum."
"Ting" suara pesan masuk di hp Ningrum
diulang-ulang ketika membaca mencermati maksud dari isi chat dari mas Arya.
"apakah mas baik-baik saja, kenapa perasaanku tidak enak ya, tidak biasanya mas chat seperti ini. seakan memberi tanda bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
"ya Allah lindungilah mas Arya dimanapun ia berada, mudahkanlah urusannya diluar kota dan kembalikan ia padaku dalam kondisi sehat. aamiin" doa tulus Ningrum berharap Allah mendengar dan mengabulkan doanya
__ADS_1