
"Aku mau membantumu, tapi dengan 1 syarat. Jika kamu menyetujui syarat ku sekarang juga saya tulis cek sejumlah yang kamu butuhkan." sambil memberi cek kosong Boy menyampaikan kesediaannya membantu Arya jika setuju dengan syarat yang diajukan. Boy adalah kakak satu-satunya Anggun yang amat menyayangi Anggun dan menjadi lelaki satu-satunya yang anggun punya karena sejak kecil ayahnya terkena musibah saat bekerja.
Arya tak mampu berkata-kata dia menatap jauh ntah apa yang dia firikkan, intinya dia tidak lagi mengenali Boy sahabatnya yang dulu. Apakah karna dia sudah sukses dengan bisnis furniture nya sehingga dia berubah seperti ini, ntahlah
"Jika kamu bersedia, jika tidakpun tidak menjadi masalah buat say karena yang datang dan butuh kan kamu Arya bukan saya" sambung Boy karna melihat sahabat lamanya tak bergeming, mungkin sakit kata-katanya tapi dia harus bersikap seperti ini agar tujuannya pun dapat tercapai.
"Apa syaratnya Boy? jika saya sanggup insyaallah saya setuju namun sebaliknya jika berat dan rasa saya tidak mampu saya mundur." jawab Arya mantap tanpa keraguan.
__ADS_1
"Menikahlah dengan Anggun, dia adikku satu-satunya dan kiranya kamu orang yang tepat untuk menjaganya hingga masa tuanya nanti." jelas Boy singkat dan padat namun membuat syok Arya yang mendengarnya
"Bagaimana itu mungkin Boy? q bahkan tidak pernah bertemu dan tidak mengenal Anggun adikmu! menikah bukan perkara main-main Boy. Dan mohon maaf hati saya sudah terisi oleh nama seseorang yang selalu ku sebut setiap doa ku." Arya pun tak mau terlihat lemah dia berusaha menjelaskan apa adanya sesuai kenyataan yang dia alami, Ningrum sudah memenuhi hati dan doa nya.
"Kamu jangan egois Arya, Anggun depresi karna kamu. Tanpa kamu sadari sejak kita bersahabat dulu Anggun selalu diam-diam mencuri pandang terhadapmu. Namun dia pendam karna dia sadar belum waktunya untuk mengutarakannya. Bahkan dia rela menolak beasiswanya untuk ke Australi hanya berat ingin selalu memantau mu. tapi apa yang dia dapat? bahkan duniamu dipenuhi wanita kampungan itu!" Boy geram dan berapi-api ketika menyampaikannya. Sesak di dada yang dia pendam selama ini melihat adik kesayangannya bahkan dia hampir tak mengenalinya.
"Ningrum! gadis itu memiliki nama yang indah dan cantik sesuai rupa dan akhlaknya. mungkin dia terlihat kampungan Dimata orang kaya dan sok sepertimu. Tapi tidak dimataku, bagiku Ningrum wanita yang sempurna." Arya mengatakan dengan tegas, tak lagi dia pandang lawan bicaranya.
__ADS_1
"Mohon maaf Boy saya tidak dapat membantu banyak dirimu, jika berkenan mungkin bisa pertemukan kami. akan aku coba menjelaskan agar dia memahami semua ini, aku pamit. Assalamualaikum." Arya pun pergi dari ruangan Boy tanpa menunggu salam yang sepertinya enggan Boy balas.
"Tunggu Arya, tolong pertimbangkan tawaranku, hubungi aku atau datang kemari jika kau berubah pikiran." ucapan terakhir yang Boy sampaikan sebelum akhirnya Arya benar-benar hilang di telan lift kantor Boy. Tanpa jawaban bahkan tanpa melihat Boy yang memohon untuk terakhir kalinya Arya segera menuju lift ke tempat parkiran. Sepertinya hari ini adalah hari kesialan buat dirinya, tak pernah sekalipun dia membayangkan akan menikah dengan wanita selain Ningrum.
"Astafirullah, cobaan apa ini ya Allah? sampul menyapu wajahnya yang nampak prustasi, dia mengambil hp dan menghubungi seseorang, seseorang yang sangat iya butuhkan.
"Hallo, temui mas di tempat biasa." sangat singkat instruksi Arya melalui telpon yang ntah siapa orang disebrang sana hanya Arya dan Author yang tau 🤭🤭
__ADS_1
Happy Reading 🥰
mohon maaf author baru sempat up karna ada kesibukan terkait persiapan ujian.