Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu

Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu
#6


__ADS_3

Hujan tak kunjung reda sedang hari makin gelap Arya dan Ningrum terjebak hujan di area perpustakaan kampus


"Rum, mas pengen sekali buat kelompok belajar atau sekolah di kampung kita, kamu mau kan bantu mas walau sekarang kamu sudah menetap di kota?" Arya menyampaikan niat baiknya pada Arum.


"Jelas mau dong mas, apa sih yang nggak buat mas ku. Trus Arum harus ngapain?" Ningrum menatap Arya dengan sok imut dan sok serius ini yang bikin Arya makin gemes.


"Bantu doa sudah pasti lah rum, tapi dukunganmu buat mas juga lebih penting. Mas mau kita garap bersama. Walau mungkin tak menghasilkan uang setidaknya kita menghasilkan generasi emas masa depan kampung kita rum." jelas Arya sambil membelai rambut Ningrum yang tergerai hingga bawah bahu dan ini yang membuat Ningrum makin nyaman berada di sisi Arya.


"Trus kapan kita akan memulainya mas, setidaknya kita harus mencari donatur yang siap membantu atau paling tidak punya kedekatan ke pihak-pihak yang bersangkutan di dinas terkait, jikapun tidak swasta mungkin bisa dibangun sekolah negri kan?" sambung Ningrum memastikan

__ADS_1


"Serahkan itu ke mas, Arum cukup mendesain nya dan merincikan kebutuhan-kebutuhannya." Arya memberikan Arum tugas mendesain dan merancang sekolah impiannya tersebut. "


"Siap, titah paduka akan segera saya laksanakan." Arum begitu antusias dan semangat. alasan dia mengambil bidang pendidikan karna impiannya seperti ini, tidak muluk-muluk harus jadi pegawai negeri tapi cukup dengan menyediakan fasilitas untuk anak-anak menimba ilmu sudah jauh lebih membanggakan bukan.


Walaupun masih membutuhkan sekitar 1 tahun untuk menyelesaikan study nya namun jauh-jauh hari rencana ini harus di rancang sehingga selesai kulyah rencananya sudah bisa dijalankan.


Berbagai usaha sudah dijalankan mereka berdua dari menyusun proposal mendesain bangunan serta mencantumkan visi misi, hingga menunjukkan progres yang cukup baik. Dengan waktu kurang lebih 6 bulan sudah mencapai 60%, tinggal menunggu donatur yang royal untuk menyumbangkan dana insyaallah bisa terlaksana dengan baik.


"Ternyata sulit ya membangun istana tanpa modal yang besar, huff.... " Arum menyampaikan keluh kesahnya. Bukan hanya mereka berdua sebenarnya yang menggarap, ada juga Anggi dan Anggar sepasang sodara kembar yang cukup unik karna berbeda sifat namun bisa bekerja sama untuk proyek besar ini.

__ADS_1


"Sabar rum, yang penting kita sudah berusaha sudah berdoa sisanya serahkan pada sang khalik penentu akhir." timpal anggar yang memang anaknya lebih dewasa juga agamis banget, Ikhwan terkenal di kampus sudah cakep, baik lagi uuuhhh buat ciwi-ciwi meleleh 🤭. Anggar juga yang selalu menasehati Arum untuk berhijab namun ntah lah hidayah belum sampai pada hatinya.


"Iya rum, kamu yang sabar ya. jangan patah semangat apalagi berniat meninggalkan mas nglakuin semuanya sendirian." kata-kata Arya ini yang selalu membuat iri anggar dan Anggi, anggar yang sejak awal sebenarnya menaruh hati pada Arum.


"huuuf dunia milik berdua gaaaesss, kita-kita ngontrak ya bang...." canda Anggi yang sedikit lebih petakilan ketimbang Anggar yang jauh lebih tenang


Tiap hari mereka berempat seperti itu kalau tidak bahas tugas kampus ya bahasanya proyek besar mereka. jika waktu libur atau akhir pekan mereka berempat selalu meluangkan waktu untuk mengeksplor wilayah-wilayah yang menyajikan pemandangan indah dan unik, atau sesekali mereka mendaki gunung itu jika libur panjang.


pertemanan yang seru, saling support

__ADS_1


vote, like komen ya demi kemajuan karya Author ke depan


Happy reading. 🥰🥰


__ADS_2