Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu

Ijinkan Ku Mencintaimu Walau Ku Tak Dapat Memilikimu
#3


__ADS_3

Acara pun telah selesai saatnya perjamuan di rumah kepala desa sebagai penghormatan terhadap tamu


"silahkan masuk dek Ningrum," sapa Bu kades dengan ramah


"njih buk," balas Arum sambil tersenyum


"mbok menetap dulu di sini, warga sini dan generasi penerusnya sangat membutuhkan motivasi dek Ningrum loh." sambung pak kades ikutan nimbrung obrolan mereka berdua.


"bener dek Ningrum, anak2 banyak yang putus sekolah, tidak sedikit juga yang tidak mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi puas dengan lulusan SMP, bukan karna tidak alasan tapi pertama faktor pergaulan dan dukungan orang tua yang sangat minim." kisah Bu kades


"Bapak sudah sering mengingatkan, menyampaikan bahkan memberikan motivasi berupa beasiswa yang bapak alokasikan dari dana desa, tapi mereka lebih memilih untuk menikah muda," lanjut pak kades

__ADS_1


Ningrum hanya sebagai pendengar keluh kesah sepasang suami istri yang ditinggal melanjutkan study oleh anak-anak nya. sepasang suami yang tak lagi muda namun semangatnya masih membara melebihi anak-anak muda. Panutan dan tuntunan bagi generasi muda lainnya bahkan Ningrum pun bangga dengan beliau berdua


"Dek rum, pemahaman orang tua mereka masih sebatas perempuan itu tidak perlu menuntut ilmu tinggi karna kodratnya dirumah bukan bekerja, ditambah tidak ada motivasi dalam diri anak untuk sekolah dan memilih nikah usia muda jadi tantangan tersendiri buat kami." tambah bu kades


"mohon maaf bapak dan ibu bukan Ningrum tidak mau dan tidak mau ikut andil dalam hal ini, namun untuk saat ini Ningrum belum bisa terlibat terlalu dalam karna ada tanggung jawab lain yang harus dijalankan dan bukan hanya desa ini tapi seluruh desa dipelosok negri menjadi sasaran program kami, Ningrum tidak janji namun insyaallah akan diupayakan untuk sering-sering mengadakan kegiatan dan menjadikan desa ini salah satu dari sekian desa yang masuk dalam program kami." jelas Ningrum


Memang bukan hal mudah buat Ningrum disisi lain ada tanggung jawab dan disisi lain panggilan jiwa, namun ia memiliki tekad insyaallah dikemudian hari ia bisa merubah secara pelan manset orang desa ini.


Mereka pun makan menikmati makan malam sambil ngobrol ringan terkait kesibukan dan program-program yang tengah digarap Ningrum.


Keesokan harinya Ningrum tengah berkemas untuk bertolak ke kota karna ada program bina desa di wilayah lain sehingga ia tak bisa berlama-lama di desa ini. Sebelum kembali disibukkan dengan rutinitas ia sempatkan untuk menikmati pemandangan luasnya pematang sawah yg menghijau dan riuhnya para penjaga mengusir burung Pipit yang sedikit mencicipi manisnya padi.

__ADS_1


"Rum, bisakah kita bicara sebentar?" ucap Arya ketika berpapasan dengan Ningrum.


"Maaf mas mau bicara apa ya? jika itu terkait program dan kerjaan bisa ditunda dulu, karena aku ingin sedikit saja meluangkan waktu dan membebaskan pikiranku dari urusan pekerjaan." balas Ningrum, sedikit menolak karna sebenarnya ia belum nyaman untuk berinteraksi dengan Arya, ada hati dan perasaan yang harus di jaga disini.


"Tidak Rum, bukan masalah pekerjaan. Tetapi ada yang perlu aku selesaikan dan luruskan masalah tentang kita, agar aku bisa lebih tenang dalam menjalani hidup ini. Saya tidak pernah tau sampai kapan usia ku dan masih bisakah berjumpa denganmu untuk menjelaskan semuanya dan meminta maaf padamu." jelas Arya panjang lebar.


Ningrum bukan membalas dengan kepastian malah dia bengong, dia tidak habis pikir setelah selama ini baru dia ingin menjelaskannya. Dimana dia disaat aku terpuruk dan gagal dalam study akhir, lamun Ningrum.


like, vote, komen sangat diharapkan untuk perbaikan karya Author kedepan.


Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2