
Nama ku Rein syaputra,seorang driver ojek online di sebuah kota kecil di Jogja,menjadi driver ojol bukan pilihan atau impian.tapi mungkin karena keadaan 😁 tapi aku tetap bersyukur ,toh nyatanya aku bisa menghidupi keluarga ku ,mesti banyak pandangan negatif merendahkan tapi perjuangan harus terus di lanjutkan berpikir positif aja.
Seperti halnya yg lain aktivitas ku banyak di jalan,pergi pagi setelah subuh pulang malam ,ya mau gimana lagi, semakin lama orderan semakin sepi,sistem berubah\-rubah semakin sulit untuk mendapatkan uang,tapi harus tetap semangat dan berjuang untuk keluarga tercinta.
Sudah 3 tahun aku menjadi driver ojek online,sejak usaha ku jatuh/bangkrut ,tidak ada pilihan lain selain survive bertahan hidup yg memang tidak mudah,di tengah lilitan hutang dan sulitnya mencari pekerjaan.apapun ku kerjakan,menjadi tukang batu ,kayu,supir dan pelaku seni.sampai akhirnya bisa daftar jadi driver ,ya Alhamdulillah sedikit berkurang beban, karena ada pekerjaan tetap yg tidak begitu membebani waktu berkarya atau pekerjaan lain.
3 tahun di jalan bukan waktu yg sebentar banyak romantika hidup yg kualami dari yg senang sampai yg sedih menyusahkan kadang menjengkelkan.
kebanyakan dari teman2 ...mereka berkelompok, berkerumun di tempat 2 yg ramai order atau di dekat restoran yg terdaftar di aplikasi,di tempat berkumpul mereka bercanda,ngobrol,bermain game atau kadang ada juga yg tertidur di tempat yg mereka merasa nyaman,kadang sedih hidup tergantung sistem ataupun banyak nya order,kita terlihat seperti sampah yg tertumpuk di setiap pojokan kota...ya kadang jika ada yg tidak berkenan, masyarakat ,kelompok tertentu atau aparat sering juga mengusir kami...kadang dari kami ada yg marah atau tersinggung tapi ada juga yg sadar dan menyadarkan.kadang keberadaan kami pun memang sedikit mengganggu kenyamanan jalan ataupun privasi konsumen restoran...mau gimana lagi paling kita berpindah mencari tempat lagi untuk menunggu order😩😩😩....kadang di antara kami pun sering terjadi gesekan perselisihan antar grup yg mengakibat kan tawuran antar grup atau dengan ojek pangkalan.berat...amat sangat berat,aku sering menghindar dari kumpulan teman2,bukan anti sosial tapi amat sangat takut jika terjadi kesalah pahaman,sebab tidak semua orang sama dalam segi pemikiran, moral,pengetahuan.perbedaan karakter dan lain2,makanya aku sering menyendiri tapi tetap freindly,selalu menyapa saling menghormati.
Dalam kesendirian sering ku luangkan waktu untuk membaca,menggambar atau menulis...iya itu karena semua termasuk hobi dan harapan,suatu saat mungkin akan menghasilkan walau pun itu seperti harapan kosong,tapi gak apa2 buat motivasi juga😁.banyak yg ku tulis,politik ,agama,puisi, sosial ,sejarah,kadang budaya,tapi itu bukan untuk konsumsi publik atau sosmed...yah cuma buat kepuasaan batin aja...di tengah kegalauan hidup.
Perjalanan panjang ini,entah sampai kapan berakhir....walaupun aku tak pernah berpikir tentang bahagia di ending cerita hidup ku... upayaku hanya ingin semua orang yg ku sayangi bahagia,mungkin ini salah satu alasan aku masih hidup sekarang.aku sengaja merantau ke daerah yg ramah menurut ku,ikut istri ke Jogja...sebab aku ingin melupakan masa lalu suram ku dan tidak mau membangunkan sisi gelap ku☹️☹️☹️.
Dulu aku terlahir di sebuah kota kecil di Jawa barat,kota yg indah ,agamis\(dulu\) tapi sarat kekerasan dan premanisme,di situ siapa yg kuat dan kaya dia akan di hargai,kalo kita lemah jangan harap kita punya harga diri.sudah 40 tahun sejak kelahiranku dulu...sering ku dengar cerita kelahiran ku yg janggal dari kedua orang tuaku.," Katanya ketika aku lahir beda dengan yg lain...!! Aneh sih kedengarannya,tapi begitu ceritanya.ketika ku lahir,dukun beranak yg membantu ibuku melahirkan berbicara,"ini anak akan beda dengan yg lain,"...bapak ibuku hanya diam,kurang paham juga apa yg di bicarakan Mak Enok dukun beranak itu.tapi itu menjadi semacam sugesti entah positif atau negatif ,dan bapak ibu selalu bilang padaku bahwa kamu bakal beda dengan anak lain...??.. bingung mikirnya,waktu itu aku tidak peduli karena masih anak2 dan kapasitas berpikirku pun belum menyentuh hal itu.
setelah aku sekolah taman kanak2 kami pindah ke Jakarta karena bapak kerja di sana.ini awal aku tahu makna kata istimewa yg di ucapakan Mak Enok dukun beranak itu..😂meskipun bagiku itu buka istimewa tapi penyiksaan😂.iya awal pindah ke Jakarta kami ngontak di sebuah kontrakan di tanah kusir,kontrakan kecil di isi bapak ibu ,kakak dan adiku.di situ awal aku mengetahui hal gaib,yg kadang aku sendiri tidak mempercayai nya meski di mataku itu benar2 nyata.
Mahkluk yg pertama ku lihat seperti anak kecil, berkulit hitam legam, matanya menyala dan kuping nya lancip,aku langsung teriak keras hingga bapak yg belum tidur langsung kaget dan berbalik bertanya"ada apa ein,\(ein panggilan ku di keluarga,karena waktu kecil mungkin aku belum bisa mengucapkan kata utuh namaku,sampai sekarang semua keluarga dan saudaraku memanggil "ein",kalo teman2 sekolah dan lingkungan memanggil nama terakhir ku "putra"atau Rei/Rey...jarang sekali ada yg memanggil nama depanku utuh "Rein"😁\)
"Ada anak kecil item pak" jawab ku.
,"Di mana," bapak menghampiri... Tapi anak kecil itu pergi dan bapak tidak melihat,setelah itu bapak malah menasehati makanya kalo tidur berdoa jangan melamun.😞😞😞 Kejadian itu sering berulang,hingga akhirnya bapak memutuskan pindah kontrakan ke tempat yg lebih luas.
Aku begitu senang pindah kontrakan ke suatu daerah di pondok Betung, tempatnya agak luas dan yg terpenting aku jauh dari teror anak kecil itu😡.di pondok Betung aku mulai sekolah SDN inpres 4 dan punya banyak teman,salah satunya Tuti Ningsih yg tetangga rumah juga dan bisa punya teman dekat Wili Pohan namanya😅😅😅tapi perkenalan ku dengan Wili Pohan di awali beberapa kali pertarungan,entah kenapa ketika pertama bertemu kesan nya wajah nya serem dan menindas,tubuhnya berisi karena untuk saat itu termasuk orang berada,aku curhat ke bapak ku tentang anak itu,bapak cuma bilang ya itukan karena kamu belum kenal saja,dan ketika kamu terjun ke dunia yg sesungguhnya,kamu harus berkarisma dan terlihat serem biar di hargai.,"terus apalagi pak," aku penasaran bertanya.
,"Ya dengan kemampuan kamu harus supel,pintar bergaul,cerdas atau dengan pertarungan ,tunjukan kemampuan sama tekad kamu,biar tidak terlihat lemah," bapak menjawab sambil tersenyum
,"Berarti aku harus belajar beladiri pak,biar hebat tidak terkalahkan kayak pendekar,"aku menjawab bersemangat
Bapak tertawa😅... ," Iya,tapi ...bapak punya cerita ,di tanah kelahiran mu ada tokoh sakti dia seorang bupati pertama yg sakti mandarguna yg katanya bisa memindah kan sungai besar, tempat kakek mu itu kan dulu nya sungai terus di alihkan ke pojok desa,"bapak bercerita.
,"Wah...😀hebat pak...terusin pak ceritanya," pinta ku penasaran
," Iya... Tokoh itu bernama ," eyang Aria wiratanu datar,"makamnya ada di kota kita,dia penguasa Cianjur dan para mahluk alam ghoib gunung gede," bapak bercerita sambil tersenyum.
,"Wooow keren pak,"...
,"Katanya kalo ada anak keturunan nya yg rajin belajar,Sholeh,dan nurut orang tua pasti di turunkan ilmu kesaktiannya,"di sela minum dan lelah nya selepas pulang kerja bapak tetap bercerita.
,"Aku bisa pak," tanya ku
,"Ya pasti bisa ...kamu kan pintar...,gini aja sekarang kamu belajar,besok ikut daftar belajar karate biar hebat... Dan menurut cerita,jika kamu ada masalah eyang Aria itu pasti bantu," bapak tersenyum sambil menghisap rokoknya
,"Gimana caranya pak,"pinta ku
..," nah kalo kamu ada masalah baca aja bismillah terus sebut namanya 5 kali dan injak bumi 5 kali," kamu pasti punya kekuatan...ucap bapak...setelah itu bapak bicara ,sudah sore,bapak mau mandi...jangan lupa nanti ngaji selepas magrib.
,"Iya siap pak...besok cerita lagi ya," 😁rengek ku pada bapak...bapak berlalu sambil mengiyakan.
Di luar ada teriakan kecil anak perempuan,itu pasti tuti pikirku,aku langsung keluar menghampiri.
,"Ayo Rei ,main..,
,"Di mana ," jawabku
,"Ya ngobrol aja di rumah kontrakan yg belum jadi,kami pun langsung berjalan ke arah kontrakan yg belum jadi di sebelah.
,"Eh Rey...kamu dari Cianjur ya...jauh..
," Iya...iya jauh kayaknya,kalo kamu dari mana,Tut,"
,"Aku ,ayah ibuku dari Wonogiri Jawa tengah," jawab Tuti
,"Gak kepikiran mana itu Wonogiri atau Jawa tengah itu di mana," pikir ku cuma sekitaran Jakarta.
,"Kamu udah punya teman di sekolah Tut," tanyaku
,"Udah ....kamu,"😀 Tuti tertawa
,"Itumah jangan jawab," 😏
,"Aku tadi kenalan sama Sri Yulianti,Sinta,Linda,Upik Nurhayati sama siapa lagi lupa...," Tuti berusaha berpikir.
," Kalo kamu Rey,"dah kenal siapa aja,"tanya Tuti.
,"Belum ...males lah,"
__ADS_1
,"Hay jangan gitu,gak baik tau,"Tuti menunjuk memperingatkan sikap ku
,"Iya ...iya besok tak cari teman...eh tadi ada seh yg aku kenal,namanya Wili Pohan orangnya putih badan nya gede,tapi wajahnya malesin,besok mau aku tantang berantem,"sambil ku pegang dan kepalkan tangan ku .
," Hei...Rei kamu anak nakal,gak boleh gitu nanti di hukum loh sama Bu guru...
," Engga lah...jangan ketahuan donk,"😁😁 aku meyakinkan Tuti
," Heeem nanti tak kasih tau bapak ibu mu loh," ancam Tuti
," Jangan dong,aku kan cuma becanda," aku menjawab sambil selalu mengingat mantra yg tadi di ajarkan bapak.
," Ya udah...eh boleh lihat tangan mu yg kiri," pinta Tuti.
," Nih...ada apa ..emangnya,"
," Pantesan di pergelakan tangan mu ada tahi lalat besar,kamu pasti jadi anak nakal tukang berantem," 🤨🤨🤨
,"Masak sih,"aku penasaran
,"Iya kata bapak ku gitu,"
,"Dah biarin aja," ku tarik tangan ku yg di pegang Tuti.
," Eh dah magrib ayo sholat terus ngaji,..Rey,' dadah Rey..Tuti berlari ke arah rumahnya.
Besok nya setelah pamit sama bapak ibu,aku berangkat ke sekolah dengan semangat ,di hati terus menghapal nama eyang tersebut,"eyang Aria wiratanu datar, pikir ku ini pertarungan pertama ku harus menang dan menguasai kelas😎.20 menit aku berjalan ke sekolah bersama kakakku,maklum sekolah ku jauh hampir 2km dan waktu itu belum ada angkot juga.sesampai di sekolah,masuk kelas belajar dan berkenalan setelah itu istirahat,aku gak kepikiran untuk jajan dulu,uang saku seratus rupiah cuma tersimpan di saku,tapi aku tetap ke kantin untuk mencari Wili,anak yg terlihat dominan di kelas.di perjalan ke kantin ku lihat Tuti melambaikan tangannya
,"Hai Rey... Rey...rein," teriak Tuti
," Ada apa teriak2,"..
," Ini ku kenalkan teman ku,namanya Upik Nurhayati sama Sri Yulianti,"
,"Iya nama saya Rein,"kulihat Upik yg berkulit putih dengan rambut di ikat kebelakang dan Sri yg panjang juga rambutnya dan berkepang dua,berkulit hitam manis.," Udah ya ,mau ada perlu," tegas ku
,"Sombong kamu Rei,awas nanti di rumah,gak tak kasih pinjami majalah bobo,"ancam Tuti
," Iya...iya,maaf..," aku berlalu karena waktu istirahat tersita mereka.sesampai nya di kantin,aku melihat sebenarnya hampir tertarik untuk jajan,tapi nanti lah..seketika pandanganku terarah ke sudut kantin...di situ Wili sedang makan sesuatu melihat ku juga.
Sebenarnya hati berdebar gak karuan ketika menghampiri Wili,
," Iya ada apa,"(Wili)
," Nanti kita berantem ya sepulang sekolah,"(Rei)
Tanpa pikir panjang dan entah apa yg ada di pikiran Wili ia langsung menjawab iya...😅😅😅setelah itu lonceng berbunyi,kami masuk ke kelas,terasa tegang suasana kelas,Wili sering melirik dengan garang dan aku pun berusaha santai dan tidak tegang,mungkin pikiran Wili berkata,"kenapa anak itu nantang berantem tanpa sebab ,umumnya di awal masuk sekolah biasanya berkenalan cari teman baru.tuti seperti membaca gelagatku dengan Wili ,ia ikut terlihat tidak nyaman...lonceng pun berbunyi tanda pulang,ku bereskan buku ku,menunduk ke arah meja tapi tiba 2 betapa kagetnya,di samping ku sudah berdiri Tuti sambil berkata,"ayo pulang bareng,"kalo pulang Tuti memang sering jalan,karena ayahnya kerja jadi cuma bisa antar pagi saja dengan vesva warna birunya.
,"Engga...kamu pulang duluan aja,sama kakakku,"(Rei)
," Ayo pulang bareng,...kamu pasti mau cari masalah,nanti aku aduin loh," (Tuti)
," Hey kamu jangan bawel...engga ada apa2,aku mau ke perpustakaan...mau pinjam buku," tegas ku
," Bohong....ya udah...," Tuti berlari ke arah kelas 2 yg baru bubar mencari kakak Rei, sekalian menjelaskan kalo Rei mau pulang sendiri.
Setelah Tuti pergi ,Wili yg tidak beranjak dari bangkunya langsung ku hampiri,
," Jadi gak," (Rei)
," Ayo siapa ,takut ,di mana," (Wili)
," Lapangan voli belakang sekolah,"( Rei)
"Oke," Wili mengangkat tasnya melewati ku dengan sengit nya.
Sesampainya di lapangan tas ku dan tas Wili di taruh di atas tanah dekat tiang voli.
," Ayo," ucap Wili lantang.
," Oke sebentar," di situ aku bersikap konyol,aku menundukkan kepala ku membaca bismillah dan menyebut nama bupati pertama Cianjur ,eyang Aria wiratanu datar sebanyak 5 kali dan menggebrak kaki ke tanah 5 kali juga.
," Ayo aku sudah siap,"..setelah itu baku hantam terjadi,ya seperti pertarungan anak kecil pada umum nya, berlangsung sengit sampai bergulat di tanah,pas di tanah,aku berteriak,"sudah...sudah,besok lagi kita terusin,"aku bicara seperti itu karena jari tangan ku keseleo terkena himpitan tubuh Wili ketika bergulat,Wili hanya menurut ketika ku bilang sudah,baju kotor dan acak2an ,bakal di marahin ibu ini, setelah itu aku dan Wili pergi ke arah yg berbeda dengan dendam yg masih berkecamuk karena aku masih merasa kalah.pulang ke rumah lunglai,jariku sakit,lapar, jalan sendiri,bete karena kalah berkelahi bercampur aduk belum lagi nanti sangsi kena marah,baju kotor dan acak2an,apalagi kalo Tuti sampai mengadu,duh...cuma itu yg ada di pikiran ku.sesampai nya di rumah benar saja ibu marah,karena baju kotor dll,tapi ibu tidak menyinggung tentang perkelahian, berarti Tuti tidak mengadu atau belum sempat,lega rasanya.
Esok nya seperti biasa berangkat sekolah aku duluan berjalan cepat hampir lari, meninggalkan kakakku, sesampainya di sekolah kulihat sekeliling belum banyak yg datang termasuk Wili, kutunggu tunggu dan akhirnya terlihat datang juga ,aku berlari keluar ,Wili yg berjalan sama kakaknya yg cantik bernama Rina yg kelas 2 sekelas dengan kakakku,ku hampiri Wili,sambil bicara pelan,takut terdengar kakaknya,"nanti berantemnya istirahat aja,"
Wili menjawab oke...suasana tidak enak dan tegang selama pelajaran menyelimuti ruangan kelas,hanya Tuti yg merasakan itu...entah karena dia tau sifatku atau emang dia turunan peramal,kata2 nya tentang aku bakal jadi anak nakal yg senang berantem akan selalu ku ingat.tuti hanya melihat ke arah ku lalu ke arah Wili,bu guru Atin yg mengajar kesenian tidak di pedulikan...tak terasa jam 10 bel ber bunyi,.. aku melirik Wili,lalu mengangkat kepala ku mengisyaratkan tantangan,Wili pun mengangkat kepala mengangguk dengan angkuh...aku berjalan duluan,mengarah lapangan di susul Wili,Tuti pun membaca gelagat kami diam2 mengikuti.
__ADS_1
Sesampainya di lapangan ku lepas baju takut robek dan kotor begitupun Wili...ku lihat Tuti mengintip di dekat jendela di sudut kelas .,aku terdiam menunduk membaca mantra seperti kemarin,bismilah,eyang Aria wiratanu datar 5 kali dan ku injak bumi 5 kali,aku berusaha konsentrasi takut gagal lagi.setelah itu," ayo kita mulai," kita saling berhadapan untuk pertarungan kedua ku yg tanpa alasan atau alasan konyol.pertarungan tak membahayakan tanpa pukulan terarah atau akurat bertenaga😅😅cuma saling banting yg akhirnya di menangkan Wili dan di hentikan Tuti..
,"Sudah... sudah kalian kenapa seh ...kenapa gak berteman aja,kalo gak mau tak laporkan Bu guru,"ancam Tuti
Akhirnya kami menurut dan sejak itu malah Wili adalah sahabat terbaikku dan terakhir di Jakarta(dan tentang mantra itu,ternyata aku cuma di bohongi bapakku😅😅😅),kami selalu main bersama bahkan pada akhirnya orang tua kami saling kenal.tapi sekarang entah di mana.(Tuti Ningsih,Willy Pohan,Upik Nurhayati,Linda,Sinta,Diki,Tomi ,anda,subur,jumirahdll yg aku lupa,semoga kalian baik2 saja.(kenangan SDN inpres pondok Betung)
Seperti itu hari 2 di pondok Betung,masa kecil yg bahagia meskipun dalam keterbatasan.hari2 penuh perjuangan ketika aku tumbuh dewasa ...kelas 3 SD ,apa yg di katakan istimewa Mak Enok semakin nyata...😬😬😬ya waktu itu daerah pondok Betung mungkin tidak seperti sekarang,belakang kontrakan pas ada pohon besar Boni kalo orang Betawi bilang,buahnya kecil2 beruntai2 kalo dah matang berwarna hitam manis kalo masih merah asam apalagi kalo masih hijau asam pahit rasanya.sebelah Utara lapangan voli samping rumah pak RW,atau rumah nya Dedi teman bermain dan juga musuh karena sering berantem juga. Di mana2 banyak pohon bambu,pokoknya serem...OOO iya sebelah rumah kontrakan ku rumah nya Tuti,Tuti gak ngontrak punya rumah sendiri,dia teman baikku😁😁😁.
Semakin dewasa semakin mengerti,kls 3 SD aku mulai sering menangis tengah malam,menangis pun tanpa mengeluarkan suara takut mengganggu yg lain...aku gak habis pikir kenapa terjadi,setiap malam ketika ku pejamkan mataku,aku tidak langsung terlelap...tidak tertidur atau melamun,tapi secara jelas aku berpindah ke sesuatu tempat yg mengerikan,iya...tempat yg gersang banyak mayat seperti boneka bergelimpangan,aku tak bisa berbuat apa2,setiap malam itu terjadi sampai berbulan-bulan, sampai pada akhirnya aku tak pernah tidur cuma berpikir apa sebenarnya yg terjadi,aku pernah cerita sama bapak ibu mereka cuma bilang itu mimpi.padahal bagiku itu nyata dan meskipun anak kecil aku sudah bisa membedakan mimpi atau nyata.cuma Tuti yg sering ku ceritakan semua ini.
Setelah berbulan-bulan terjadi...mulai jarang kejadian itu,sampai sekarang pun aku berpikir sebenarnya itu apa,kelas 4 aku semakin dewasa...dan hidup ku semakin mencekam bagaimana tidak mahluk gaib , pocong tuyul,dan kuntilanak bukan hal yg aneh bagiku, apalagi yg namanya pocong, sampai sekarang aku masih menaruh dendam terhadap perlakuan nya padaku.
Mereka nyata bagiku,dan bentuk dan kelakuan nya yg menjengkel kan bisa di bilang dia pocong tersebut datang khusu s untuk menganggu,dan sekali datang tidak hanya satu ,lebih dari satu dan dengan ukuran yg berbeda-beda,entah apa maksudnya.tidak seperti kuntilanak yg kalo ketemu cuma kebetulan atau menghalangi jalan,tidak pada pocong ia sering datang mengejek meniru ,pokoknya menjengkelkan.aku sering berpikir kenapa kok seperti ini.
Kls 5 SD aku anak penakut tapi garang kalo di kelas,teman setiaku tuti dan Wili sering ku ajak cerita... Mereka yg paling mengerti.suatu saat aku pernah bercerita sama Tuti tentang entah kelebihan atau kekurangan ku dia jawab polos...
," Mungkin kamu keturunan dewa ," Rei...
Aku yg juga masih polos menjawab ," apa iya," apa mungkin ya Tut,apa aku ini keturunan dewa angin,masalah nya kalo pulang ke Cianjur ,kalo aku tidak dekat jendela tidak kena angin,suka pusing kehilangan kekuatan(padahal memang aku sejak kecil suka mabok perjalanan kalo naik mobil😂😂😂)," apa itu sebagian tandanya aku keturunan dewa angin ya ,Tut".. aku cerita panjang lebar.
Tuti menjawab," bisa jadi Rei,keren ya kamu keturunan titisan dewa angin,"tapi kalo aku titisan apa ya,??"
...oh iya paling kamu titisan peramal ,kamu kan pernah ngeramal tahi lalat di tangan ku katanya aku bakalan jadi tukang berantem dan nakal,ternyata benar,"😅😅😅
Kami berdua tertawa terbahak2 di bawah pohon melinjo depan rumah tuti.setelah itu kami bermain layak nya berperan sebagai dewa angin dan Dewi peramal😂😂😂.
Jika siang hari aku bahagia,bermain bersama teman2, apalagi di sekolah aku paling sering main di perpustakaan membaca buku ,cerita sejarah atau apapun bersama mereka sahabatku.kadang kalo males ya kayak anak lain nya bermain dan menggoda anak perempuan yg main lompat karet...pernah karena keisengan ku beberapa anak berdarah punggung nya.itu terjadi ketika aku berhasil menyuruh Diki menusuk punggung anak2 lain dengan duri jeruk yg ada di taman depan kelas,Diki di hukum yg herannya aku engga,apa Diki gak bilang ke guru kalo aku yg nyuruh padahal aku sudah panik setengah mati ,pernah juga aku menjahili Buyung(ini yg masih aku menyesal sampai sekarang,🙏🙏🙏maaf ya buyung temanku)pernah aku menggoda Buyung anak pendiam yg punya kekurangan (maaf bibir nya sumbing jadi bicaranya bindeng)aku menggodanya berlebihan sampai ia emosi dan memukul jidatku pakai penggaris sampai berdarah pas di tengah kedua mataku,😬😬😬aku tidak marah,malah menyesal telah menganggu nya,tapi sayang waktu itu pak Warsito tau,mungkin ada yg melaporkan salah satu anak..,"bisa juga Tuti,dia suka sok care sama aku🤣🤣🤣. Tapi yg jelas aku gak tau...pak Warsito datang dan menghukum Buyung dengan menjepitkan pensil di jarinya dan di tekan ,Buyung sampai menangis minta ampun,padahal sumpah Buyung engga salah ,aku berusaha menjelaskan ke pak Warsito,tapi dia gak mau mengerti.hari 2 bersama teman waktu SD sungguh menyenangkan,berbeda dengan malam hari.
Setelah sore berlalu benar2 hal yg mencekam,setiap detik serasa berarti menuju larut,aku jarang tertidur karena dalam posisi siaga mereka kaum halus tidak begitu extrim meneror berbeda ketika aku lengah atau ngantuk mereka langsung menarik ku ke suatu tempat.malam2 yg istimewa kata Mak Enok sang dukun bayi😅😅😅.setiap hari aku berpikir sebenarnya ada apa dengan diriku tapi selain itu aku seperti punya pengetahuan lebih bisa mengurai suatu hal atau menebak mimpi/kenyataan dengan tepat... Tapi dalam skala kadang2 atau jarang...toh aku masih kecil juga.di siang hari aku di sibukkan dengan bermain atau les menari dan karate,aku memang hobi bela diri,mungkin karena titisan dewa angin juga🤣🤣🤣. Bapakku seorang pekerja keras yg sayang anak anaknya,dia tegas disiplin,itu makanya kadang kalo main siang aku harus mencongkel jendela rumah kontrakan mengendap-endap supaya tidak ketahuan ibuku ,karena siang pulang sekolah wajib tidur.tapi Alhamdulillah di sekolah aku tidak bodoh termasuk 3 besar ranking di kelas...ya tau sendiri kalo engga pintar hukuman nya berat.pernah sekali, aku dalam ulangan betul semua dari sepuluh soal, alhasil nilai ku 10,nah aku pulang senang sekali,sorenya aku kasih tau bapak aku dapat nilai 10,tapi aneh bapak tidak senang aku di hukum di pukuli sapu lidi sampai berbekas,dalam benak ku kok bisa,aku nangis menahan rasa sakit sampai ibuku pulang dari main voli dengan ibu PKK,dan menanyakan ada apa,bapak menjelaskan kalo aku dapat nilai 10 aja bangga,kemudian ibu menjelaskan sama bapak dengan nada memarahi bapak,"makanya di lihat dulu ulangannya,ein dapat 10 karena menjawab benar semua soal," bentak ibu sambil memelukku,...ternyata ada kesalah pahaman,bapak menjelaskan dulu waktu sekolah nilai terbaik adalah 100,jadi kalo soalnya betul semua dapat nilai 100,kalo dapet nilai 10 berarti itu jawab cuma benar satu atau sama aja nilai 1, akhirnya bapak menyesal dan minta maaf😬😬😬tapi aku terlanjur bentol2 kena sapu lidi.besok nya aku ceritakan pas pergi sekolah bareng Tuti ,dia tertawa terbahak-bahak sambil menepuk pundak ku berulang....heem.
Pernah suatu saat ,ketika musim kampanye aku ikut terbawa suasana,kls 5 SD aku seakan 2 mewakili suara bapak ku yg memilih warna merah,waktu itu cuma ada 3 warna merah,kuning hijau...setiap pulang aku berteriak 2 semangat mengenakan ikat kepala warna merah,setiap ada poster di rumah,pos ronda pohon biasanya berjejer 3 poster berbeda warna,semua aku robek kecuali yg warna merah karena aku waktu itu pendekar merah titisan dewa angin😅😅😅konyol memang...,setiap pulang sekolah ku lakukan itu sambil berjalan berlari,tapi ada yg aneh,Tuti menjauh seakan marah...,"ada apa ini,".aku bingung.sorenya di lapangan voli ketika Tuti sedang bermain lompat karet dengan temannya ku hampiri.
,"Hey Tut...sini,"
Apa," tuti menjawab ketus
," Duh kamu kenapa aku salah apa,kok sekarang gak mau pulang pergi bareng"ku jawab sambil ku benarkan ikat kepala merah ku.
Tuti menjawab dengan sebal," kamu tau engga,setiap hari kamu merobek poster ku sama poster bapakku," ...
,"Maksudnya,"...aku bingung
," Kata bapak ku yg terbaik itu warna kuning dan aku juga pilih warna kuning,sudah jelas sekarang,sudah aku mau main dulu,"Tuti hendak beranjak
,"Hei...hei ... tunggu dulu,okelah yg terbaik sekarang warna kuning,warna merah terbaik kedua...besok yg saya robek berarti warna hijau ya,besok pulang pergi bareng lagi ya, Tuti sang Dewi peramal,"😅😅😅 sambil tersenyum ein menggoda.
,"Okelah dewa angin,aku main dulu,"
Mereka pun kembali ke tempat bermain masing2 di lapangan voli,Tuti bermain lompat karet sedangkan Rein bermain kampanye2an dia sebagai aktor orator ulung bersama teman2nya,setelah itu Tuti kembali baik🤣🤣🤣 (maaf ini tentang pengalaman masa kecil tidak ada hubungan dengan merendahkan partai tertentu).
Kelas 5 aku pindah rumah, Alhamdulillah bapak bisa bikin rumah, sebentar tidak jauh dari kontrakan lama sekitar 400 meter tapi arah ke sekolahnya beda jalur jadi jarang bareng,kecuali kalo pas kebetulan.tapi di sekolah kita masih selalu main bersama,tapi kalo sore atau siang jarang,orang tua Tuti jarang memperbolehkan Tuti main bebas karena perempuan.jadi aku main di sekitar kampung ku sama anak2 cowok kebanyakan,banyak juga cerita lucu konyol dan lain2,apalagi masalah berantem merebutkan wilayah,amsori dan uki salah satunya jagoan kampung yg ku kalahkan dan jadi pengikutku.
Kelas 5 kakaku kelas mulai SMP,dan sekolahnya jauh,itu akhirnya jadi pertimbangan bapak dan ibu kami harus pindah lagi ke Cianjur karena mungkin,biaya atau apapun lebih ringan,tak tahu lah...yg jelas aku kecewa bakal berpisah dengan teman2ku😞😞😞.di kelas ku ceritakan rencana keluarga ku pindah ke Cianjur ,dia hanya diam seperti marah.pas pulang seperti biasa kita bareng," Tut,kamu marah ya,..kenapa???,hari itu tuti terlihat beda banyak diam.
,"Siapa yg marah,kamu gak punya salah kok," mukanya merah dan terlihat kesal.
,"Lah terus kenapa,"
," Gak ada apa2,lagi males aja,kamu berangkat kapan ke Cianjur," tanya Tuti
," Besok kayaknya,"
Tuti diam,dan setelah itu semua terdiam di perjalanan itu seperti sepi, meskipun banyak orang berlalu lalang tapi seperti kami berjalan berdua sepi....seakan kita berjalan di tempat redup ,aneh memang tidak tau itu apa tapi terasa tidak nyaman di hati kita berdua, sampai pada akhir kita sampai di persimpangan yang biasa kita berpisah,
,"Eh Rey,dia tersenyum tapi matanya memerah seperti berair,"kita masih bisa ketemu engga ya,"tanya dia seperti serak suaranya dan menahan suatu rasa di hatinya.
," Saya gak tau Tut,"Cianjur jauh...terus kita masih kecil juga," aku menunduk rasanya ingin berontak karena keadaan waktu itu....
Kita hanya terdiam berdiri di posisi masing...sampai beberapa menit ,sampai akhirnya Tuti memulai pembicaraan lagi.
," Rey,kalo besok kita ketemu lagi,aku gak mau di panggil Dewi peramal....," Ucap Tuti menunduk dan sedikit memalingkan muka,seperti tidak mau terlihat wajahnya
," Kenapa...kamu marah ya," aku penasaran
," Engga marah Rey,besok semisal kita bertemu lagi ,aku maunya jadi Dewi angin yg punya kemampuan meramal,jadi kita dewa dan Dewi angin...jangan lupa,besok selamat jalan,hati2 di jalan dewa angin,"tuti berbalik dan berjalan ke arah rumahnya.
," Kamu juga hati hati Dewi ....angin," itu ucapan terakhir ku pada Dewi angin itu... setelah itu sampai sekarang tidak pernah bertemu lagi dengan Tuti Ningsih sang Dewi angin yg pandai meramal.aku langsung pulang menundukkan kepala ,sampai rumah tak banyak ku lakukan,seperti kehilangan semangat hidup aku cuma tidur.
__ADS_1
Besoknya aku pulang ke Cianjur bersama keluarga dan memulai hidup baru,mau engga mau harus beradaptasi kembali dan apakah akan seperti di pondok Betung banyak kisah yg konyol dan menyenangkan.kelas 6 sudah ketika pindah,aku di pindahkan di SD 1 yg jaraknya tak jauh dari rumahku...masuk kelas terasa asing,ku lihat sekeliling tak ada sang Dewi angin,Wili dan lain2,seperti tak ingin percaya dan ini cuma mimpi,tapi pada akhirnya aku harus pasrah menerima keadaan itu,di situ aku mulai pendiam,pemalu...enggan bergaul,cuma seperlunya kalo ada yg ngajak main atau kenalan ya oke,kalo gak ada aku gak peduli,tapi di SD baruku banyak tantangan karena muridnya banyak yg besar2 usianya kadang terpaut 2-3 tahun..tapi aku gak semangat juga untuk eksis menjadi pendekar dewa angin...males.aku banyak diam,tapi kediaman ku malah di manfaat kan anak2 nakal yg sok berkuasa,penindasan terhadap anak baru buka hanya oleh teman sekelas ku tapi di lakukan anak kelas 5 juga.aku sering di anaiyaya,jika diam kadang di tendang,pukul atau di ejek,😩😩😩rasanya males sekolah.tapi pada akhirnya kesabaran ku habis dan diriku yg dulu kembali.iya yg paling jahil di kelas ku namanya Deni , setiap ketemu dia selalu nyiksa aku,nendang mukul dll.pada akhirnya ketika kesabaran ku habis waktu itu hari Sabtu ,sedang latihan untuk hari senin upacara yg kebetulan barisan kita berdekatan dengan kls lima,salah satu anak kls 5 yg bernama Yana, mengolok nantang sampai nendang,tanpa pikir panjang langsung ku pukul mata kanan nya sampai bengkak lebam membiru😂😂😂habis itu dia gak ngelawan nangis,semua kaget lihat gelagat ku,tapi tidak menjadi keributan dan ketahuan guru,setelah pulang Yana dengan geng nya menghadang di dekat gerbang menantang,aku menjawab oke...tapi gak jadi karena ada pak guru.setelah itu anak2 yg biasa meledek ,nyiksa gak ada yg berani,apalagi beredar kabar bahwa aku jago karate,(waktunya balas dendam😎😎😎).yg paling mencolok adalah Deni,sejak itu sampai akhir SMP kalo ketemu di mana aja pasti kena ku hajar, sampai2 dia selalu hati2 kalo ketemu dan menghindar atau lari kalau ketemu,😂😂😂selama hampir 4 tahun menjadi bulan2nan.tapi ada yg lucu ,ketika Yana pulang ke rumah,dan kebetulan ternyata rumahnya belakang rumahku,ibunya gak terima,dan langsung ngelabrak teman ku yg namanya sama 🤣🤣🤣,teman ku bingung dan akhirnya bisa di jelaskan,tapi ibunya gak kerumahku engga tau kenapa,nunggu hari Senin untuk ngelabrak...ternyata benar hari Senin ibunya mendatangi sambil menggendong adik Yana,ibunya marah2 katanya,kenapa kamu pukul Yana,"aku jawab kenapa gak tanya Yana,yg duluan nantang aku dan nendang aku,aku langsung pergi...ibunya diam saja. Setelah itu gak ada yg berani mengolok2 malah banyak yg ngajak berteman,..... Sampai akhirnya aku lulus dan keterima di SMp negri.
Inilah awal cerita tentang puisi ini.