
Sudah 3 hari berlalu,sejak kejadian itu,pada akhirnya Rein terbaring sakit,dan sekarang mulai membaik, sedangkan aeni sibuk dengan kegiatan sekolahnya,ya ... meskipun seperti ada yg hilang diantara mereka,waktu seperti terabaikan,tak banyak yg bisa di lakukan selain hidup dalam prasangka.sepulang sekolah,aeni terlihat lesu,"dah berapa hari gak ketemu ein,dia pasti marah,..dengar kabar katanya dia sakit,"aeni membatin...,"apa aku ke rumahnya ya,"...,"minta maaf,..ah engga...yg salah duluan kan dia...dan ...lagian kalo ketahuan ibu bisa di marahin,harus fokus ujian,"aeni membatin di perjalan pulang dari sekolah, langkahnya pelan,kepalanya menunduk tak di perhatikan teman2nya yg bersenda gurau di samping nya.
,"Nur kamu kenapa sih, beberapa hari ini kok banyak diem,"ucap Lia
,"Ah gak papa,kamu kan tau aku sedang gak enak badan,"aeni menjawab dengan memaksakan tersenyum.
,"Terus kalau sore juga gak pernah main,"eli ikut berbicara
,"Eh...nur Rey juga gak pernah kelihatan loh,katanya Nia dia sakit loh,"Eli serius
,"Kalo sore sekarang kan sering hujan,terus masalah ein,...eh Rein/Rey maksudnya...aku engga tau,"aeni berusaha mengelak.
__ADS_1
,"Gak seru kalo gak ada nur sama Rei,"ucap Eli
,"Iya nanti2...juga bisa, sekarang fokus ujian dulu,"aeni meyakinkan teman2nya.tak terasa langkah mereka sudah sampai di kampung mereka mereka pun berpisah ke arah rumah mereka masing 2.
Sore itu di rumah Rein,"mau kemana kamu ,ein,"ucap ibunya Rein,yg melihat anak nya melangkah keluar rumah.
,"Ein keluar dulu ya Bu,dah sembuh mau cari keringat dulu ,jalan2 ke sawah,"Rein menjawab
,"Ya Bu," Rein pun beranjak ke arah barat di jalur gang dia biasa bermain.tak lama sudah terlihat tempat dia main, terlihat banyak anak-anak bermain seperti biasa.mata Rein meneliti satu persatu anak perempuan,"tak ada aeni,"gumamnya dalam hati.terasa sakit hati Rein mengingat nama itu tapi ada rasa lain di hatinya, pingin bertemu,marah,benci suka dan lain lain, bercampur aduk.sesampainya di pojok lapangan Rein hanya melihat teman2nya bermain.,"Hay Rey,dah sembuh ayo main,"teriak uus.rein hanya tersenyum,
,"Ayo Rey ikut main,"ucap Eli
__ADS_1
,"Iya makasih,masih lemes,El..jawab Rein.
Di hati Rein sebenarnya penasaran ingin bertanya tentang keberadaan dan aktivitas aeni selama ia sakit,tapi nanya siapa, teman-temannya sibuk semua,lagipula kalo bertanya ke salah satu aja ,bisa jadi gosip dan bahan pem-bully an, akhirnya dia hanya diam.menonton mereka bermain meskipun dia gak fokus, sebentar-sebentar melihat jalur/jalan di mana aeni suka terlihat.tapi tetap tidak ada, sampai akhirnya dia jenuh dan berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang,"
Kemana Rey ,"teriak dedih
,"Pulang dulu teman,"sambil tersenyum pucat Rei mengangkat tangan kanannya.langkah Rein di iringin kegelisahan, tertunduk tapi sudut matanya mengawasi sekitar,dia Sengaja melewati jalan gang selatan,karena dari jalan tersebut bisa terlihat depan rumah aeni.setengah perjalanan langkah nya semakin pelan sudut mata Rein mengarah ke arah selatan tepatnya depan rumah aeni.engga tahu kenapa dada Rein berdebar kencang entah perasaan apa yg ada di hati rein.tiba 2 Rein terperanjat agak kaget dan tak percaya apa yg dia lihat,terlihat gadis idamannya sedang ngobrol dengan seorang pria ,di perhatikan dengan teliti dengan sudut matanya siapa gerangan laki2 itu,karena begitu penasaran dan jarang pandang yg memang agak jauh sekitar 40 meter terhalang satu rumah dari gang tersebut akhirnya Rein mengangkat kepalanya melihat mengarah ke aeni yg sedang mengobrol dengan laki2 itu.,"OOO ternyata dia,"...Erwin masih teman satu kampungnya,yg memang ganteng, putih dan kelas 6 di sekolah termasuk anak pintar juga,Rein membatin.
Ketika Rein mengangkat kepalanya kebetulan bersamaan dengan aeni yg melihat ke arah Rein,pandangan mereka bertemu hanya diam terhalang jarak yg di selimuti prasangka,"OOO jadi begitu ya aeni,pantes selama aku sakit habis kejadian itu, kamu sekalian pun gak nemuin aku,ternyata sekarang akrab dengan anak itu,"Rein membatin dan langsung menundukkan kepalanya segera berlalu,sedang kan aeni terlihat khawatir,"itu ein,kenapa ia masih terlihat marah,.. Alhamdulillah dia sudah sembuh,"aeni berbicara dalam hatinya tanpa memperdulikan Erwin yg berbicara.,"ein,"aeni berteriak pelan melangkah agak cepat,tapi percuma ein sudah berlalu dan terlihat marah.,"kenapa dia masih marah,"batin aeni sambil berjalan kembali.,"kenapa nur,kamu gak jadi ngejar Rey,sekalian aku pamit dulu nur,mau pulang....ini kebetulan aja pas habis pulang dari teman lewat depan rumahmu,"sambil tersenyum Erwin pamitan dan berlalu.,"iya win,gak papa kok,besok kalo selesai ujian pasti main lagi sama teman2,"jawab aeni.
Ein sudah sembuh,tapi bener dia masih marah.aeni berbicara dalam hatinya.gundah,resah tidak tahu harus berbuat apa aeni,sambil menyapu halaman depan rumahnya kegiatan yg sering di lakukan sore hari jika dia tidak main.sedang kan Rein berlalu,dia merasa aneh dengan peraaan nya,dadanya berdegub kencang serasa panas ,ada sesuatu yg menusuk dan terasa sakit ke hati Rein ,entah itu apa.,"aeni kok kamu begitu,cuma karena aku gak bisa nemuin kamu pas hari Minggu itu,kamu marah berlebihan,membuang gambar yg susah payah ku buat, mengabaikan aku ketika sakit dan sekarang ternyata kamu dah punya teman yg lain.
__ADS_1