
Masuk SMP,hal yg membanggakan, tentunya akan banyak pengalaman baru dengan lingkungan lebih luas,teman dari berbagai daerah dari berbagai pelosok,rein sudah mulai melupakan kenangan tentang masa SD nya dan tentunya sang Dewi angin yg pandai meramal,meskipun ketika ingat masih ada perasaan sakit dan rindu,entah kenapa .😞
Di situ rein mulai liar, pergaulan di lingkungan pun keras,bandel,adanya cuma main...main dan main,tanpa pengawasan bapak karena bapak pulang seminggu sekali,kerja di Jakarta.tiap sore pergi ngaji di sebuah ponpes,kebetulan waktu itu kampung rein termasuk kampung santri,tapi aku jarang masuk cuma bolos, umpet 2an sama para ustad di kejar2 karena kabur di hukum dll... Sebenarnya payah...tapi waktu itu begitu menyenangkan.tapi di sekolah rein masih aktif dan rajin mengikuti setiap mata pelajaran dan termasuk murid yg cerdas,ia tumbuh dewasa, di mana waktu itu sudah mengenal apa kata ,"cinta," meskipun tidak mengerti arti sesungguhnya cuma sebatas kita kagum dan senang terhadap lawan jenis.banyak yg cantik teman2 rein,tapi di sini juga, baru terlihat apa itu berkehidupan sosial yg sesungguhnya meskipun di lingkup anak SMP, perbedaan rupa,kasta dan harta menjadi pandangan utama, kita untuk eksis dan di jadikan idola.di situ hanya ada kalo kita pintar terpandang,atau ganteng,dan juga anak orang kaya akan mudah dapat teman☹️...tapi ada satu alternatif lagi untuk terkenal jadi penguasa sekolah atau menjadi kuat.
...aku...pintar...tidak begitu... Ganteng apalagi ... Anak orang kaya 😞bukan...lalu bagaimana eksistensi ku...ah tapi aku tak perduli itu semua...yg penting bisa sekolah belajar punya teman ,seneng itu sudah cukup,itu yg ada di benak Rein.sejak itu rein tetap semangat dan sportif untuk belajar apalagi pelajaran kesenian.
Hingga saat itu,di sore hari yg indah menurut ku,di dekat masjid di kampung yg ada kolam besarnya ,di sebelah selatan nya lapangan kecil. Tempat ku biasanya bermain dengan temanku,kulihat beberapa anak sedang bermain kasti termasuk sepupu ku Nia,"loh...kok seperti kulihat "Dewi angin sang peramal "ikut bermain,aku melihat nya dari jauh di depan masjid...aku penasaran dan mendekat, mattanya, rambut panjang hitam dan berponi,kulit putih,sikap dan gelagatnya sama...tapi itu bukan Tuti sang Dewi angin.aku penasaran dan tiba2 sepupuku berteriak,"ein ayo ikut main,"...
,"Engga ah... Males,"...jawabku.
Rasa penasaran di hati...dan menciptakan sensasi hati yg berbeda...aku seperti bertemu dengan Dewi angin.ku perhatian setiap gerak, bicara dan tingkah lakunya, sampai 2 tak ku perhatiankan,matahari tak memberi waktu yg lama untukku menikmati sore itu.
Gelisah ,bingung dan penasaran siapa Dewi angin jilid dua ini.sampai akhirnya ku cari sepupuku sepulang dari ngaji,dan kutanyakan siapa anak itu,..,"oooo... Itu si nur..,namanya Nuraeni tapi di panggil nur,dan dia kan masih saudara kita," jelas sepupuku.
,"Saudara gimana,kok aku gak tau,"semakin penasaran
," Ya iyalah kamu belum lama juga di sini baru beberapa bulan,jadi kakeknya nur itu sama kakek kita adik kakak,yg kakaknya itu kakek kita,begitu," sambil berlalu sepupuku pergi pulang, kebetulan sepupuku berbeda tempat ngaji dengan ku,dia bareng nuraeni ngajinya.
Aku pulang ,sudah tidak begitu penasaran,besok nya pergi ke sekolah seperti biasa,tapi gak habis pikir,kenapa pikiran tentang Dewi angin datang lagi ... Dan berganti rupa,galau berat juga jadinya. Pulang sekolah selalu berusaha cari info Dewi angin jilid dua itu,sampai akhirnya bisa kenal siapa sebenarnya Dewi angin jilid dua itu,namanya Nuraeni aku panggil ,"aeni,"dan cuma aku yg panggil itu.hari 2 seakan membaik sejak kenal dan datangnya Dewi angin jilid 2 ini,dan Dewi angin sang peramal jilid satu sedikit terlupakan.hari berlalu, kegembiraan ,persahabatan dan satu rasa yg entah apa ,bermain2 di setiap waktu di ruang indah itu....ya ...Dewi angin telah kembali...sang dewa angin pun kembali dan harus menguasai daratan di sekitarnya.
Sore itu di pemandian kolam di dekat masjid,aku berusaha mengajak aeni ngobrol dan bertanya.
," Aeni kamu sekolah di mana,"tanya ku
,"SD satu,kelas 6," jawabnya santai
," OOO kok aku gak tau ya,"merasa bingung
,"Kamu kan belum lama pindah,pantes gak tau," tegas nya
," Kamu ngaji di mana," tanyaku kembali
,"Dekat rumah di mushola mang Encep,"
,"Oooo...,"setelah itu aku bilang sama ibuku mau pindah ngaji ke ustad encep,alasan ku bareng sepupu ku.
Setelah itu kita semakin akrab dan akrab,aku merasakan hal lain di hati ,tapi gak tau kalo dia,tapi ya kadang banyak perhatian nya juga,buktinya pas aku terjatuh dari pohon jambu dan tangan ku patah,dia yg nunggu aku di pijat di rumah, wajahnya terlihat khawatir,melihat Dewa angin teriak2 nangis karena di pijat😂😂😂. sebenarnya malu juga,tapi karena keadaan juga ,gak bisa nahan.
Ternyata aeni itu pintar,rajin,Sholeh dan penurut,aku akhirnya mengganti namanya bukan Dewi angin jilid dua, tapi Dewi cahaya pengetahuan, sesuai namanya,"nuraeni,"cahaya pengetahuan.tapi nama itu aku rahasiakan sampai sekarang,karena takut di tiru pesaing ku,iya hampir semua anak menyukainya.semakin dekat,hari2 ku semakin bersemangat,aku jadi anak yg rajin mengaji, biasanya subuh aku membangunkan dia,lewat jendela rumah nya dan mengajak mengaji bareng, begitupun sore,biasanya ngaji setelah magrib,jam lima aku dah berangkat dan biasa di tunggu ngobrol di jendela rumahnya,padahal jendela rumahnya tinggi dan kaca nako,di samping gang,🤣🤣🤣tak ku perdulikan orang lewat atau siapapun, yg penting bisa ngobrol.
Suatu saat,kami bermain di sawah yg selesai panen,biasanya ketika panen ,sawah di jadikan tempat bermain untuk anak2,bikin rumah2an, mayoran(istilah di kampungku makan bersama di sawah)dan lain lain.
,"Aeni,"ku panggil dia yg sedang kejar2 dengan anak lain.
__ADS_1
,"Apa ein...??
,"Hehehe gak papa,"
Dia pun berhenti bermain dan asik ngobrol dengan ku
Kita bicara ngelantur ke sana kemari,meskipun tak ada ikatan,cuma sebagai teman tapi ada perasaan aneh di hati...tapi engga tau kalo aeni perasaan nya gimana terhadap ku,...ah gak penting yg penting dia baik dan selalu bersama ku.
,"Aeni,...aku ingin kita berteman dan selalu bersama ya,sampai kapan pun," aku bicara sambil sedikit ragu
,"Iya ,gak papa,kita bersama terus ya,jangan tinggalkan aeni,kamu harus ada terus loh,bangunin subuh,pergi ngaji sore hari,siangnya kita main...bersama,"sambil tertawa malu dan manja aeni memberi jawaban yg membuat hatiku serasa tenang,entah perasaan apa itu.
,"Iya aku janji ,gak bakalan nyakitin kamu,pokoknya akan selalu ada untuk kamu,di manapun kamu berada aku pasti bersama kamu,"ucapan janji rein seketika seperti di balut suara adzan magrib dan senja yg begitu enggan untuk pulang,seakan ingin memberi lebih banyak waktu untuk kedua anak itu.
,"Ein dah magrib ,ayo pulang,...yah...kita jadi gak bisa ngobrol di jendela,kesorean ,"aeni tersenyum
,"Ayo,"
Mereka berjalan berdua melewati pematang dan sungai menuju rumah.entah apa yg ada dalam hati mereka,yg jelas mereka terlihat bahagia.
Malamnya setelah belajar,aeni berbaring di tempat tidur,ia melamun,di lamunannya ia teringat ucapan ein yg akan selalu bersamanya,"ein akan selalu bersama ku,"... Kalimat itu yg mengantar kan aeni tidur pulas.begitupun ein,sambil menggambar sesuatu yg tidak jelas,pikirnya hanya terarah ke aeni.
Besok nya mereka selalu berdua, meskipun di antara kerumunan teman2,selalu saling memperhatikan dan melindungi.yang membuat ku sedih,aeni sering sakit jadi kalo penyakit nya kambuh dia gak bisa main,habis itu ibunya yg Tante ku juga amat protektif.pernah suatu saat hampir seminggu lebih aeni gak kelihatan,ku cari di mana2 gak ada,tiap saat sempatkan kebelakang rumahnya dan memanggil ,tapi gak ada jawaban,😞😞😞 sedih...kesepian...kemana Dewi cahaya itu,hari2 seperti redup,seperti tidak ada cahaya dalam hati,sampai akhirnya ,sore itu ketika mau berangkat ngaji, penasaran ku ketuk lagi jendela nya,berkali2 ku ketuk,dan akhirnya Gordin jendelanya terbuka,betapa senang aku ada respon dari aeni.
Dia terlihat dari balik kaca nako jendelanya ,tersenyum tapi wajah nya pucat.
,"Hei...ein,sssttt,"jari telunjuknya berada di mulut,"jangan keras2 nanti ibu tau,"
Aku tersenyum,"iya,kamu kemana aja,"aku gak punya temen.
,"Bohong kamu,kan banyak temen2 yg lain,"aeni menjawab.
,"Iya tapi gak seru kalo gak sama kamu,"
,"Aku sakit ein,sesak nafas ku kambuh,jadi tidur di kamar depan terus sama ibu," sedikit lesu aeni menjawab
," Cepat sembuh ya,biar bisa main lagi,"pinta ku pada aeni
,"Gak tau ein,kata ibu aku sekarang gak boleh sering main,takut kecapean,"
,"Terus,kita gak bisa main,ngobrol,"tanyaku
,"Kan bisa ngobrol di sini kalo engga pas ngaji,besok juga pasti kalo sudah sembuh total boleh main lagi,"jelas aeni
__ADS_1
,"OOO...oke lah,jangan tinggalkan aku ya aeni,"ku ucapkan sambil senyum serius
,"Aku yg harus nya bilang begitu,kamu jangan pergi ya,tetep temeni aeni,".....
,"Siap...aku pasti jaga aeni,kalo kamu pergi pasti aku cari...kemana pun," aku merasa bangga atas permintaan aeni.
,"Hehehe...makasih ein," terlihat senyum di wajah pucat itu terasa menenangkan.tak terasa waktu berlalu,keasikan ngobrol sampai magrib sudah berlalu.malam nya aku begitu tenang dalam benak dan lamunan ku hanya terlihat senyum aeni.
Hari berlalu,mereka terlihat bahagia,mereka tambah dewasa,aeni hampir lulus SD dan akan masuk smp,tapi sebelum itu,ada tugas akhir dari sekolah untuk aeni,yaitu menggambar yg dia sendiri kurang bisa,tapi untung nya ada ein,diakan pinter gambar.esoknya,seperti biasa sore hari waktu bertemu dan bermain,aeni langsung mencari ein,dan ein pun sudah pasti dia menunggu di samping kolam biasanya mereka bertemu.
," Ein,huh....huh...cape lari2 nyari kamu,pengen cepet ketemu,"sambil terengah-engah aeni berbicara
,"Hehehe,ada apa,biasanya juga di sini," terlihat senang ein di cari aeni
," Aku ada tugas sekolah ein,menggambar,aku gak bi
sa,"pinta aeni
," Gambar apa??," tanya ein
,"Apa aja ,yg penting berhubungan dengan pekerjaan,"aeni tersenyum sambil menarik tangan ein mengajak ke sawah.
,"Oke,siap,gampang itu mah,"merasa bangga di butuhkan
Sesampai nya di sawah mereka duduk di pematang sambil melihat anak2 lain bermain.
,"Ein dulu kamu di Jakarta,"tanya aeni
,"Iya,dari tk sampai kelas 5 SD,"jawab ein dan langsung meneruskan pembicaraan,"oh iya dulu si Jakarta aku juga punya teman mirip kamu,cantik rambutnya panjang,dia bernama Tuti tapi sering ku panggil Dewi angin,"
,"Kenapa ,kok namanya aneh,"aeni berwajah ketus
," Ya gak aneh sih,gini ceritanya,(ein memceritakan semua tentang Tuti sang Dewi angin)terlihat aeni bosan dan agak jengkel mendengarnya,cerita dari ein membuat suasana hatinya engga nyaman,tapi dia hanya diam.sampai akhirnya aeni memotong cerita ein,"sudah ah ,dah sore ,ayo pulang nanti ngaji,jangan lupa loh tugasnya 3 hari lagi," terlihat ajakan aeni bercampur kesal
,"Ayolah," mereka pun pulang.
sepulang ngaji,ein langsung pulang ,biasanya dia main dulu sama temen2 lainnya,tapi waktu itu ia bergegas pulang karena ingin menyelesaikan tugasnya aeni,dia langsung buka beberapa buku untuk referensi gambar,berulang2 mencari inspirasi ,gambar kurang pas di ganti,sampai larut akhirnya selesai,ein menggambar seorang nelayan yg sedang menebar jala di atas perahu,"hehehe akhirnya selesai juga,"ein merasa bangga.besoknya seperti biasa ein mencari aeni,tapi gak ketemu,sore pun dia gak ngaji,di ketuk jendelanya gak jawab.kemana aeni pikirnya...apa dia sakit lagi.
Rein terlihat galau,"kemana aeni",pikirnya...kok gak ada.esok nya jam 2,ketika Rein sedang main kelereng dengan teman2nya,terdengar teriakan wanita idamannya,Rein langsung berbalik ,"hai...," Jawabnya.
,"Ayoo...Rey...giliran kamu ,kelamaan,"teriak temannya kesal.
,"Iya...iya...santai aja bro,"
__ADS_1