
Gontai langkah rein tak perduli kan hujan yg begitu deras di awal musim ini.entah apa yg di rasa Rein rasa sakit dan sesak di dada dan rasa lelahnya bertumpuk jadi satu terguyur air hujan.tiap jalan yg ia lalui tak sempat terekam mata dan kepalanya,di pikirannya hanya ada ,"kenapa dan mengapa,semua ini terjadi,"...,"apa yg salah,"kenapa ....kenapa...,".
Tak terasa langkah rein sudah sampai di rumah nya,dia membuka pintu belakang yg memang jarang di kunci kecuali setelah larut malam,"kenapa kamu hujan2nan,!!!ein,"bentak ibunya yg kebetulan ada ruang belakang atau dapur.
,"Nanti sakit kamu,cepat ganti baju,makan istirahat, kelihatan pucat kamu,orang tadi di suruh ,gak usah berangkat makan istirahat...bandel kamu,"ibunya Rein marah karena khawatir melihat kondisi anaknya.rein hanya terdiam melangkah ke kamar mandi dan melepas semua pakaian basah nya di ganti handuk,tak banyak bicara hanya menunduk berjalan ke arah kamarnya, setelah mengenakan pakaian ia langsung berbaring,matanya mengarah ke langit-langit rumahnya,sampai ia di kagetkan suaranya ibunya yg berbicara sambil melangkah masuk ke kamarnya,"ein kamu belum makan,makan dulu ,terus baru istirahat,nanti bisa sakit kamu,"ibu rein berbicara sambil duduk di tempat tidur Rein.sambil duduk di perhatikan wajah anaknya yg pucat dan terdengar sedikit menggigil.tangan ibu rein memegang dahi Rein,"tuh kan kamu panas, kecapean terus kehujanan,...makan ya ibu ambilin terus minum obat,"ucap ibunya
,"Engga Bu,ein gak lapar," Rein menjawab lemah
,"Kamu kenapa sih,pokoknya harus makan,ibu gak mau kamu sakit,"ibu rein memaksa Rein,ia berjalan ke dapur,selang beberapa waktu ia kembali dengan piring berisi makanan di tangan kanannya dan di tangan kirinya gelas berisi air putih hangat.
,"Ayo sini makan, sedikit 2 aja,yg penting perutnya ke isi,kamu jangan bandel....harus bisa jaga kesehatan,"ucap ibu Rein sambil menyuapi Rein.
,"Iya Bu,"ucap Rein
,"Tadi siang,ibu mau di tabrak Nuraeni,anaknya bi neneng,ia jalan gak lihat ke depan,cuma ngawasin rumah kita,ternyata iya mencari kamu,"ibu rein menjelaskan kejadian tadi kepada Rein.terlihat Rein terlihat agak serius mendengarkan nya meskipun nampak ia pura pura acuh.
__ADS_1
,"Cantik ya dia ein,sopan lagi,.....kelas berapa dia..???,"
Rein menjawab,"kelas 6 Bu,sebentar lagi lulus,"
,"OOO...apa kamu dekat ya,sama nur,..."
,"Apa sih Bu,kan cuma teman,dia orangnya baik,"
,"Oooo...iya teman...kalian kan masih kecil juga,gak boleh pacaran loh,masih kecil dan masih saudara juga,"jelas ibunya
Ibunya Rein langsung tertawa,"boleh kalo jodoh,kan kalian masih kecil...hehehh jadi ketahuan deh ,kalo anaknya ibu suka Nuraeni,"ibunya Rein menggoda
,"Ah...ibu...udah ya makannya,ein capek,mau istirahat,"
,"Iya...iya...nih sekali lagi habis itu minum obat terus tidur,jangan sedih,ibu tau kamu ada masalah,"
__ADS_1
,''tapi ingat ein, semua ada yg mengatur,sehebat apapun kita berusaha,mengupayakan sesuatu kalo belum jodohnya,kalo belum waktunya tidak akan sesuai keinginan kita,dan tentunya itu sudah di tentukan ALLOH SWT untuk kebaikan kita,mengerti tidak," ibunya Rein menasehati sambil mengusap dahi Rein.
,"Sudah isya ,sudah sanq solat dulu, habis itu tidur istirahat biar besok bisa sekolah,badan kamu panas,".
Sementara itu di rumah aeni,sama halnya Rein, ternyata aeni juga sakit,dia kecapean an karena siang tadi menunggu Rein dan mungkin karena menahan kesal .,"ibu bilang apa,kamu tuh pasti kecapeaan,makanya jangan keseringan main di luar,kamu tuh anak perempuan,...ibu bukannya melarang kamu main tapi akhirnya kayak gini...yg susah ibu sama bapak,"... Sambil memijat2 tangan aeni ibunya tak berhenti bicara.
,"Iya Bu....,"
,"Kamu kenapa nangis,sesak ya"ucap ibunya
,"Engga Bu,"aeni berusaha menahan perasaan nya
,"Besok sudah mulai musim penghujan,jangan banyak main,jaga kesehatan mu mau ujian,sebentar lagi mau SMP,sudah istirahat tidur ya,pokoknya besok gak boleh main dulu,"setelah membenarkan selimut ibu aeni berlalu dan menutup pintu kamar aeni.
Meleleh air mata aeni,ingatan nya seharian ini hanya tentang rasa kesal,membuat sesak dadanya,"ein kamu ,..,"ada perasaan sesal di hati aeni,gambar Rein dia buang,kenapa ia begitu emosi tanpa minta penjelasan Rein dulu.memangnya salah Rein apa,dia gak nemuin aku kan karena mungkin ada kegiatan,ada perasaan menyesal takut Rein marah dan sakit hati atas perlakuan nya,aeni gundah tak bisa memejamkan matanya di tambah sesaknya kumat.malam semakin larut ,baik itu Rein atau aeni merasakan malam yg begitu dingin,gelap dan sepi, seakan rasa sesal mereka,membawa mereka pergi ke sebuah tempat yg asing,yg amat sunyi .tapi akhirnya rasa lelah mereka membawa mereka ke mimpi mereka masing.
__ADS_1