
Matahari semakin menampakan pesona nya,meskipun awan hitam mulai menghiasi beberapa sudut pandang,tiga anak perempuan itu terlihat' ter\-engah², setelah menghentikan larinya,mereka berjalan bercanda dan mengobrol.
,"Ayo kita kembali aja,"ucap aeni.
,"Iya dah lumayan jauh,..apa gak istirahat dulu,lihat pemandangan,kampung kita terlihat jelas loh,"ucap nia, tempat mereka berlari memang mengarah ke bukit, jalan baru menuju sebuah kota di Utara kota Cianjur.
,"Iya itu... terlihat kubah masjid agung ,itu kampung kita kan,"Eli ikut berbincang sambil berjalan.
,"Iya...asik Dan segar udaranya,dan pemandangan kota kita sangat indah,mudah mudahan akan selamanya seperti ini,"ucap aeni,ketiga anak gadis itu berjalan ke arah pulang,meskipun aeni terlihat resah,hati dan pikirannya selalu tertuju kepada Rein,dalam hatinya selalu mempertanyakan keberadaan Rein.sementara itu Rein terlihat asik berjalan bersama teman2nya, terlihat Rein agak gelisah sebab Sani terus mengikuti dan mengajak ngobrol.,"kamu kenapa sih rey, kayaknya kok galau,"Sani berbicara sambil menggerak²kan tangannya seperti sedang senam.
,"Gak apa-apa kok,"mata Rein tertuju ke arah depan,dia yakin aeni pasti di depan nya dan pasti sudah mengarah ke arah pulang.
,"Gak papa kok,kayak gitu,gak senang ya bareng aku,"ucap sani mencibir.
,"Enggak,bukan seperti itu,aku gak enak aja sama teman-teman,"Rein berusaha meyakinkan Sani
__ADS_1
,"Teman² kamu gak apa-apa kok,mereka santai,"Sani terus berbicara
,"Iya,aku juga kan gak apa²,"terlihat Rein semakin tidak nyaman atas pertanyaan Sani.sedangkan tatapan Rein selalu kedepan mengawasi di kejauhan,siapa lagi yg di cari kalau bukan aeni.
Dan ketika di belokan benar dugaan Rein,aeni dan kawan²nya sudah turun bukit berjalan ke arah pulang dan berpapasan dengannya.,"aduh...!!!,"Rein mengaduh dalam hatinya.,"kenapa kalau pas ketemu selalu dalam keadaan seperti ini,sejak kejadian itu,mau memperbaiki keadaan kok malah kayak gini,"Rein menggerutu dalam hatinya.
,"Haiiii....kalian,Rein and geng's,"Nia berteriak,Rein terlihat canggung dengan teriakan sepupunya itu.
,"Ayo pulang bareng aja,"Eli juga bersuara
,"Itu gadis yg waktu di pos ronda,"Reni berbicara dalam hatinya, begitupun Sani yg terlihat semakin mendekati Rein,"gadis yg di sukai Rein,"perasaan Sani tidak karuan dia menggerutu dalam hatinya
.rombongan laki² itupun berbalik arah,mereka berbarengan kembali pulang.ada perasaan canggung di hati Rein dan aeni, begitupun Sani yg terbawa suasana tersebut.
Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit Rein merubah langkah nya mendekati aeni,aeni pun menyadari hal tersebut,dia berusaha menahan semua rasa yg ada di hatinya,entah perasaan apa, hatinya panas , sakit dan jantung nya berdebar kencang sekali.sedangkan Sani tak mau menjauh dari Rein,hal tersebutlah yang membuat Rein amat sannmgat kesulitan mendekati aeni.
__ADS_1
,"Kamu kenapa seh Rey kok,menjauh,"ucap Sani
,"Eh siapa yg menjauh,aku biasa aja kok,"Rein seperti agak bingung menjawabnya.
Sedangkan aeni seperti sudah mengerti keadaan tersebut,ia berpindah mendekati Erwin dan mengajak ngobrol tidak memperdulikan Rein.
,"Win...kamu mau nerusin di mana,"tanya aeni agak keras seperti di sengaja supaya terdengar Rein.
,"SMPN 1 donk,"ucap Erwin santai.sedangkan Rein terlihat agak kesal, keinginan mendekati aeni seperti terhambat dan semakin runyam.apalagi di lihat semakin akrab nya aeni dan Erwin membuat Rein semakin tidak nyaman.
Pagi yang cerah itu perlahan menghilang di halau awan hitam, cuaca itu seperti mengikuti suasana hati Rein dan aeni, terlihat butiran air sangat tipis mulai terlihat jatuh.,"aduh... Malah mendung dan sudah mulai gerimis,"Uus berbicara sambil mengangkat tangan seperti menadah air hujan.semua terlihat begitu merespon keadaan cuaca dan mereka pun bergegas mempercepat langkah supaya tidak terjebak hujan,kecuali Rein dan aeni yg terlihat tidak memperdulikan keadan mereka hanya menunduk kan kepala di setiap langkah.,"nur...ayo cepat,mau hujan,"Eli menarik tangan aeni.
,"Iya ayo,"mata aeni melirik Rein ketika menjawab Eli, sedangkan Rein hanya melangkah biasa tak perduli yg lain yg berjalan cepat setengah berlari.
,"Rey,aku duluan aja,ayo ai,"ucap Sani mengajak temannya,Sani sedikit kesal terhadap rein yg acuh tak acuh.rein hanya menjawab ,"iya,"....Sani dan temannya berlalu,semua berjalan cepat,kecuali Rein yang benar-benar acuh dengan perubahan cuaca tersebut.
__ADS_1
Sementara tetesan hujan semakin deras,matahari pagi hampir tertutup awan hitam,semua keceriaan seakan menghilang.mereka semua berlari mencari tempat teduh,Rein yg tertinggal di belakang ikut berlari sedangkan teman²nya sudah berteduh di sebuah warung warga yg masih tutup.begitupun aeni ia berteduh bersama teman²nya.di posisi paling ujung sebelah barat, Rein berdiri sambil memegang rambutnya yg basah matanya melirik ke arah aeni yg asik bersenda gurau dengan teman²nya dan juga Erwin.rein merasa tidak nyaman di pagi itu, harapannya ia bisa lari pagi bareng aeni dan memperbaiki hubungan mereka.selalu ada halangan,pasti ada saja penghalang atau hambatan.di antara keseruan anak²itu hanya Rein yg terdiam, tingkahnya serasa kikuk entah mau nimbrung bicara apa atau becanda apa, sedangkan hujan semakin besar,angin dan tetesan air menambah dingin suasana hati Rein.