
Pagi begitu cerah,air masih berjatuhan dari ujung daun,matahari memperlihatkan persona setelah awan hitam itu berlalu,antara semangat dan gundah hari ini pertama Rein ke sekolah setelah 3 hari sakit, setelah berpamitan ia pun berangkat,melewati gang kecil yg masih basah karena semalaman hujan.
Dalam hati Rein hanya tertuju ke aeni,rasa sedih nya belum berakhir,terasa sakit di dadanya jika mengingat kejadian beberapa hari ini.,"Rey ...Rey...,"ada suara teriakan dari belakang,ketika Rey berjalan,ia menoleh ternyata Indra teman sekolahnya.
,"Kamu sakit apa,??.. Rey,dah beberapa hari gak masuk,"ucap Indra
,"Cuma kecapean pilek,ndra,"
,"OOO...gimana sekolah banyak yg berubah gak,"tanya Rey ,Indra teman baik Rey di sekolah ,dia beda kampung sama Rey.
,"Sejak kamu sakit kayaknya banyak berubah di kelas,biasa lah dah mulai terlihat saling menguasai,sok2an,mbully yg lemah,geng2an,"Indra menjelaskan panjang lebar.
,"Dah biarin aja,kita fokus aja ke belajar ,selama mereka engga mengganggu kita santai aja,"ucap Rein
,"Tapi risih juga Rey,sok berkuasa banget,geng2 an,saling meng-intimidasi,belum lagi tekanan dari kelas 2 dan 3 Rey,"Indra tampaknya belum terima.
,"Iya,...makanya kamu ikut latihan karate ,kalo engga silat,tiap malam Minggu di tempat ku ada,buat jaga diri juga,"ajak Rein.
,"Iya ..besok aku ikut,".tak terasa langkah mereka sudah hampir sampai sekolah,kebetulan sekolah rein tidak begitu jauh dari gerbang sebelah timur cuma terhalang satu kelas yaitu kelas 1 e dan rein kelas 1 d.
Beberapa teman nya ada yg sudah masuk,ada juga yg masih di luar bermain sambil menunggu bel berbunyi.rein dan Indra langsung masuk sambil menyapa beberapa teman,"hai kamu dah sembuh Rey,"ucap sany salah satu teman wanita Rein di kelas,Sany ini yg selalu perhatian sama Rein cuma kadang Rein nya aja yg suka cuek dan acuh tak acuh.tak lama bel pun berbunyi, semua murid masuk menunggu guru sesuai jadwal pelajaran mereka hari itu.
Matahari semakin meninggi tak terasa aktivitas mereka di sekolah pun sudah memasuki jam terakhir, setelah membereskan buku dan memberi salam semua murid pun bergegas keluar kelas setelah gurunya pergi.,"Rey ayo pulang bareng ,"ajak Sany
__ADS_1
,"Iya ayo,ndra...sore jadi main ke rumah gak..??katanya mau belajar gitar bareng,"ucap Rein kepada Indra,
,"Kamu nanti di rumah engga ,kok,..nanti capek2 main ..kamu malah pergi,"jawab indra
,"Ya di rumah,nanti latihan di sawah bro,kalo engga hujan...hehehe,"ucap Rein sambil tersenyum
,"Oke,"mereka berjalan bersama
,"Aku boleh ikut Rey,"ucap sany
,"Kamu anak perempuan kok,masak mau belajar gitar,"sanggah Indra
,"Iya ...nih ada2 aja,tapi gak apa-apa juga sih,tapi ya harus kuat mental kumpul anak2 cowok,"Rein menjawab sambil tertawa bersama Indra
,"Iya lagian kamu ,main sama temen cewek aja,"ucap rein.tak terasa perjalanan mereka pun sampai di persimpangan dimana mereka harus berpisah dan rumah Rein memang tidak jauh dari sekolahnya.
Sore ini tidak hujan meskipun terlihat sedikit mendung di antara sinar matahari yg terik,anak2 berkumpul seperti biasa,bermain macam2 kecuali Rein dan temannya Indra yg berjalan ke arah sawah, biasanya ada tempat khusus mereka bermain,ngobrol,di bawah pohon mangga besar pinggir pematang,akarnya yg sudah besar sering di pakai anak2 bermain nongkrong di sana.sesampai nya di tempat itu ,"duh kayaknya kurang asik ya, tempatnya basah lembab,"ujar Rein
,"Lagian,orang musim hujan main di bawah pohon,"gerutu Indra
,"Dah ...di pos ronda aja,"ucap Rein.mereka pun berjalan kembali ke arah pos ronda dekat kolam.terlihat Indra sudah akrab dengan beberapa teman Rein , mereka asik bermain gitar.hanya Rein yg terlihat diam pikirannya terarah dan masih mengingat aeni,rasa rindu dan marah nya seakan bertarung di dalam hati Rein,ketika semua sedang asik bermain dan bersenda gurau tiba ada yg memanggil Rein dan Indra,'rey...ndra...,"ternyata itu sany menghampiri mereka.,"dari mana kamu dan,"ucap Indra
,"Ya sengaja main ,ndra,gak boleh apa"jawab Sany ketus.
__ADS_1
,"Heemm... terserah lah,"Indra menjawab meneruskan main gitar.
,"Kamu sengaja kesini ,san,hehehe,"tanya Rein sambil tersenyum
,"Iya...gak papa kan,kan dekat juga kampung mu sama kampungku,"ucap sany sambil cari tempat duduk dekat Rein.mereka pun asik mengobrol setelah Rein memperkenal Sany ke teman2nya.
Sementara itu aeni terlihat gelisah,duduk sendiri di depan rumahnya,Sambil membolak-balik kan buku pelajaran yg ia pegang,matanya selalu mengarah ke gang yg selalu di lewati Rein.,"kok gak lewat2 ya,"pikir aeni.apa aku main ke lapangan dekat kolam ya,kalo dah sembuh pasti dia main ke situ,"ibu marah gak ya kalo aku main sebentar,"aeni berbicara dalam hatinya, tingkah nya jadi gak karuan, sebentar berdiri duduk berniat mendekati ibunya tapi kembali duduk,tidak jadi.tapi akhirnya di berdiri dan masuk ke rumah menghampiri ibunya yg sedang asik duduk menonton televisi.
,"Bu...!!! nur,keluar sebentar ya...sebentar aja,"pinta nur pada ibunya
,"Mau kemana," tanya ibunya aeni pelan.
,"Mau ke lapangan , sebentar,"
,"Musim hujan ,becek,apa ada yg bermain,"ibunya aeni mengingatkan aeni
,"Iya Bu,cuma sebentar,sekalian mau beli makanan kecil di warung,"aeni merengek
,"Ya udah sana,jangan lama2,"ucap ibunya,aeni langsung tersenyum dan berucap,"makasih Bu,"dia pun berlalu ke luar rumah dengan langkah agak cepat.langkahnya begitu ringan ke arah lapangan biasa dia dan teman-temannya bermain.
Ketika mendekati belokan gang pertigaan ke arah lapangan,aeni memperlambat langkahnya, seperti ragu aeni berhenti di sebelum pertigaan dan sedikit menengok melihat arah lapangan dekat pos ronda,pelan sekali aeni melihat ke arah kiri pertigaan gang dekat rumah salah satu warga.,"banyak anak2 di sana,ngumpul main gitar,"batin aeni
,"Ein ada gak ya,"aeni semakin penasaran, pandangan nya di perjelas,"ada gak ya,aku ke sana apa engga ya,...tapi ein kan masih marah...gimana ini,...duh...tapi aku pingin ketemu ein,"semakin galau aeni,tapi akhirnya dia memutuskan untuk mendekat ke arah kerumunan itu, perlahan ia berjalan mendekat sedikit menunduk tapi kadang pandangan nya di arahkan ke berbagai arah.tiba2 dia berhenti,matanya ter arah ke depan pos ronda samping lapangan itu,agak kaget dan risih,seakan tidak percaya apa yg dia lihat.ada perasaan janggal di hati aeni dengan pemandangan tersebut,terlihat teman teman laki2 sekampungnya berkumpul termasuk Rein,tapi kenapa ada wanita asing,yg begitu dekat dan akrab dengan rein, kelihatan mereka bercakap akrab dan bersenda gurau.,"siapa wanita cantik ,putih dan terlihat tomboi itu,"aeni membatin....,"kenapa kok ada perasaan marah di hati ini,"...aeni langsung berhenti dan membalikan badannya,tanpa sadar ia berkata,"ein jahat,bahkan dia engga melirik ku sedikit pun."aeni terus berjalan menunduk dan terlihat amat sangat kesal.langkahnya ke arah rumah begitu cepat tak perduli kan apa pun.
__ADS_1