
Waktu seakan berlari,tinggalkan senja ber\-air ,dalam resah atas penantian hangatnya mentari pagi,sedangkan malam begitu lirih,memperlambat waktu yang "ingin" berharap di sisimu.
sepulang dari mushola,tak ada kegiatan,karena terlihat langit sudah mendung di ikuti angin dingin yg menandakan sebentar lagi hujan turun,Rein berjalan pelan menuju rumahnya,dalam hatinya ia berbicara,"dah mau hujan,engga apa² yg penting besok pagi jangan hujan,biar bisa jalan² pagi."sesampainya di rumah,ia langsung masuk ke kamarnya, seperti bingung dengan apa yg di lakukan,mau tidur belum ngantuk...gak bisa main juga,di luar sudah hujan,dan akhirnya di ambil buku hariannya,buku yg biasa ia gunakan untuk menggambar,menulis dan corat\-coret,di tulisnya sebuah puisi di buku itu.
"Di mana harus ku cari
Atas hilang bayangmu
Langkah ini serasa berat
Sudahkah kau pergi
Sedangkan apa yg kau
Tinggalkan begitu berbekas".
Puisi asal²an itupun mengantar Rein tertidur lelap,angannya pergi jauh dekap lelahnya akan rindu.seperti halnya aeni yg beberapa hari ini tidak bisa menikmati setiap waktu,ruang rindu memenjarakan dirinya bersama prasangka dan sesal.kedipan matanya seakan melewatkan setiap kejadian yg baru² ini dia alami,"mudah mudahan besok bisa ketemu ein,aku harus memperbaiki hubungan sama ein,tapi konyol juga,selama ini belum terucap apapun dari ein ke aku tapi kenapa kok,kita begitu dekat ,saling memperhatikan kadang saling cemburu,..???".aeni berbicara sendiri dalam hatinya,di palingkan badannya menyamping ke arah tembok dinding kamar,di dinding tembok itu terlihat tulisan kecil pencil,bertuliskan "ein'ni "yg singkatan dari Rein dan Nuraeni ,dia tersenyum teringat beberapa kenangan bersama Rein,di pegang tulisan pensil yang hampir pudar itu,semua kenangan berjalan di ingatan aeni,seperti hitungan detik jam yang menina bobokannya.
__ADS_1
Suara adzan subuh bangunkan aeni,diapun melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu,setelah melakukan sholat subuh,aeni pun mengenakan kaos putih dan celana training berwarna biru tua dengan tiga garis putih di bagian sampingnya,setelah itu dia mengambil sepatu dan mengenakan di teras depan,"mau lari pagi neng ,"ucap ibunya
,"Iya Bu,sama teman²,"aeni menjawab sambil tersenyum.
,"Ya udah hati²,kamu gak pake jaket ,dingin loh,"ucap ibunya aeni
,"Gak usah Bu,nanti keringatan juga,"sambil berdiri melangkah untuk bersalaman mencium tangan ibunya aeni menjawab.ibunya hanya diam tersenyum melihat ke arah anaknya yg sudah tumbuh dewasa.aeni pun melangkahkan kaki,meskipun pagi itu masih terasa gelap.,"ein ,bangun gak ya..?,kayaknya iya,semalam kan hujan ...pasti dia engga bergadang,anak itu,"aeni membuat pertanyaan untuk dia jawab sendiri dalam hatinya.tak terasa aeni sudah hampir dekat pertigaan,terlihat kedua temannya sudah menunggu.,"hai ,aeni,"teriak Nia dan Eli berbarengan.
,"Hai,"aeni menjawab sambil tersenyum.
,"Ayo kita berangkat,"ajak aeni.mereka pun melangkahkan kaki ke arah Utara menuju jalan raya.
,"Hai lihat tuh,gerombolan anak cowok belum berangkat,udah kumpul semua cuma kurang si Rey,belum bangun paling dia,"ucap Eli sambil menunjuk ke arah anak² yg berkerumun.
,"Udah biarin kita berangkat saja,"terlihat acuh aeni mengajak temannya, sedangkan sudut matanya meneliti benarkah Rein tidak ada.mereka pun melanjutkan perjalan,"huh ..!!!kemana anak itu,"aeni membatin.
Sinar mentari pagi begitu ramah menyapa di sela kabut yang dinginnya begitu manja menyapa pori² tubuh.beberapa bayang terlihat ceria di antara kabut dan sinar pagi itu.Rein terlihat terburu² berjalan bersama teman²nya,"kamu seh Rey lambat,"ucap Deni sambil berlari-lari kecil.
,"Iya maaf,tadi kesiangan,mau bangun dingin, agak males,.....hehehe,"Rein menjawab sambil tersenyum.beberapa anak laki-laki itu berlari-lari kecil, terlihat semangat mereka,keringat mulai berjatuhan di antara nafas mereka yg tidak teratur.
,"Oh...iya tadi ketemu anak²cewek kampung kita engga,"Rein bertanya ke teman-temannya
__ADS_1
,"Bilang aja nur gitu,make kalimat 'anak perempuan kampung kita',"dedih menjawab pertanyaannya Rein sambil sedikit sewot.
,"Hahahaha iya...iya,tadi kalian ketemu gak,"Rein tertawa melihat dedih sewot.
,"Iya tadi ada bertiga,nur,Eli dan Nia,dah berangkat,"jawab Erwin sambil fokus berlari.
Rein dan ke lima temannya asik berlari kecil sambil ngobrol dan bersenda gurau, keringat dan semangat mereka mulai bercampur apalagi Rein yg sepertinya berusaha mempercepat lari karena ingin menyusul aeni, sedangkan teman²nya mulai bisa membaca gelagat Rein.
,"Rey kalau kamu berlari seperti itu bisa cepat kehabisan nafas,"acuy berbicara sambil ter engah²
,"Iya nih Rey,santai aja,"dedih menyahut
,"Iya...maaf,"Rein berhenti sambil mengatur nafas di ikuti teman²nya.tiba-tiba dari belakang ada suara perempuan memanggil,"Rey...Rey,"dan ternyata Sany teman Rein.
Rein berbalik dan menyapa ,"hai," tapi dalam hatinya ia bergumam,"kenapa ketemu dia ...sih,duh nanti kalau ada aeni gimana,"Rein merasa khawatir.,"ayo lari bareng Rein,"ucap Sani yg menghampiri Rein bersama temannya.
,"Eh iya ,...aku sama temen²ku nih,kamu duluan aja,"Rein menolak halus.
,"Kan searah juga...,orang cuma bareng aja gak mau,"Sani terlihat ketua
,"Bukan begitu,...takutnya kalian gak bisa ngikutin kita lari,nanti malah kecapekan,"Rein masih berusah menghindar,sebab dia berencana mengejar dan berbarengan sama aeni.
__ADS_1
,"Dah gak papa Rey ,kita bareng aja,gak usah lari kita jalan santai aja,"ucap Uus sambil jongkok membenarkan tali sepatunya.
,"Ya udah kita bareng,"Rein menjawab sambil menutupi rasa kecewanya,mereka pun berjalan bersama.