Ijinkan Puisiku Menemanimu

Ijinkan Puisiku Menemanimu
awal hujan jauhkan rasa


__ADS_3

Rein berjalan cepat setengah berlari menuju arah pulang,ia terlihat panik,kelelahan,"gimana ini dah mau magrib,"batin Rein.iya dah semalaman gak tidur ,terus lari pagi dan langsung berangkat latihan karate,dan tumben hari ini ada acara dadakan,latihan karatenya di luar,di bukit yg lumayan jauh satu jam di tempuh dengan berlari.di tambah acara lain2nya.tadinya mau ijin gak ikut tapi engga enak juga sama teman2 dan senpai...,"bagaimana ini,aeni pasti marah,kasihan dia pasti nunggu,"Rein sudah tak memperdulikan apa2 lagi,meskipun lelah sangat dia terus berlari tak perduli kan apapun.ter\-engah\-engah nafas Rein lututnya serasa mau copot hampir seharian latihan fisik tanpa alas kaki, sekarang harus berlari pulang yg jaraknya hampir 2 kilometer,iya Rein memang selalu jalan jika berangkat dan pulang latihan karate.


,"Hampir sampai,...huh...huh...hampir sampai,"keluh Rein . hampir terlihat jalan belokan arah ke kampung nya ,dia semakin bersemangat,semakin cepat langkah rein.,"Rey...Rey...,"terlihat ada yg memanggil yg ternyata teman sekolah rein,tetangga kampungnya.,"ya ,maaf bro aku keburu2,kalo ada perlu besok aja di sekolah,"tanpa menoleh Rein menjawab .,"akhirnya sudah terlihat kampung ku,harus cepat ...harus cepat... sebentar lagi magrib,"ucap Rein dalam hati.,"assalamualaikum,"Rein berteriak langsung membuka pintu rumahnya dan langsung tergeletak di ruang tamu dekat pintu,...,"wa Alaikum salam,..kenapa sih kamu lari2 ein...!!!," Ibunya menjawab salam Rein sambil kaget.,"capek Bu,tadi ada kegiatan mendadak ,latihan di luar, seharian latihan fisik kayak outbound gitu Bu,"jawab Rein nafasnya ter engah\-engah,"habis itu masih latihan sparing...pokoknya capek banget sampai sore,"mata Rein terpejam ketika menjawab seakan dalam pejaman matanya ingin sekali menghilangkan semua kelelahannya.


,"Ya sudah, setelah istirahat sebentar kamu mandi terus makan,sudah mau magrib,juga,"ucap ibu Rein.


Rein bangkit dari tidurannya,"iya Bu tapi sebentar,"setelah melempar baju karate yg di ikat sabuk birunya ,ia langsung pergi keluar,...,"hei mau ke mana kamu ,bukannya istirahat mandi,"teriak ibu rein.


,"Sebentar Bu,ein ada perlu,"rein terhenti langkah nya .


,"Kenapa gak mandi makan dulu,sebentar lagi mau magrib,...OOO iya kamu tadi di cari nur,"


,"Tuh kan Bu...sebentar Bu,"Rein langsung berlari ke arah barat,tempat yg di tuju,tak lain pohon mangga Utara kolam tempat mereka bertemu.selang beberapa menit sampai Rein di tempat yg di tuju,terlihat teman2 nya sedang beristirahat setelah bermain kasti .


,"Heeeeyyy... Arjuna datang...kamu tadi di cari Dewi kamu tuh, sampai nangis2,"terdengar salah satu teman Rein mengejek .Rein tak memperdulikan ejekan teman2nya,ia malah bertanya,"kalian lihat aeni,gak,"

__ADS_1


,"Kalo aeni kita gak lihat ,lihatnya Nur,..tadi ketemu , kebingungan cari2 arjunanya,"jawab Uus


,"Sekarang kemana,"Rein bertanya agak ngotot


,"Itu tadi kok,jam 4 kita ketemu nya, sekarang paling di rumahnya,"ucap Uus


,"Ya udah ,makasih,"Rein langsung lari ke arah rumah aeni.yg di tuju Rein belakang rumah, tepatnya jendela kamar aeni.antara ragu dan bimbang di ketuknya jendela nako itu perlahan,tak ada jawaban... berulangkali ...tak ada jawaban...,"duh kemana dia,"terlihat murung Rein,membalikan tubuh pulang kerumahnya,langkah gontai, seluruh kelelahannya tak iya pikirkan , kegelisahan nya hanya tentang aeni,ingin rasanya ia menangis dan berteriak ,"maafkan aku aeni,"tertunduk dalam lelah dan sesal sang dewa angin itu.


Adzan magrib berkumandang,di antar lelah yg terabaikan , Rein bersiap-siap berangkat ke mushola,"kamu gak makan dulu ein,kalo capek habis sholat pulang aja, istirahat,"ibu Rein khawatir melihat anaknya.


,"Bawa apa itu kamu,yg kamu selipkan di Qur'an,"ibunya Rein penasaran dengan kertas putih yg di bawa anaknya itu.


,"OOO...ini gambar,ein di mintain tolong sama nur ,"jawab Rein


,"OOO ya udah hati2,"

__ADS_1


Setelah mencium tangan ibunya Rein pergi ke mushola.sesampainya di mushola di teliti semua anak perempuan yg prepare sholat dan ngaji itu,"kok aeni gak ada ya,"batin Rein,terlihat suram wajahnya.selesai sholat Rein melangkahkan ke belakang dan langsung keluar pintu mushola,selain mungkin karena kelelahannya ada hal lain yg membuat dia tidak tenang, tentu saja kegelisahan nya tentang aeni,perasaan bersalah dan rasa takut kehilangannya membuat ia masih bisa berdiri di atas rasa lelah yg amat sangat.


Setelah keluar dari mushola,pelan langkah rein di sela gerimis di awal musim penghujan itu.sampai langkahnya terhenti di bawah jendela gadis pujaannya.terlihat terang dari dalam,korden berwarna hijau itu, menutupi jendela itu,iya jendela yg amat sangat berarti di mata dan hati Rein saputra.di dalam jendela itu tinggal seorang Dewi cahaya bagi Rein . antara ragu dan harus memberanikan diri Rein mengangkat tangannya ,jari kecilnya mengetuk pelan jendela itu,... berulangkali dia ketuk pelan,sampai pada akhirnya, seseorang membuka korden jendela itu sedikit dan tak berbicara apapun.


,"Aeni,!!..kamu marah,maaf..kan aku,"ucap Rein terbata-bata.hanya terjawab hening dari dalam dan hanya ada sedikit terdengar isakan anak gadis .


,"Aeni jangan nangis,...aku salah ...maaf ya...,"Rein kembali meyakinkan


Tapi tiba-tiba perlahan korder jendela itu tertutup perlahan.


,"Sebentar aeni...kamu boleh marah tapi tolong maafin ein ya,...ini ein udah gambarin buat kamu...maafin ya,"Rein berbicara sambil memasukan kertas gambar yg dia buat ke sela jendela kaca nako itu.dia terdiam beberapa saat,tak ada suara dari dalam kamar itu,cuma keheningan seperti begitu setia menunggu Rein,menanti jawab atas harapan hatinya.dan tiba2 kaca nako itu terbuka ,tak lama kemudian terlempar kertas yg sudah di remas,...iya itu kertas yg di gambar Rein untuk aeni.


Gerimis semakin deras memperbesar percikan nya,angin dingin di awal musim penghujan ini seakan ingin mengucapkan selamat datang di keterasingan. Terasa sakit dada Rein, kesadaran nya berharap ini hanya sebuah mimpi,mata kecil nya melihat kertas itu melayang bersama percikan air dari langit,tak tahu apa yg harus di lakukannya,sesak di dada,perih di matanya,di ambil kertas yg terjatuh itu,iya kertas yg berisi gambaran nya di buka kembali , setengah basah,"aeni,kau tak tau apa yg ku lakukan untuk menggambar ini," batin ein


," Bukankah aku sudah minta maaf atas salah ku,"hanya terdiam ein sedang kan hatinya terus berbicara

__ADS_1


,"BAIK DAN BURUK GAMBARKU,Ini adalah karya ku,yg ku buat sepenuh hati untukmu...tapi kenapa ,aeni membuangnya,"Rein sudah tak perduli kan apapun lagi, langkah pelan nya bergerak ke arah pulang di iringi hujan yg mulai lebat,tapi Rein sudah tak perduli itu,ia melangkah dengan membawa kertas yg semakin rusak terkena air hujan dan sampai akhirnya kertas itu benar 2 rusak hancur terbawa air.


__ADS_2