Ijinkan Puisiku Menemanimu

Ijinkan Puisiku Menemanimu
Dewi cahaya


__ADS_3

Rein terlihat galau,"kemana aeni",pikirnya...kok gak ada.esok nya, sekitar jam dua siang,ketika Rein sedang main kelereng dengan teman2nya,terdengar teriakan wanita idamannya",eiiiinnn


...eiiinn,",Rein langsung berbalik ,"hai...aeni," menJawab dengan semangat.


,"Ayoo...Rey...giliran kamu ,kelamaan,"teriak temannya kesal.


,"Iya...iya...santai aja bro,"jawab Rey sambil tersenyum melirik aeni dan berkata pelan,"bentar ya,"..


Rey fokus mengarahkan klerengnya ke lingkaran tempat semua klereng berkumpul...Jarinya terlihat menjentikkan dengan keras klereng gacoannya...,"Trak..,"... kelereng sejumlah 11 buah di tengah lingkaran itu terberai oleh pukulan kelereng gacoan Rein,hanya tersisa dua klereng di lingkaran itu,...,"aku ambilin kelerengnya.. ya,tak bawain,"aeni berbicara pelan sambil tertawa menutup mulutnya...


,"Iya makasih,"Rein kembali mengarahkan klerengnya ke arah klereng gacoan dedih,..'"Trak,..gacoan dedih terkena...dia terlihat bergerutu dan memberikan klereng kemenangan nya kepada Rein yg di wakili aeni....


,"Makasih,ya dih,"goda aeni sambil masukkan klereng ke dalam plastik.


Permainan pun selesai Rein menang banyak,ia terlihat senang dan menghampiri bidadari yg membantu nya mengumpulkan kelereng...,"udahan ah,gak seru,Rein sudah gak fokus,"teriak Deni seperti tidak nyaman melihat Rein dan aeni.


,"Iya neh,nur...kamu gak main sama anak cewek lain


,"dedih merasa keasikan nya terganggu gadis kecil itu.


,"Aku mau ada perlu kok,sama ein...ayo ein,"tangan aeni menarik tangan Rein,

__ADS_1


Rein hanya bisa mengikuti tarikan tangan aeni mereka berjalan ke arah pohon mangga besar di dekat kolam.teman2 Rein hanya kecewa tapi hal seperti itu sudah terbiasa,Rein dan Nuraeni kalo sudah bertemu kadang mereka egois gak memperdulikan apa atau siapapun di sekeliling nya.


,"Kamu cari aku ya ein,..kangen ya...hehehe,"goda aeni


,"Iya dari kemarin kemana aja kamu,aku cari ke mana2 gak ada,"terlihat senyum Rein begitu berarti mengimbangi matanya yg mengarah ke arah aeni.


,"Aku kerumah nenek,ada acara keluarga,"ucap aeni


,"OOO Alhamdulillah ,aku kira kamu sakit,aku khawatir banget,"hehehe ...


,"Engga...kemarin aku mau ngasih tau kamu ,tapi gak ketemu juga...,padahal dah aku cari...!!!sambil terlihat kesal aeni berbicara sambil menghitung klereng.


,"Iya ...waktu itu,seperti biasa aku latihan karate,kan biar jadi pendekar,biar bisa lindungi kamu, melindungi Dewi ku,"Rein memperlihatkan sikap gagahnya pada aeni.


,"Hahahah....engga dong...iya maaf..tapi kamu tetap Dewi ku,nama kamu kan Nuraeni,yg artinya cahaya pengetahuan,jadi bagi ku kamu adalah Dewi ku,Dewi cahaya yg akan selalu menerangi perjalanan sang dewa angin,"semakin konyol Rein berbicara


,"Hahahaha ...iya gak apa2,jadi aku Dewi cahaya ya,"aeni mulai terbawa kekonyolan Rein.


,"Oh iya ,!!ein...cerita tentang kamu bisa melihat mahluk gaib itu betul,"aeni terlihat serius


,"Engga tau,aku bingung ngomong nya,bagiku itu nyata,tapi kalo aku ceritakan ke orang lain ,pasti aku di sangka bohong,aku sedih ngalamin ini sendiri,"terlihat begitu dalam, pandangan Rein meskipun tidak mengarah ke objek apapun.aeni terlihat cemas melihat tatapan Rein.

__ADS_1


,"Terus kamu gimana ein,"tanya aeni


Rein tersenyum,"gak papa,selama ada aeni sang Dewi cahaya,aku gak kenapa-napa ,"...


,"Eh aku punya puisi untuk aeni,dengerin ya,"terlihat Rein mengingat-ingat....sambil menghela nafas


....,"dan ketika ilalang itu menunduk, saksikan gelap rengkuh perlahan setiap alur hijaunya,,


Tak kah kau mau lebih lama wahai senja,temani aku...halau gelap nantikan sang rembulan bersama cahayanya,"..sambil menatap aeni puisi itu terputus oleh senyuman...


,"Hahaha...bagus engga ,aeni," Rein tertawa


,"Hehehe bagus banget,tapi aku gak ngerti artinya,...artiin dong ein,"pinta aeni


,"Besok aja suatu saat kamu pasti ngerti kok,tiap hari aku selalu buat puisi untuk kamu,ada hal yg aku takutkan aeni,"Rein menundukkan kepalanya.


,"Ih...ein mah suka aneh,!!kamu mikir apa,pasti mistis,"aeni terlihat cemas.


,"Ayo ...jawab,"aeni menggoyangkan pundak Rein yg hanya terdiam


,"Aku cuma takut suatu saat kamu pergi,entah karena alasan apa,aku selalu berpikir kamu suatu saat pasti pergi meninggalkan ku,"....menghela nafas...,"makanya aku selalu membuat puisi untuk kamu,jika suatu saat kamu pergi ,biar puisi ku menemanimu,heheh,"Rein berbicara di akhiri senyuman.

__ADS_1


,"Engga ya,aeni gak akan pergi ,pasti jadi teman ein terus,"seperti ragu aeni berucap.,"ayo ein kita pulang dah sore,".dan senja pun akhirnya menghampiri kedua dewa Dewi polos itu, sadar kan mereka untuk hindari gelap .


__ADS_2