IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER

IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER
Teguh Waluyo


__ADS_3

kisah seorang pemuda yang bernama “Teguh Waluyo” walaupun namanya terkesan katro namun pemuda ini bisa di bilang memiliki paras di atas rata-rata dengan postur tubuh yang tinggi kekar, berkulit putih dan memiliki hidung yang mancung, yang pastinya membuat setiap wanita baik yang muda maupun janda pasti sangat menyukainya, namun karena dia berasal dari desa tepatnya desa Pulosari Kabupaten Pemalang salah satu desa kecil di Jawa Tengah membuat penampilanya alakadarnya. Dia anak dari yang notabenya bisa di bilang kurang mampu bahkan tidak mampu, orang tuanya yang sudah beruban hanya bermata pencaharian sebagai petani lokal yang penghasilanya gak menentu dan menanam apa saja yang sekiranya menghasilkan, dia merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara yang laki-laki semua, kakak yang pertama bernama “Nizar” dia sudah menikah dan sudah memiliki rumah sendiri dengan 2 orang anak yang perkerjaanya serabutan, dan kakak yang kedua bernama “Irfan” dia Tidak seberuntung anak pada umumnya dia di lahirkan berbeda dengan yang lain karena tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar dan cara komunikasinya dengan bahasa isyarat namun dia pekerja keras apa saja di lakukan.


Teguh ini satu-satunya anak yang mengenyang pendidikan hingga jenjang SMK dengan Program Keahlian Akuntansi di salah satu sekolah Swasta di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, selama sekolah dia ketika ada waktu senggang atau libur dia mencari pekerjaan untuk menambah uang sakunya bahkan membantu orang tuanya untuk membayar SPP dan kebutuhan lainya dan dia juga aktivis organisasi di sekolahnya dia aktif di kegiatan sekolah dari OSIS hingga Ekstrakulikuler sehingga dia dikenal dengan kepribadian yang baik Mudah bergaul dan gampang berkomunikasi.

__ADS_1


Setelah lulus SMK dia memutuskan untuk mengadu nasib di Ibu Kota Jakarta untuk mencari Pekerjaan dan ingin mencari pengalaman dan hal-hal baru, berbekal ijazah dan uang saku seadanya yang dia dapatkan dri pekerjaan sampingan dia , akhirnya memutuskan untuk berangkat ke jakarta , Dia berpamitan dengan orangtuanya dan kakaknya  “ Bapa Mama saya berangkat dulu ya buat cari kerjaan doa’akan biar semuane lancar selamat sampai tujuan dan mendapatkan hasil yang baik” sambil mencium tangan kedua orangtuanya dan bapanya pun berkata “ Iya kamu yang hati-hati jangan lupa pesan kami jangan lupakan kewajiban dan kabari kami kalau kamu udah sampai sana walaupun kami berat sebenarnya karena kamu ingin cari pengalaman ya kami hanya bisa mendoakan biar sukses dan nitip salam buat lilik mu yang ada disana “  dan ibunya pun berpesan “ Guh ini nitip Buat pa lik disana ada nanas sama rengginang nitip salam ya hati-hati di jalan” teguh pun menjawab “ Iya bu nanti tak sampaikan salamnya , ya sudah saya berangkat dulu takut ketinggalan bus nanti di antar mas irfan” Karena soadara Bapanya Teguh lebih tepatnya Pa Liknya maka tujuan pertama Teguh ke tempat Pak liknya yang ada di Cakung, Teguh pun berangkat dengan membawa tas ranselnya yang berisi beberapa pakaian dan tas kecil yang berisi dompet dan uang yang tidak banyak.


Setelah berpamitan Teguh pun Berangkat Ke Terminal Pasar Moga dengan di antar kakanya sekitar pukul 17.00 WIB Bus pun berangkat dari terminal Moga tujuan ke Terminal Pulogadung dengan suasana hujan gerimis, dengan naik bus sinar jaya kelas ekonomi AC, di dalam bus Teguh mengirimkan pesan kepada Paliknya “ Pa ini udah berangkat kesitu mungkin sampai terminal pulogadung jam 3 pagi”

__ADS_1


Dan dengan cepat di balas Paliknya “ iya hati-hati nanti tak jemput di Terminal kalau udah sampai kabari “


Di dalam bus Teguh pun kepikiran sisa uangnya

__ADS_1


“ duh duit tinggal 100 ribu buat apa ya buat makan 3 hari abis di sana harus cepet cari kerjaan ni sampai sana , tidur dulu ah” gumamnya dan dia pub tertidur di dalam Bus dengan santai dan nyenyak karena di duduk sendiri Bus tidak banyak penumpang dia bisa rebahan di kursi bus seat 3.


Sekitar Jam 12.00 WIB Teguh pun terbangun karena Bus berhenti di rest area untuk istirahat tetapi Teguh bingung mau turun atau tidak karena uangya tinggal sedikit ahirnya dia memutuskan membuka tas dan memakan satu bungkus rengginang yang di titipkan mamanya, di dalam bus tidak ada perbincangan karena bus sepi penumpang, setelah makan rengginang dia pun melanjutkan tidurnya karena masih lumayan lama.

__ADS_1


__ADS_2