
Siang hari pun tiba Teguh dan Burhan mulai berangkat menaiki taksi menuju rumah Putri
“Guh sebenere mau kemana kita “ Tanya Burhan di dalam mobil
“aku di undang makan siang di rumah Putri aku malu datang sendiri jadi anda saya ajak hehehe” balah Teguh dengan terkekeh
“sialan lo mau jadiin gua nyamuk” balas Burhan dengan tidak senang
“tenang aja ada orangtuanya Putri heheh” jawab Teguh
Selama perjalanan mereka tidak bantak perbincangan karena sama-sama punya jalan fikiran masing-masing, Burhan memikirkan nasibnya ketika di campakan di sana sedangkan Teguh memikirkan pertanyaan apa yang akan di tanyakan kepadanya nanti.
Dengan kata lain jika mereka menyakan kejadian yang terjadi kemarin pasti otomatis Burhan akan tau, sedangkan Teguh tading mengajak Burhan karena sudah tau pasti orangtuanya Putri akan menjodohkanya.
Sekitar 1 jam merekapun tiba di rumah Putri dan sudah di tunggu kedatanganya.
“siang Om tante “ salam Teguh dengan di ikuti Burhan
“iya siang Juga ,ini sodara kamu?” tanya ibunya Putri
“iya kenalin Burhan ..” timpal Burhan
“ya sudah ayo masuk” mereka pun masuk dan melihat Putri yang sudah berdandan sangat anggun dengan setelan Bluesnya membuatnya semakin menawan dengan rambut panjangnya tanpa terikat dengan prawakan lumayan tinggi.
Melihat Putri Burhan jadi bengong ,,,,,,,,,,,, “silahkan duduk” ujar Putri membuat Burhan tersadar kembali
“maaf kalau saya terlambat “ ujar Teguh karena memang sudah hampir lewat jam makan siang
Jadi ketika diperjalanan sebenarnya Teguh meminta Putri untuk merahasiakan kejadianya yang telah mereka alami kemarin.
“gapapa nak silahkan diminum dulu pasti cape” balas Pa Ibrahim
Mereka pun memulai menikmati hidangan pembuka yang telah di sediakan oleh keluarga Ibra, sebenarnya Ibrahim ingin langsung mengucapkan terimakasih ,, tetapi karena Putri sudah memberitahukanya pesan dari Teguh jadi mengurungkan niatnya.
“nak Burhan kamu siapanya Teguh” Tanya Ibunya Putri memulai obrolan lagi
“ahh saya anaka dari pamannya Teguh taan” jawab Burhan agak malu-malu dan grogi karena lihat Putri yang begitu menawan
“iya tan Jadi saya di sini tinggal bersama paman saya dan Burhan “ Lanjutnya Teguh
“owh kalian masih saudara ,dekat ,, Burhan kamu pasti udah pernah kerumah teguh bisa ceritakan gak kampungnya Teguh heheheh” ujar Ibrahim dengan penuh penasaran
“ah gimana ya Desa Burhan enak sih adem kalau pengin makan sayur atau apa gak usah beli hehehe jujur kalu saya disana saya sepeerti raja hehehe,,, orangtua Teguh baik banget hobby saya disana ikut keladangnya Teguh hehehe” ucap Burhan seraya tersenyum
Putri yang mendengar itu berfikiran pasntas saja sikap perilakunya baik orangtuanya aja baik banget pasti sudah berjuang dengan keras mendidik Teguh
Merekapun melanjutkan makan siang sambil berbincang-bincang satu sama lain, ,menceritakan tentang mereka masing-masing.tidak ada perbincangan tentang kejadian kemarin dan niatan menjomblangkan Teguh dan Putri pun gak jadi semua di luar rencana .
__ADS_1
“Guh udah lumayan sore anterin gua yuk liat rumah “,, bisik Burhan kepada Teguh
“yaudah ayok” balas Teguh karena dia juga sudah tidak ingin berlama-lama “um tante maaf kita pamit dulu karena mau ada keperluan “ ucap Teguh.. “loh kenapa buru-buru niatnya mau tak ajak jalan-jalan ke mall” Timpal Ibrahim “makasih Um tapi kita masih ada yang perlu di kerjakan ya udah kalau begitu kami permisi” Teguh dan burhan pun keluar dari rumah Putri dan naik taksi untuk melanjutkanya,, Burhan berniat membeli rumah di dekat tempat kerjanya karena ada rumah yang akan di jual.
………………..
Di mansion Pa Brian mereka sedang sibuk menyiapkan jamuan makan malam dengan sangat teliti
Terlihat juga Clara yang sangat antusias , mereka tidak hanya mengajak Teguh makan malam tetapi juga membahas tentang Tugas yang akan diterimanya , dengan kata lain seperti rapat direksi serah terima jabatan,, disana bukan hanya Teguh yang di undang ada juga beberapa Direktu yang bekerja di Perusahaan Pa Brian ,
“Ayah aku ingin undang Teguh tapi udah lama mencari gak ketemu jugaa “ ujar clara pada ayahnya
“sudah gapapa nanti Juga kita cari lagi” jawab Pabrian sambil mengusap kepala anaknya
Mereka pun mulai berbincang tentang rencana kedepanya bagaimana keadaan ketika PaBrian sudah tidak ada dia ingin ada yang menjaga Putrinya itu.
…………………….
Ditempat lain Teguh dan Burhan sudah sampi dirumah itu
“Guh gimana kamu kan kerjanya jauh banget dari sini apa kamu tetep mau lanjutin ngontrak disana atau ikut kita “ tanya Burhan ke Teguh karena transaksi Rumah sudah selesai dan rumahnya bisa din bilang lumayan besar dengan harga 200jutaan
“udah santai aja yang penting mereka gak mikir bayar kontrakan lagi yang penting nyaman aku mah gampang” ujar Teguh sebenranya kepikiran mau tinggal dimana tapi dia udah kerja pasti bisa diatasinya
Ketika transaksi rumah semua berjalan lancar tanpa ada kendala dan Burhan pun ingin secepatnya pindah.
“widih bujang bapa dari mana “ sambut pa rusli yang ada di teras
“ehh pa udah pulang aja” balas Burhan dan lanjut berjabat tangan dan mencium punggu tangan orang tuanya di ikuti Teguh juga.
“udah dari tadi ,dari mana lo pada” lanjut tanya Rusli
“pa ngobrol di dalem aja lah sama mama juga ada yang mau di omongin” mereka pun masuk dan berkumpul di ruang Tv
“katanya ada yang mau lo omongin? Mau nikah lo?” tanya Bu Aji dengan penasaran
Burhan bukanya menjawab malah mengeluarkan map coklat dan membuat kedua orangtuanya bingung
“ini apa bur? “ tanya Rusli dengan penasaran membuka amplop itu
Melihat isinya membuat mereka berdua kaget yang dilihat adalah sertivikat rumah dan surat kuasa jual beli atas nama Burhan
“Bur ini lo beneran?” tanya Pa Rusli yang masih kaget
“iya bener ,, itu rumah Burhan yang beli” jawab Burhan
“duit dari mana lo ,, mama gak mau ya kalau harus berurusan sama bank” jawab bu aji
__ADS_1
“lah tenang aja sih Burhan gak ambil bank itu tabungan selama Burhan kerja tadinya mo buat nikah hehehe tapi kepikiran kita masih ngontrak ya jadi beli rumah hehe”
“lahh Burhan gak nyangka kita punya anak kaya lo pemikiran sampai kesana ,panyes aja lo disuruh nikah kagak mau “
Mereka berdua menangis haru dan memeluk Burhan ,,teguh yang melihat itu jadi ikut senang dan melo melihatnya
“udah ah malu ada Teguh hehehe,, oy iya maksih ya Guh udah mau minjemin duit buat bantuin heheh gua janji bakal ngangsur hehe” ujar Burhan
Mendengar pernyataan Burhan ,,Teguh menjadi tertawa pasalnya sebenarnya uang itu hanya angka dengan setatusnya sekarang,,, mereka yang melihat Teguh tertawapun menjadi heran
“eh lo malah ketawa apanya yang lucu” tanya Burhan
“hahaha gapapa lucu aja lo baru bikin mereka seneng malah langsung bilang angsuran depan mereka haha” Teguh pun kembali tertawa
“Bur lo Pinjem berapa Ket Teguh” tanya Rusli dengan penasaran
“udah lah Pa lik kalian fokus pindahan aja dulu,, itu fikirkan nanti kita kan masih satu buyut hahaha “ celoteh Teguh yang masih tertawa.
“ya udah secepatnya pindah besok kita siap-siap” lanjut Bu Aji
Melihat waktu hampir malam dia teringat dengan undangan pa wicak dia pun bergegas mandi dan ganti baju untuk keluar. Dia juga kepikiran untuk menempati apartemen saja yang di berikan Pa Brian
Ini kuga kesempatan baginya karena Burhan juga akan pindah dia Juga tidak satu rumah lagi dengan mereka jadi Teguh bisa menjalankan Tugasnya.
Teguh yang sudah siapun keluar dengan pakaian yang rapi
“Guh mau kemana lo” tanya Burhan
“aku ada keperluan sebentar “ jawab Teguh kemudain bersalaman dengan Bu Aji dan Rusli
“mau gua temenin gak” tawar Burhan
“gak usah ok” balas Teguh dia pun berjalan berangkat dengan naik ojek ke alamat mansion yang dikirm Pa Wicak,…….
Tak terlalau lama Teguh pun tiba di mansion itu dia kaget melihat rumah yang begitu megah seperti istana ,, dia pun tertegun baru kali ini dia melihatnya ‘apa benar inialamatnya’ gumam Teguh, tak lama datang seorang keamanan ,,
“maaf mas cari siapa ya” tanya petugas itu membuat Teguh tersadar
“maaf apa betul ini Rumha Pa Brian” tanya Teguh
“ah betul anda Tuan Muda ya mari Pa Brian sudah menunggu” Teguh kaget akan perlakuan petugas itu kepadanya dia agak risih pasalnya dia tidak pernah di perlakukan seperti itu sebelumnya,, Teguh pun mengangguk dan mengikuti petugas itu, dia berjalan sambil melihat sekeliling yang memikatnya, dan mulai masuk kedalam.
Ketika masuk Teguh di buat kagum dengan gaya aarsitektur khas barat yang sangat indah di tambah dengan lukisan yang indah.
Ketika dia melihat-lihat lukisan dia melihat sebuah foto keluarga yang terpajang di sana ,, dan dia merasa pernah bertemu dengan salah satu gadis di foto itu.
“atuan mari Tuan besar sudah menunggu” ucap sang petugas itu membuyarkan lamunan Teguh
__ADS_1
“ah iya terimakasih” Teguh pun berjalan ke arah perjamuan itu.