
Setelah perjalanan mengendarai motor sekitra 25 Menit mereka pun tiba di sebuah mall di daerah kelapa gading motor itu memasuki basmaen mall tersebut.
“ayo guh masuk gak usah malu heheh” Tanya Burhan yang melihat Teguh yang sedikit gak PD masuk ke mall “udah ayo buruan ntar lo juga keja disini” ucap Burhan lagi .. iya benar itu aadalah mall yg di tuju yang di tunjukan rio , Burhan pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rio {halo,,, yo gua udah di palkiran mall, lo dimana” Tanya Burhan di telepon { Gua di café atas kesini aja lantai 3” jawab rio,} Brian pun menjawab {ya udah otw} kemudian mematikan ponselnya Burhan berjalan masuk mengajak Teguh.
“ayok guh masuk kapan lagi lo ke mall bareng gua kwkwkw” teguh pun berjalan masuk ke mall bareng Burhan sambil melihat sekeliling, banyak mata perempuan yang memandang mereka berdua terutama Teguh yang penampilanya bisa di bilang gaka culun ketolong muka ganteng “itu cowo style gitu ya untuk ketolong muka cakep” gumam seorang perempuan yang memandang rendah Teguh .
Teguh dan Burhan pun cuek akan hal itu mereka bergegas ke café yang di sebut rio sambil mencari cari akhirnya menemukan Rio yang sedang asik memainkan ponsel dan menikmati kopi di café tersebut “ hai Rio sorry lo nunggu lama ya” sapa Burhan sambil berjabat tangan “ah enggak ko santai aja” jawab Rio dengan santai “eh ini Teguh sodara gua yang mau cari kerja” sambungya Burhan mereka pun duduk santai di café sambil berkenalan dan ngobrol.
Mereka pun mengobrol cukup lama untuk membahas apa saja yang di perlukan besok untuk melamar pekerjaan dan menjelaskan detail pekerjaanya.
Gak terasa hari sudah malam sekitar jam 20.30 WIB Burhan dan Teguh memutuskan untuk pulang karena Teguh juga harus menyiapkan berkas persyaratanya.
Ketika sampai dirumah Teguh dan Burhan setelah menyapa Pa Rusli dan Bu Aji mereka langsung bergegas makan dan di saat itu Bu Aji datang “ Guh tadi si Aya kesini tu nyariin kamu, kesini Cuma bilang makasih nanasnya” mendengar itu Burhan pun tertawa sambil mengunyah makananya,,
“ oh ya gimana lo dapet kerjaan gak” tambah bu Aji,,,, “iya bu lik besok saya mau datang bawa lamaran kesana” Bu Aji pun mengangguk “ Y udah syukur deh habis makan istirhata gak usah keluyuran lagi” Bu Aji pun segera keluar lagi sedangkan Burhan sudah menuju kamar mandi dan Teguh menunggu untuk gentian.
Setelah Burhan selesai Teguh pun bergegas mandi dan setelah itu tak lupa kewajiban dan langsung masuk ke kamar Burhan karena sementara dia tidur di kamar Burhan karena di rumah itu kamarnya Cuma 2.
“ Guh lo besok kesana sendiri y gue ada kerpluan besok sory gak bisa nganter” ucap Burhan sebelum terdidur “ iya ok gapapa besok aku sendiri” Burhan pun mengulurkan uang 300 ribu ke Teguh “ini pake dulu gue tau lo lagi gada uang gak usah mikir gantinya yang penting dapet kerja dulu” Teguh pun dengan bimbang dan berat hati menerima uang itu karena dia juga sedang tidak memiliki uang “iya bur makasih ya aku pasti ganti” Burhan pun rebahan sambil memakai soffel anti nyamuk “ dan tidur besok jangan sampai telat “ ucap Burhan.
__ADS_1
Setelah itu hanya ada keheningan terjadi karena sama-sama cape habis berkeliling, dan hanya ada suara tv dari ruang tengah karena pa Rusli masih menonton dan di temani suara kipas angina.
…………………………………..
Di Tempat Lain
Clara dan pa Brian yang berada di Bogor pun memutuskan untuk perjalanan pulang malam itu juga dari puncak karena banyak perkejaan yang menanti.
Clara yang sudah tidu di mobil sejak awal perjalanan pulang karena kecapean keliling puncak dan sesekali sering bertanya mengenai Teguh kepada Pa Brian pemuda seperti apa dia. Brian pun memainkan ponselnya sambil tersenyum melihat putrinya yang sudah tidur lelap dengan kepala menyender di bahunya.
Di perjalanan pun hanya terjadi keheingan Brian mengirim pesan pada asistenya {sudah ada perkembangan sampai mana} Tanya brian kepada wicak asistenya { maaf tuan kami belum mendapatkan informasi mengenai pemuda itu , kami akan berusaha secepat mungkin} jawab asistenya.
Karen Brian Cuma memiliki Clara sebagai satu-stunya anaknya dia tidak mungkin memberikan tugas yang berat dengan ke adaan clara seperti itu.
Dan tidak mungkin juga dia akan menitipkan clara kepada saudaranya nantinya.
Tak lama mobilpun tiba di tempat pa brian rumah yang megah bak istana itu dia pun bergegas memebawa putrinya yang masih tertidur dan setelah itu dia istirahat sambil merebahkan tubuhnya tak terasa dia juga tidur terlelap.
…………………………………………..
__ADS_1
Di tempat lain pa wicak masih belum istirahat jam sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari dia masih mencari informasi pemuda tersebut.
Dia terus memainkan ponselnya untuk menanyakan kepada anak buahnya tetapi belum juga ada hasilnya “besok harus dapat informasi, jika tidak tuan Brian pasti kecewa” gumamnya
Dia tidak kurang akal dia menghubungi seluruh devisi usaha di bawah naungan perusahaan pa Brian untuk mengecek cctv dan melihat tempat tersebut, walaupun dia tidak tau orangnya seperti apa Teguh itu.
……………………..
Di rumah Pa Rusli teguh sudah bangun untuk membereskan berkasnya dan dia bersih-bersih dan menunaikan ibadah .
“widih bujange wis tangi” celetuk Pa Rusli kepada Teguh pa Rusli sendiri juga sudah bangun akan berangkat kerja “ eh iya Lik hehehe” jawab Teguh Bu Aji yang dari tadi sudah di dapur setelah subuh itu pun geleng-geleng mendengar obrolan mereka pakai Bahasa ngapak.
Waktu sarapan pun tiba mereka ber 4 Burhan juga sudah bangun dia akan pergi ke tempat temenya Karen ada keperluan penting.
“ Bur lo anterin Teguh gak” Tanya pa Rusli “ enggak pa, ada kepentingan soalnya” terdengar obrolan kecil sambil makan, “ guh nanti naik ojek online aja” celetuk bu Aji Teguh pun hanya mengangguk dia sudah persiapan instal aplikasi ojol
Tak terasa waktu sudah jam 07.00 mereka pun sibuk dengan aktifitasnya, Teguh pun sudah siap dengan setelan kemeja sederhananya dan celana hitam dan juga membawa tas sekolahnya yang berisi berkasnya “guh ini nomor Rio nanti hubungi dia aja” Burhan memberikan nomor Rio ke Teguh “ ok makasih ya,,, “ jawab Teguh sambil mencatat nomor Rio “gak usah grogi nanti santai aja” celetuk Burhan sambil pergi menaiki motornya.
Teguh pun membuka ponselnya untuk memesan ojol mennuju mall tempat dia akan melamar.
__ADS_1
Ojol pesenan pun tiba dia berpamitan kepada Bu aji “bu lik aku berangkat dulu ya doakan heheh” pamit teguh sambil mencium punggung tangan buliknya “ iya hati-hati semoga sukses lo” jawab Bu aji Teguh pun bergegas menaiki ojolnya dan menuju lokasi sesuai dengan aplikasi.