
Clara yang mendengar itu kemudian dia tersenyum ternyata masih ada pria yang menghargainya “Terima kasih banyak sudah membantuku “ ucap Clara
“iya sama-sama , aku gak suda liat kelakuan pria seperti tadi mohon maaf sudah ikut campur” balas Teguh dengan mengusap bahu Clara itu membuat Clara sangat tersentuh .
“oh iya aku Clara” ucap clara sambil mengulurkan tanganya
“Aku Teguh, senang bisa membantu kamu” ucap Teguh kemudain ada panggilan dari resepsionis bahwa pesenanya sudah siap
“aku mau pergi dulu ya aku sedang di tunggu seseorang lain kali kamu hati-hati ya “ ucpa Teguh kemudian berdiri dan membayar pesananya , setelah membayar pesana Teguh melihat Clara masih disana kemudian mendekatinya.
“hai kenapa belum pulang “ ucap Teguh
“ehh iya ini mau pulang” balasnya
“ya udah aku antar kedepan aku pesankan taksi”
Clara pun mengangguk Teguh mendorong kursi roda Clara kedepan dan memanggilkan Taksi
“pa ikuti nona ini aja ya “ ucap Teguh
“makasih ya udah banyak membantu aku pasti bakal membalsnya di masa depan” ucap Clara kemudian dia pergi di dlam taksi,,,
Teguh pun kembali kerumahsakit……………………..
Dia masuk ke kamar VIP jelas sudah tau kerena itu permintaanya
“Put Tan ini makan dulu” ucap Teguh
“makasih banyak Guh, kamu udah makan belum” tanya Putri
“udah makan tenang aja”
Sebenarnya Teguh juga lapar belum makan, melihat Putri makan dengan lahap dia sebenarnya kasiahan kepadanya , dia juga merasa bersalah karena menutupi ini karena semua ini dia yang lakukan ,, dia pun memutuskan untuk keluar ruangan.
Di dalam kamar mama Putri mencoba mencari tau informasi yang membantunya Tetapi pihak rumah sakit merahasiakanya
“ Put bagaimana ini pirhak rumah sakit tidak mau memberi tahu”
“tenang dulu ma yang penting papa putri akan cari tau jawabnya”
Teguh yang diluar dia ingin memberitahu putri tetapi gimana caranya memberitahukanya dia bingung
Akhirnya dia memutuskan menelfon pa Wicak dan menjelaskanya secara detail “baik tuan saya kan meminta Direktur rumah sakit menemui anda” mendengar itu teguh pun kembali ke ruangan itu
“Guh kamu gak pulang,” tanya Putri
“emm enggak nanti aja besok juga libur kerja “ ujar Teguh
“gapapa nak kami sudah banya merepotkanmu bahkan menyeret kamu dalam masalah” ucap mama Putri
“gapap tante justru saya yang memprovokasi Lucky saat itu” bals teguh
“emmm Guh boleh minta tolong gak” ucap Putri sambil memuka melas
“bantu aku orang yang udah bantu kita sampai biaya rumah sakit ini” ujar putri dengan penuh bingung Teguh bingung harus menjawab apa..
Tapi kemudian pintu terbuka ,, semua yang di ruangan itu melihat ke arah pindu ,, yang datang adalah pria paruh baya berpenampilan layaknya Profesor namanya Dr. Henderson
“permisi boleh saya masuk?” ucap dokter itu
“silahkan” ucap Putri
Kemudian dokter itu masuk dan melihat sosok Teguh dan langsung membungkukan badanya setelah melihat Teguh
“Tuan muda” ucapan itu yang keluar dari mulutnya membuat Putri dan ibunya kemudaian perawat yang di belakangya mengangga gak menyangka ,,,apa salah dengar itu lah yang ada difikiran mereka
“tidak usah sepeti itu balas Teguh” kemudain dokter itu berdiri tegak lagi “suatu kehormatan anda bisa berkunjung kerumah sakit ini” melihat ini Putri merasa pusing bagaimana bisa Teguh pemuda biasa begitu dihormati olehnya “ saya Henderson rumah sakit ini senang bertemu dengan anda” lanjutnya lagi ucapan itu membuat Putri dan mamanya terkejut “apa apaan ini kenapa bisa begitu” gumam Putri
“saya yang berteima kasih kepada anda karena berkat tenaga medis disini ayah teman saya masih bisa bernafas” ucap Teguh memcah keheningan
“ahh itu sudah Tugas kami untuk menolong mengobati Tuan” balasnya
“apakah ada yang bisa saya bantu?” Ucap dokter itu
__ADS_1
“emm sementara tolong rawat Pa Ibrahim dengan baik” jawab Teguh dengan singkat
“baik Tuan ,, kalau begitu saya permisi “ ucap Dokter itu,,, sebelum dokter itu pergi Putri menghentikanya
“tunggu pa Henderson” ucap Putri
Dokter itu pun berhenti “ ada yang bisa bantu nona? “ jawab sang dokter
“saya mau tanya siapa yang sudah membantu kami membantu biaya rumah sakit dan operasi pap saya?” tanya sang Putri
Dokter yang mendengar itu kemudain melihat ke arah Teguh,, kemudian Teguh mengangguk tandanya dia Setuju
“ maaf nona yang membantu semua ini beliau adalah pemuda yang ada di hadapan nona” jawab yang Dokter sambil melihat ke Teguh
Putri yang mendengar itu bertambah kaget luar biasa dan tentunya mamanya putri seperti tersengat listrik
Mamanya Putri yang semakin penasaran memeberanikan diri untuk bertanya
“kenapa bisa Guh ,kamu dapat uang dari mana kamu juga baru Bekerja beberapa bulan dengan putri” mamanya putri bingung bukanya Teguh pemuda biasa kenapa bisa seperti itu dia masih gak nyangka atas jawaban dokter Henderson.
“mohon maaf izinkan saya mengatakan kalau rumah sakit ini sebenarnya milik beliau” ucap sang dokter membuat mamanya Putri pingsan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Putri bergegas menopang tubuh mamanya
“tolong Dok ,, ucap Teguh” Kemudain para perawat menolong mamanya putri dan tteguh mendekat ke putri
“kamu tenang aja semuanya akan baik-baik saja yang penting papa kamu sembuh” ucap Teguh sembari memberikan sentuhan hangat di kepala Putri ,,itu membuat muka Putri memerah malu,
“mama kamu hanya syok tenang aja” tambah Teguh
Semakin memikirkanya semakin pusing dia akan identias Teguh…………………..
“Guh tolong jelaskan apa benar?” Tanya Putri dengan serius
“iya nanti aku jelaskan semua ya” balas Teguh
“kamu Hutang penjelasan” celetuk Putri lagi,, “iya bawel” balas Teguh
……………………….
Clara baru saja pulang dengan mata masih sembab atas kejadian yang menimpanya , dia gak tau gimana jika tidak di selamatkan Teguh, “ahhhh lupa minta nomornya lagi ,,, bodoh,,” gumam Clara sambil merajuk masuk ke mansionya , Clara seperti biasa langsung menuju tuang kerja ayahnya untuk mengadu
Tokk,, tok,,, tok.. “masukk” Clara pun langsung masuk Brian yang melihat anaknya datang wajah sembab pun bingung
“kamu kenapa sayang” Tanya Brian sambil mengusap kepala anaknya “ini gara-gara kelvin yah”
Mendengar itu Brian sudah tidak heran pasti anaknya sudah tau yang sebenarnya “memangnya kenapa kelvin” pertanyaan yang di lontarkan Brian
“maafin aku Yah aku gak dengerin kata ayah aku nyesel” gerutu Clara
“memang kenapa ada apa cerita aja” Timpal Brian
“itu yang kata ayah bener kelvin Cuma mau uangku gak tulus sama aku tadi aku pergoki dia sama cewe lain di restoran” mendengar pernyataan putrinya Brian menyinyitkan satu matanya, “lalu apa yang kamu lakukan” lanjut Brian
“ya aku marah lah terus dia mencomooh aku aku emosi jadi aku lemparin dia segelas jus terus dia gak terima ,, lalu dia mau mukul aku,, tiba tiba ada pemuda nolongin aku” cerita dari Clara
“serius siapa pemuda itu dia dimana ayah mau berterimakasih sama dia” lanjut Brian
“lah itu dia aku lupa minta nomornya,, dia baik banget kaya super hero ,, dia bantu aku buat mukul Kelvin heheh” lanjut Clara
“emmmm dilihat lihat kamu suka sama dia “ goda sang ayah
“ih apaan sih” muka Clara jadi merah
Setelah itu Clara menceritakan lebih detail pemuda itu bagaimana dia memperlakukan dia dengan sangat baik yang membuat Brian kaget ciri-ciri orang dan namanya tertuju pada satu orang yaitu Teguh
Dua hari berlalu kini Pa Ibrahim udah bisa pulang
“akhirnya hari ini papa bisa pulang juga”
“iyah mah terimakasih ya , udah jagain selama ini, maaf sudah merepotkan kalian”
“gapapa yah itu kwajiban kami ,,tapi kita bingung bagaimana caranya balas budi sama Teguh” lanjut Puttri
__ADS_1
“iyah ni pa” lanjut ibunya
“iya dia sudah baik banget sudah menolong kita dan membayar semua biaya papa, mari kita pikirkan setelah pulang”
Ini adalah hari minggu Teguh libur kerja dia bingung harus melakukan apa dia duduk di teras rumah sambil menikmati kopi hitam , lalu terlintas bahwa senen besok hari pertama dia gajian kira-kira berapa gajihnya , dan juga memikirkan kelanjutanya dengan Pa Brian harus bagaimana dan dia juga teringat akan masuk ajaran baru kampus dia harus segera mendaftar, dia bingung harus memilih yang mana dulu semakin bermunculan fikiranya apartemen dan kartu juga dia fikirkan.
Ketika dia melamun kedatangan Burhan yang baru selesai mandi “woy pagi-pagi dah nglamun” ucap Burhan membuat Teguh kaget “ah elo ganggu imajinasiku aja” jawab Teguh
“libur kerja gak ada acara lo” Tanya Burhan
“gada bingung mo ngapain” jawab Teguh sambil memainkan HPnya
“ehh gua mau Tanya ni?” ujar Burhan
“Tanya aja” Teguh menjawab dengan kaget kira-kira apa yang bakal di lakuin Teguh
“lo ada pegangan uang gak hehehhe” ujar Burhan
“lah tak kira apaan,,, butuh berapa dulu” jawab Teguh dengan santai pasalnya jelas dia punya uang dia juga belum pernah cek saldo yang ada di kartu yang di berikan Pa Brian
“emmm sekitar 10 juta sih,, heheheh buat tambahan beli rumah soale gua kasian ama bapa sama ema harus ngontark terus ,, gua udah ada 200 jutaan tabungan selama gua kerja ,, gua pengin beli rumah sebelum nikah” ujar Burhan dengan muka cengengesan
Burhan memang sudah berniat ingin membelikan rumah orangtuanya sebelum dia menikah
“pantes kamu bujang tua keinginan lo begitu mulia” jawab Teguh dan dia mengingat uang bonusnya masih ada 10jutaan dia bodo amat karena besok gajian
“sembarangan lo banyak yang antri ama gua” celetuk Burhan
“hahaha iya canda sini Norek lo” ujar Teguh
“lo serius ada ,,,”
“emang gua pernah boong?”
Jawab Teguh membuat Burhan cengengesan ahirnya Teguh mentransferkan 10juta ke rekening Burhan
“dah masuk makasih ya love u” celoteh Burhan seraya menuil pipi Teguh
“ih najis gua curiga lo gak normal”
“apaan gua normal hahahah” mereka pun tertawa lepas
Ketika sedang asik bercanda telepon Teguh bordering dan melihat yang telepon adalah Putri , Burhan mengintipnya
“ahhh cie kwkwwk” celotek Burhan
Teguh hanya mengabaikanya
{iya halo kenapa Put} ucap Teguh {Guh lagi sibuk gak} jawab Putri
{enggak ada apa} balas Teguh {gini papa minta kamu datang buat makan siang bareng kerumah bisa gak} Teguh yang mendengar itu bimbang jika dia kesana pasti di bombardier pertanyaan dia bingung harus gimanan,, seketika dia melirik kearah Burhan ,, dia menemukan ide {baik tapi aku ajak sodara ya gak enak dia tak tinggal sendiri } balas Teguh {baik gapapa sampai nanti} ucap Putri kemudian [anggilan dimatikan.
“Bur gentian aku minta tolong” ucap teguh
“minta olong apa” Tanya Burhan
“udah kamu nanti dandan rapi jam 11 kita berangkat okey”
Burhan pun bingung dia sebenere mau ngajak kemana tapi gapapa lah aku ikutin.. gumam Burhan
Tak lama ponsel Teguh bordering lagi
‘ah siapa lagi’ gumamnya ,, ketika melihat layar ternyata pa wicak, Teguh bergegas ke dalam untuk mengangkat
{iya halo pa} jawab Teguh
{begini Tuan muda Tuan Brian ingin anda datang untuk makan malam apakah bisa}
{baik saya akan datang} balas Teguh
{baik apakah perlu saya Jemput} Tanya pa Wicak
{tidak perlu saya datang sendiri saja , sharelok saja } balas Teguh
__ADS_1
{baik tuan muda} kemudian menutup panggilanya