IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER

IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER
Penawaran


__ADS_3

Teguh yang melihat pria itu adalah Pa Brian lelaki yang di tolonya di Terminal kala itu, dia sangkat kaget , apa mungkin dia salah liat, dia terus berfikir dan di lain mata Pa Brian jujuga memandangi sosok Teguh yang menolongnya dia sangat kagum pada pemuda itu, selain baik dia ternyata juga berkompeten.


Rapat pun di mulai dengan di buka oleh Pa wicak dengan menyambut semua yang ada di ruang rapat, tiba saatnya sambutan yang akan di bawakan oleh Pa Brian selaku Pemilik.


“ saya mengucapkan kepada semua yang sudah hadir, saya sangat beruntung memiliki rekan rekan seklian karena sangat berkompetenn, dan ahir ini kita mengalami sedikit krisis yang belum juga terpecahkan ,tetapi saya sangat terkejut ketika bu Amalia selaku manager kita menemukan pemuda berkompeten, yang berhasil mengerjakan tugas ini dan memecahkan masalah, saya udah membaca draf hasil pekerjaanya dan sangat pua, untuk lebih lanjut silahkan sodara Teguh untuk memperkenalkan diri dan memaparkan hasil yang kamu kerjakan” Teguh yang mendengar itu pun terkejut dan bangun dari lamunanya ketika memikirkan pa Brian, dia pu bergegas berdiri dan melihat kepada sang manager di sampingnya dan sang manager pun membalas dengan senyuman.


Teguh pun bergegas maju dan memulainya ketiak semua sudah siap “ selamat pagi semua yang terhormat…………..” ucapan Teguh yang menyambut semua dengan begitu baik dan lancar Pa Brian yang mendengar itu pun tersenyum bangga “ baik sebelumnya perkenalkan nama saya Teguh waluyo saya berasal dari divisi naungan Bu Amalia mungkin baru melihat saya…….” Teguh pun memperkenalkan dirinya dan menyebut tentang pendidikanya semua tercengang bagaimana seorang lulusan smk bisa sngat baik dalam hal seperti ini ,, sungguh luar biasa banyak dari mereka yang berbisik kagum, tak hanya itu Pa Wicak pun tertegun dan melihat ke arah Pa Brian dan hanya ddi balas dengan senyuamn.


Persentasi pun Teguh mulai dengan memaparkan semua isinya dan menjabarkanya dan juga membahas masalah yang akan terjadi dan juga tak ketinggalan memaparkan langkah-langkah anstisipasinya dengan lancar walaupun dia awalnya merasa kaku dan grogi dengan penuh keringat ketika sudah memulai semua berjalan lancar dan Teguh pun merasa tenang.


“bailklah sekiranya itu yang saya sampaikan, apakah ada pertanyaaan” ketika Teguh mengatakan itu semua orang diam pasalnya apa yang mereka akan tanyakan sudah di jelaskan dan di paparkan dan mereka hanya diam saling memandang “sepertinya sudah cukup, baiklah saya akhiri mohon apa bila banyak salah dan kekurangan” Teguh membungkuk hormat , dan seketika semua orang berdiri dan bertepuk tangan “sungguh luar biasa anak muda ini” itulah yang keluar dari dari mereka , baru kali ini menemukan pemuda seperti itu walaupun berasal dari desa lulusan smk tapi luar biasa.


Setelah rapat selesai pa Brian meminta untuk tinngal dan berbicara denganya,

__ADS_1


Kini sudah keluar semua tinggal teguh Pa Brian dan Pa wicak mereka duduk bertiga “bagai mana kamu masih ingat saya” tanya Brian kepada Teguh , “iya pa saya ingat saya gak nyangka akan bertemu bapa lagi dengan situasi seperti ini” Teguh menjawab dengan rasa hormat dan canggung pasalnya dia berbicara dengan pemilik tempatnya berkerja “kamu tak perlu sungkan ini hanya salah satu usaha dari salah satu anak cabang perusahaan” Teguh mendengar itu kaget berfikir seberapa besar kekayaan pa Brian.


“saya bangga sama kamu selain baik kamu ternyata punya potensi yang bagus” ucap lanjut Brian, “ ah bapa terlalu maemuji saya yang gak ada apa-apanya di banding Pa Brian”,, Brian pun tersenyum bahagia .


“kamu sudah membantu saya , saya sangat berterimkasih pada kamu” ujar pa Brian sambil menepuk bahu Teguh “iya pa sama-sama saya ikhlas , sesama manusia harus saling membantu” ucap teguh dengan memandang pa Brian.


Lantas pa Iwcak yang dari tadi diam setelah melihat senyuman Brian dia segera mengeluarkan amplop coklat dan memberikan kepada Teguh, “ maaf ini apa pa” seraya Teguh bertanya dan menerima amplop itu “buka saja na Teguh” ujar pa Brian.


Karena Teguh penasaran dia pun membuka amplop itu dia terkejut ternyata isinya Kartu Berwarna Hitam dan berbikai Emas dan ada cahaya diamon di salah satu titik kartu itu, dia bingung karena belum pernah melihat kartu itu yang bertuliskan Black card World , dan ternyata masih ada satu barang lagi yaitu berupa kunci rumah dia pun kaget dan melihat ke arah Brian.


“maaf pa ini terlalu berlebihan saya gak bisa terima ini” jawab Teguh dengan wajah bingung “Kami gak memberikan kartu itu sebagai tanda terimakasih atas kebaikanmu dan Rumah apartemen itu kami berikan tidak gratis” Teguh yang mendengar itu sotak berdiri dan berniat mengembalikan itu semua.


“maaf , sebelumnya terimakasih saya gak bisa membayar semua itu saya hanya staf disini” jawab Teguh dengan mengembalikan semua itu, Brian pun tertawa dengan penuh bangga, dia bisa melihat diri teguh yang tidak terlalu haus akan uang walaupun dia tau kehidupan Teguh seperti apa itu membuat Brian semakin yakin.

__ADS_1


“duduk dulu saya belum selesai berbicara” ucap Wicak selaya mempersilahkan teguh kembali


“ Jadi mau apa dari saya” Ucap teguh to the point mendengar itu Brian tambah semangat pemuda ini sangat lugas tidak bertele-tele.


“ Jadi saya memerlukan seorang untuk mengurusi perusahaan saya dan saya rasa kamu cook” mendengar itu Teguh semakin bingung dan gak bisa berfikir bagaimana tidak dia hanya dari desa dan lulusan smk banyak orang yang lebih baik darinya mengapa dia yang diinginkan.


“maaf jika karena anda ingin balas budi kepada saya dan memenerikan ini semua maaf saya tidak bisa, saya hanya orang biasa dan latar belakang saya anda tau. Ucap Teguh dengan tegas dan penuh makna , setelah mendengar itu Brian bingung harus bagaimana lagi untuk meyakinkan Teguh memikirkan hal iti Brian ahirnya mencveritakan dirinya dan perusahaanya secara detail, dari tentang hanya punya satu anak dan tidak ada keluarga dekatnya yang mampu, dan menceritakan kondisi dirumahnya dari anak dan istrinya.


“baik lah saya akan berusaha tetapi saya juga harus menambah ilmu saya dengan kuliah” mendengar itu Brian sangat bersemangat “baik terimakasih saya percaya kamu bisa silahkan terima ini, dan masalh kuliah dan keluarga kamu jangan khawatir , dan kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi wicak asiseten saya” setelah itu teguh mengetahui kalau Brian sudah mengamatinya sejak lama dan dari saat itu Teguh bertekad untuk berusaha lebih giat lagi.


“baiklah nak Teguh saya tunggu kamu di rumah saya Besok malam untuk makan malam karena Clara sangat ini betemu kamu” ucap brian sebelum pergi “baik pa saya akan datang” mendengar itu Brian meninggalakan teguh dan berjalan keluar tetapi Pa Wicak masih disitu.


“Tuan Teguh sekarang menjadi bagian keluarga Pa Brian jadi jangan sungkan-sungkan kepada saya kalau butuh apa-apa hubungi saya saja saya siap” ucap Wicak kepada Teguh dengan penuh Hormat “terima kasih pa tapi tolong bantu saya , untuk ini dan jangn terlalu formal begitu biasa saja pa sama saya anggap saja saya anak pa wicak” Teguh mengatakan itu membuat Wicak tersentuh dia bangga dengan tindakan Brian “oh iya tadinya kami berniat membelikan anda mobil tapi tidak tau selera anda jadi silahkan gunakan kartu itu unduk membeli mobil kekinginan anda” ucap Pa wicak Teguh pun kembali melihat kartu itu, apa harus menggunakanya atau tidak.

__ADS_1


“dan apakah anda ingin emliaht Apartemen anda” tanya wicak kepada Teguh “ah lain kali saja kalau saya sudah siap” Teguh pun sbeenarnya bingung harus pindah atau tidak dan gimana menjelakan kepada oarang-orang terutama keluarganya.


Teguh pun kembali keruanganya karena udah jam pulang kantor jadi mereka sudah pada pulang dan juga bersiap ker ualng tahun Putri, Teguh pun bergegas pulang


__ADS_2