IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER

IKHLASKAN DUA RATUS RIBU MALAH JADI MILYADER
Bertemu Pak Brian


__ADS_3

Teguh memiliki ambisi ingin merubah hidupnya dan yang menjadi motivasinya adalah orang-orang yang baik padanya dan orang-orang yang jelek padanya dia jadikan sebagai bahan perbandingan untuk evaluasi diri kedepanya.


Pagi pun tiba seperti biasa Teguh pergi sarapan dan berangkat kerja di dalam fikiranya sempat terlinras untuk memilih ngekos atau ngontrak sendiri, karena dia tidak ingin selalu merepotkan sodaranya itu.


Ketika Teguh masuk dalam kantornya orang-orang sudah ramai berkumpul dia mendekat ternyata ada kue ulang tahun dan kado bisa di artikan ada rekan kerja yang ulang tahun.


Teguh pun mendekat dan ternyata yang ulang tahun adalah Putri, banyak rekanya yang memberikan ucapan kepada Putri, “selmat ulang tahun Put semoga ………………” banyak doa dan ucapan selamat kepada Putri. Teguh tidak tau hari ini ulang tahun Putri dia merasa kebetulan kemarin habis beli jam buat dia, tapi melihat sekitar tidak ada yang bawa kado dia urungkan niatnya memberi jam itu sekarang.


Teguh pun mendekat “ selamat ulang tahun Put semoga sehat selalu dan di beri umur yang berkah” ucap Teguh kepada putri dan mereka berjabat tangan, banayak mata mereka yang melihat Teguh dan Putri ada yang bahagia iri dan sinis ingin mengejek.


Mereka berjabat tangan lumayan lama karena mereka saling berpandang-pandangan “ehem-ehemn” mereka tersadar setelah mendengar suara itu dan ternyata sofi.


“makasih ya Guh jangan lupa nanti malam datang ya kerumah mo ada sukuran kecil-kecilan” ucap putri kepada Teguh, “iya aku datang” balas Teguh setelah itu mereka melanjutkan kerja seperti biasa ada juga yang membicarakan akan pakai apa dan kasih kado apa.


Jam istirahat pun tiba ketika Teguh akan keluar makan ponselnya berdering ada yang menelfon dengan nomor tak di kenal “haloo,,,, maaf ini siapa ya” ucap Teguh pada telephon ‘iya haloo ini saya bu Amalia” Teguh pun kaget mendengar nama itu “ehh iya bu ada apa ya” tanya Teguh dengan bingung kenapa bu Amalia tiba-tiba telefon “bisa keruangan saya sekarang? Ada yang penting” teguh pun tanpa basa basi langsung menjawab “baik bu saya kesana sekasrang” telepon pun langsung dimatikan.


“guys aku mau ke ruang bu Amalia dulu ya, kalian makan dudluan nanti aku nusul, tadi beliau telfon soalnya” ucap Teguh kepada teman-temanya yang biasa makan bareng “baiklah kami tunggu” ucap Rio.

__ADS_1


Teguh pun menuju ruangan sang manager ‘tok,,tok..tok “masuk” manager mempersilahkan Teguh masuk , kemudian Teguh duduk di depan meja manager “ maaf bu ada apa ya memanggil saya”, tanya Teguh dengan penasaran kepada yang manager.


“ Guh maaf ganggu istirahat kamu, saya Cuma menyampaikan pesan darai presider, beliau terkesan atas kinerja kamu walaupun lulusan SMK tapi bisa mengerjakan tugas yang saya berikan dengan sangat baik, bahkan diluar ekspetasi saya, saya salut sama kamu” ucapa memuji sang manager kepada Teguh selain niat memuji dia juga merasa harus bisa mengambil hati tegub karena Teguh pasti akan sukses mendapat perhatian Khusus dari atasan.


“duh bu makasih saya hanya sebatas itu berusaha sebisa saya” Teguh menjawab dengan agak Canggung, “saya paham akan potensi kerja keras kamu, saya menyampaikan pesan dari atasan beliau ingin  kamu ikut rapat pemegang saham nanti sore jam tiga” Teguh mendengar itu pun langsung kaget karena dia gak menyangka akan di undang ke rapat besar itu.


“bu maaf saya merasa tidak pantas karena saya Cuma staf disini dan gak punya jabatan apapun” mendengar itu sang manager tersenyum dan menjawab “ itu lah dirimu kemarin kamu berhasil mengerjakan tugas yang saya berikan dan persider sangat menyukainya , beliau ingin kamu yang langsung memaparkan hal itu, jadi saya minta tolong jangan menolak dan ini peluang buat kamu”


Jawab panjang lebar sang manager membuat Teguh berkeringat dia pertama di undang rapat itu kedua dia harus memaparkan hal yang dia kerjakan , kalau masalah memaparkan saja mungkin bisa, tapi kalau harus persentasikan dan banyak pertanyaan harus bagaimana , tapi dia berfikir lagi ini kesempatan yang bagus untuknya.


Jika berhasil pasti akan mendapat promosi karir yang bagus setelah mempertimbangkanya dia pun memutuskan untuk menerimanya.


Teguh pun langsung menyusul temanya yang sedang makan dan lansgung memesan makanan , ketika Teguh sedang makan salah satu temanya bertanya “ ada apa lagi lo di panggir Bu Amalia, di kasih tugas lagi lo ya” tanya Tomi dengan penasaran, “aku gak perlu jawab kalian udah tau” jawab teguh dengan singkat dan melanjutkan makanya , sembari makan mereka pun mengbrol kira-kira Bonus apa lagi yang akan di dapat Teguh .


Semuanya pun tertawa tak bisa membayangkan kehidupan mereka nantinya ketika Teguh dapat bonus terus dan dapat jabatan , “eh gimana hadiah apa buat nanti malam” di sela tertawa mereka ada yang bertanya mengenai nanti malam, dia adalah Aryo.


“oh iya mau kasih kado apa” merekapun segera berdiskusi dan memutuskan iuran untuk membelikan tas buat Putri , merekapun mengumpulakn uang kepada Tomi “Guh lo mau beli kado sendiri apa iuran” mendengar itu Teguh mengeluarkan dompet dan ikut patungan 500 ribu “nah gitu dong lo kan dapat Bonus jan pelit hahaha” semua pun tertawa, setelah itu Tomi memutuskan untuk membeli tas itu.

__ADS_1


“Guh lo gada niatan kasih kado sendiiri gitu” tanya Rio, Teguh sambil meminum estehnya menjawab “iya aku udah beli, tapi tetep ikut kalian patungan kita kan keluarga hehehe” semua pun kembali tertawa dengan hangat, setelah itu mereka pun kembali masuk kantor.


Setibanya di kantor Teguh langsung mempelajari materinya dia tidak begitu sulit untuk mempelajarinya karena tadinya dia sendiri yang membuatnya dia hanya menambah kemungkinan yang terjadi dan antisipasi dan evaluasinya.


Jam pun menunjukan pukul 3 sore Bu Amalia menghampriri Teguh rekan yang lain pun kaget kedatangan Bu Amalia “ ayo guh keruang rapat udah waktunya “ Teguh mengangguk dan berjalan di belakang sang manager ,  Rio yang  heran menarik tangan Teguh.


“ ada apa Guh” tanya Rio dengan penasaran, “ku jelaskan nanti setelah selesai” Rio pun mengangguk Teguh berjalan keluar Ruangan dan menuju ruang rapat, “ada apa bro kenpa Teguh di panggil” tanya Tomi ke Rio “ dia gak bilang apa-apa katananya mau di jelasin nanti” mereka yang mendengar hal itu pun sangat tidak sabar.


Teguh yang pertama kali masuk ruang rapat itu pun menjadi kaku melihat banyak anggota jabatan lain dan pemegang saham sudah berdatangan, walaupun Teguh biasa persentasi di sekolah di depan guru dan kepsek tetap saja suasana itu berbeda , “Guh kamu siapkan” tanya sang manager dengan melihat Teguh yang tampak gugup dan berkeringat “iya bu siap” kemudian menjawab dengan penuh yakiin


“kita menunggu siapa lagi bu” tanya Teguh kepada sang manager “kita tunggu presider atau pemilik utama” jawab sang manager menjelaskan kepada Teguh, mendengar hal itu membuat teguh tambah grogi, gimana enggak dia akan persentasi langsung di depan pemilik tempatnya bekerja dan beberapa vendor dan juga pemegang saham.


Tak lama pintu di buka oleh orang berbaju hitam jelas itu pengawal , yang sangat tinngi besar dan ototnya kekar, kemudian di susul dua orang paruh baya yang satu rambut beruban dan yang satu rambutnya masih hitam , iya mereka adalah pa wicaksono dan Brian Wiratama sang pemilik, semua orang beridir dan membungguk 30 derajat untuk memberi hormat.


Teguh yang kaget dia pun iku melakukan apa yang orang lain lakukan, setelah dua orang itu masuk dan berdiri di kursi utama mereka kembali meluruskan tubunya.


“silahkan duduk” Teguh yang mendengar suara itu pun seperti familiar dan benar saja ketka dia meluruskan tubunya dan melihat ke sumber seuara dia terkejut bukan main.

__ADS_1


“Pa Brian………”


__ADS_2