Ilandersland

Ilandersland
Hutan Dibelakang Rumah


__ADS_3

Annabeth berlari menuju lantai dua rumahnya itu, lalu dia menemukan Phyllis yang sedang membaca buku kimia disana dengan memutar bola matanya, Annabeth pun berjalan mendekatinya.


"Phyllis, aku dan Peter akan pergi kehutan belakang apa kamu ingin bergabung?" tanya Annabeth yang tak membuat Phyllis bergerak sedikit pun.


"Aku akan tetap disini," tolak Phyllis yang membaca bukunya dengan serius.


"Baiklah, panggil saja kami jika bibi Natalie datang." Annabeth segera pergi dari sana dan menunggu Peter didepan halaman rumah.


Tidak lama kemudian Peter pun keluar dari rumah lalu dia berjalan mendekati Annabeth yang menunggunya sendirian.


"Apa dia tidak ingin bergabung?" tanya Peter yang diangguki oleh Annabeth.


"Baiklah tidak masalah, ayo kita pergi!" Peter menggandeng tangan adik bungsunya itu lalu mereka berjalan bersama menuju hutan.


Dari kejauhan Stave mendengar suara Annabeth yang mendekatinya lalu Stave pun berdiri dari sana dan melihat kesekitarnya dan benar saja itu Annabeth dan Peter yang berjalan menujunya.


"Apa bibi sudah datang?" Stave menatap saudaranya itu dari atas rumah pohonnya.


"Belum, Phyllis akan memanggil kita jika bibi sudah datang," jelas Annabeth sambil melihat keatasnya.


"Lalu apa yang kalian lakukan disini, apa kalian ingin menggangguku?" Stave mengerutkan dahinya.


"Kami akan pergi kesungai, tenang saja kami tidak mengganggumu," Peter menatap datar adiknya itu.


"Ayo Anna." tarik Peter yang diangguki oleh Annabeth.


Peter dan Annabeth pun pergi dari sana dan meninggalkan Stave sendirian disana, tidak jauh dari rumah pohon Stave mereka pun tiba disungai, sungai dengan air yang sangat jernih bahkan mereka bisa melihat ikan-ikan kecil yang sedang berenang didalamnya.


"Peter, apa Stave marah karena ayah selalu tidak pulang diacara penting?" tanya Annabeth disela mereka sedang memperhatikan sungai.


"Mungkin saja, kita tidak pernah tau bukan apa yang ada dipikiran Stave," Peter tersenyum kecil sambil melihat adiknya itu.


"Jangan khawatir Anna, saat dewasa nanti Stave akan mengerti bahkan begitu juga dengan dirimu," lanjutnya lagi sambil berjalan mengiringi arus.


"Aku akan mengerti saat waktunya tiba," kata Annabeth yang membuat Peter tersenyum.


"Peter lihat apa itu tali yang tergantung diatas pohon, apa kita bisa menaikinya dan bergantung disana!" tunjuk Annabeth dengan sangat semangat.


"Annabeth hati-hati kamu akan terjatuh." teriak Peter pelan pada saat Annabeth berlari kearah tali yang ada diantara sungai.

__ADS_1


Annabeth mencari dahan yang panjang lalu mengambil tali itu dengan bantuan Peter, setelah tali itu berada ditangan Peter, Annabeth mengembalikan dahan itu kepinggir sungai.


"Sepertinya tali ini kuat, apa aku boleh berayun untuk menyeberang?" tanya Annabeth yang membuat Peter menaikan alisnya sesaat.


"Sebelum itu aku akan mencobanya lebih dulu, jika ini aman maka kamu boleh mencobanya," jelas Peter yang diangguki oleh Annabeth.


"Baiklah, aku akan berayun." Peter mengambil langkah untuk berayun keseberang.


Setelah berayun dan tiba diseberang Annabeth tersenyum lebar bahkan dia sangat senang saat melihat Peter baik-baik saja bahkan dia semakin ingin mencobanya.


"Berikan kepadaku, aku ingin mencobanya!" teriak Annabeth yang diangguki Peter.


"Hati-hati dan pegang talinya dengan kuat!" Peter mendorong tali itu kearah Annabeth.


Disisi lain Phyllis baru saja tiba dirumah pohon milik Stave lalu dia melihat Stave yang sibuk dengan lukisannya.


"Bibi sudah datang sebaiknya kamu segera kembali kerumah," pinta Phyllis pada adiknya itu namun hal itu tidak membuat Stave menghentikan aktivitasnya.


"Stave apa kamu mendengarku?" tanya Phyllis sambil menaiki rumah pohon itu untuk memastikannya.


"Aku akan kembali bersama Peter dan Annabeth," jawab Stave dengan santai sambil meneruskan lukisannya.


"Mereka ada disungai, kembalilah aku akan memanggil mereka," kini Stave menatap Phyllis dengan wajah yang datar dan dingin seperti biasanya.


"Baiklah aku akan menunggu kalian dirumah, jangan terlalu lama Stave kita tidak boleh membuat bibi Natalie menunggu." Phyllis segera turun dari sana lalu dia memutuskan untuk meninggalkan hutan dan kembali kerumah.


Suara Phyllis terus mengganggu pikiran Stave lalu dengan cepat Stave menyelesaikan lukisannya lalu turun dari sana untuk menyusul Peter dan Annabeth yang ada disungai.


"Peter, Anna?" suara Stave membuat Annabeth melambaikan tangan.


"Apa yang kalian lakukan disana, cepat kembali bibi Natalie sudah datang," jelas Stave yang diangguki oleh mereka.


"Aku tidak menyangka jika bibi datangs secepat itu," omel Annabeth sambil berayun menuju Stave yang sudah menunggunya.


"Kamu bisa terjatuh Anna jika berayun seperti ini," omel Stave sambil memberikan tali itu pada Peter.


"Jangan khawatir Stave, dia bersamaku." sela Peter yang membuat ekspresi kesal Stave tidak berubah.


Disaat akan berayun tiba-tiba Peter tidak bisa bergerak dari sana bahkan dia hanya bisa menatap Stave dan Anna yang sedang menunggunya diseberang sana.

__ADS_1


"Peter apa kamu sangat menyukainya sampai kamu tidak ingin berayun kesini?" goda Annabeth saat melihat Peter yang masih berdiam diri disana.


"Sial apa itu!" suara kecil Stave membuat pandangan Peter dan Annabeth menatap kearahnya.


"Peter cepat kemari!!" teriak Stave dengan sedikit panik.


"Ada apa Stave?" tanya Annabeth dengan wajah yang bingung saat melihat Stave yang panik.


"Peter apa kamu mendengarku!" teriak Stave yang tak mengubah Peter.


Disela teriakannya tiba-tiba Annabeth yang berdiri disampingnya memegang tangan Stave untuk menyadarkannya.


"Kenapa kamu berteriak Stave?" tanya Annabeth dengan raut wajah yang bingung.


"Apa?" Stave bertanya pada Annabeth bahkan dia melihat Peter yang berdiri disamping adiknya itu.


"Ah sepertinya aku salah lihat," lanjut Stave yang membuat mereka berdua bingung.


"Apa yang kamu lihat Stave?" tanya Peter sambil memegang pundak Stave untuk menenangkannya.


"Tidak ada, ayo kita pulang." Stave berjalan lebih dulu dari mereka berdua.


Mereka pun segera keluar dari hutan dan kembali kerumah, benar saja bibi Natalie sudah menunggu mereka sejak beberapa menit yang lalu, bahkan buku yang membosankan itu sudah ada ditangan Phyllis.


"Kalian kembali," sapa bibi Natalie yang diangguki mereka bertiga.


"Bibi tidak bisa lama disini karena bibi ada pekerjaan yang harus bibi selesaikan," jelasnya yang tidak mengubah ekspresi Jouvalines bersaudara itu.


"Bibi jangan khawatir," sela Phyllis sambil menutup bukunya lalu berdiri.


"Aku akan mengurus mereka," lanjutnya yang membuat bibi Natalie yang tersenyum.


"Bibi akan kembali besok pagi, terima kasih Phyllis," bibi Natalie mengelus wajah Phyllis sambil tersenyum.


"Baiklah bibi pergi sekarang, kalian baik-baik dirumah." bibi Natalie segera pergi meninggalkan rumah itu.


Setelah mobil tuanya pergi meninggalkan halaman rumah itu kini Jouvalines bersaudara hanya saling menatap satu sama lain karena mereka sedikit kesal.


"Sepertinya bibi tau jika kamu kesal padanya," tatap Annabeth pada Phyllis yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Ada baiknya jika dia mengetahuinya Anna." Phyllis kembali ketempat duduknya sambil membuka kembali bukunya.


__ADS_2