Ilandersland

Ilandersland
Hari Yang Tidak Terlalu Menyenangkan


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi dan kini sebuah mobil tua memasuki halaman rumah keluarga Jouvalines, dari dalamnya bibi Natalie keluar sambil membawa beberapa sayuran yang sebelumnya sudah dia beli. Jouvalines bersaudara yang saat ini sedang bermain dihalaman pun menghentikan aktivitas mereka sebentar.


"Kenapa dia harus kesini?" Phyllis mengerutkan wajahnya saat melihat bibi Natalie yang datang dikediamannya.


"Sepertinya kamu kedatangan tamu Phyllis." goda Peter yang membuat adiknya yang lain tertawa.


Phyllis pun segera menjauh dari mereka dan menghampiri bibi Natalie yang sedang membawa sayuran lalu keduanya pun masuk kedalam rumah, disisi lain ketiga lainnya masih bermain dihalaman.


"Sepertinya dia benar-benar tidak menyukai bibi," Annabeth memandang Phyllis dari kejauhan.


"Karena bibi Natalie sangat menyebalkan wajar saja jika Phyllis tidak menyukainya." jelas Peter yang disetujui oleh Stave.


Mereka melanjutkan permainan mereka sedangkan Phyllies sedang membantu bibi Natalie didapur sembari menyusun belanjaan yang sudah dibeli olehnya tadi.


"Bibi kami tidak memakan lobak, Peter tidak bisa memakannya," jelas Phyllis sambil mengeluarkan lobak dari tas belanja.


"Aku tidak peduli, aku membeli itu karena aku bisa memakannya." jawabnya yang membuat Phyllis sangat kesal.


Setelah membantunya merapikan semuanya Phyllis kembali bergabung bersama saudaranya yang lain, Phyllis dengan wajah yang kesal pun hadir diantara saudaranya, dan mereka bisa merasakan betapa kesalnya Phyllis saat ini.


"Apa dia mengatakan hal yang buruk padamu?" tanya Stave sambil mengerutkan dahinya dan dengan memegang bola ditangan kanannya.


"Tidak terlalu buruk," jawab Phyllis sambil menatap mereka bergantian.


"Aku hanya memberitaunya jika Peter tidak bisa memakan lobak lalu dengan santai dia menjawab aku tidak peduli, aku membeli itu karena aku bisa memakannya," jelas Phyllis sambil meniru gaya bicara bibi Natalie.


"Aku tau kamu merasa sangat kesal padanya, tapi tidak masalah mungkin dia akan kembali kerumahnya nanti malam," jelas Peter sambil menenangkan saudarinya itu.


"Bersabarlah Phyllis," Annabeth memegang tangan saudarinya itu.


"Phyllis kemarilah bantu bibi menyiapkan makan siang," panggil bibi Natalie melalui jendela.


"Menyebalkan sekali." Phyllis segera berjalan meninggalkan saudaranya itu dan kembali kedapur untuk membantu bibinya.


Mereka hanya menghela nafas lalu menghentikan permainan mereka dan memilih untuk duduk dibawah pohon yang rimbun, disisi lain didapur Phyllis diminta untuk memotong beberapa bahan sedangkan bibi Natalie masih sibuk mengurus hal lainnya.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali buku-buku kuno dirumah ini?" omel bibi Natalie sambil mengambil beberapa buku yang terletak dimeja dan kursi.


"Apa yang diajarkan Frankie pada anak-anaknya ini," omelnya yang membuat Phyllis menatapnya kebelakang.


"Anna sangat menyukainya," sela Phyllis yang membuat bibi Natalie menurunkan sedikit kacamatanta.


"Menyayangi satu sama lain memanglah sangat penting." bibi Natalie pergi dari sana sambil membawa buku-buku yang ada ditangannya.


Dengan cepat Phyllis menyelesaikan pekerjaannya sampai makan siang pun tiba kini mereka semua berkumpul diruang makan dengan semua keheningan yang sangat menekan.


"Stave aku tidak bisa memakan ini." bisik Annabeth dengan sangat pelan saat dia menemukan mentimun dipiringnya.


Tanpa banyak bicara Stave segera mengambil mentimun itu dan memasukkannya kedalam piring Annabeth dan juga lobak yang sebelumnya dibicarakan kini ada dipiring milik Peter. Stave mengambilnya dari piring saudaranya itu dan mereka kembali makan dengan tenang seperti biasanya.


"Aku akan kembali kerumah besok pagi jadi Anna, malam ini kamu tidur dikamar saudarimu," perkataan bibi Natalie membuat mereka semakin terdiam.


"Anna apa kamu mendengarku?" tanya bibi Natalie sambil menatap Annabeth.


"Baiklah bibi." jawab Annabeth dengan sedikit ragu.


"Lakukan saja seperti biasa, anggap saja bibi tidak ada disini," saran Peter yang membuat mereka saling menatap satu sama lain.


"Aku bisa tidur dirumah pohon malam ini jadi Anna bisa tidur dikamarku," saran Stave yang membuat Annabeth menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidak boleh melakukannya," tolak Annabeth sambil memegang tangan Stave.


"Aku akan tidur bersama Phyllis malam ini," Annabeth menatap saudaranya bergantian saat ini.


"Baiklah jika seperti itu, kita harus melakukan sesuatu supaya waktu berjalan cepat." saran Peter yang diangguki mereka semua.


Sebelumnya mereka memutuskan untuk piknik dihutan namun rencana itu batal karena sesuatu terjadi pada Stave kemarin, lalu hari ini mereka memutuskan untuk pergi kehutan dan bermain dirumah pohon milik Stave, sambil membawa beberapa makanan dan juga minuman kini mereka duduk disana bersama.


"Apa ayunan itu kuat?" tanya Peter sambil melirik ayunan yang tergantung diatas rumah pohon Stave.


"Tentu saja, aku sering tidur disana." jelas Stave sambil merapikan beberapa barangnya.

__ADS_1


Peter pun naik keatas sedangkan yang lainnya masih sibuk merapikan barang bawaan mereka termasuk Stave yang juga berhati-hati supaya saudaranya yang lain tidak menyentuh barang-barang berharganya. Peter yang naik keatas pohon yang lebih tinggi pun melihat pemandangan yang indah.


"Wajar saja Stave lebih nyaman disini." Peter tersenyum sambil menduduki ayunan dengan nyaman.


Peter merapikan ayunan itu lalu saat dia akan merebahkan dirinya tiba-tiba dia melihat sisi lain yang ada disana, Peter melihat sesuatu yang bahkan lebih indah.


"Kenapa aku baru tau jika ada gunung bersalju disekitar sini?" Peter bicara pada dirinya sendiri dengan suara yang pelan.


Peter mengusap matanya dengan tangan lalu dia kembali melihat kedepan dan benar saja dia melihat sesuatu yang lain dihutan ini.


"Lihat, aku melihat gunung yang diselimuti salju," teriak Peter pada adik-adiknya yang berada dirumah pohon itu.


"Apa dia mulai mengajakmu bermain?" tatap Stave pada Annabeth yang masih sibuk menyusun makanan ringan yang dia bawa.


"Tentu saja belum," jawab Annabeth dengan suara yang pelan.


"Kurasa dia ingin menghibur diri." jawab Phyllis sambil mebentang kain berwarna hitam supaya mereka bisa duduk dengan nyaman disana.


Peter masih menikmati pemandangan yang ada diatas sana dan setelah cukup lama akhirnya Phyllis menyusulnya keatas, dan duduk disebuah dahan yang kokoh.


"Apa yang kamu lakukan Pet?" Phyllis duduk tepat disamping Peter saat ini.


"Oh, pemandangan apa ini?" tanya Phyllis yang membuat Peter meliriknya.


"Apa kita melihat sesuatu yang sama?" pertanyaan Peter membuat Phyllis menatapnya.


"Gunung yang diselimuti salju?" tanya Phyllis yang membuat Peter memasang wajah yang bingung.


"Stave, Anna coba kemari dan lihat ini." perintah Peter yang membuat kedua adiknya naik keatas.


Setibanya diatas Stave dan Annabeth saling menatap lalu memasang wajah bingung karena mereka hanya melihat hutan yang luar bahkan sebuah ladang yang dipenuhi dengan sapi.


"Apa maksud kalian gunung yang diselimut salju, aku hanya melihat ladang lalu peternakan sapi?" sela Stave sambil melirik kedepan.


"Sepertinya kita sudah mulai bermain masuk kedunia lain," Annabeth tersenyum lalu dia menatap ketiga saudaranya bergantian.

__ADS_1


"Kalian lanjutkan saja aku ingin tidur dibawah." Stave pun turun dari sana dan dia lebih memilih untuk tidur karena cuaca cukup bagus hari ini ditambah lagi dengan angin.


__ADS_2