
Wolfy dan Theo saling menatap satu sama lain lalu tidak lama kemudian senyum mulai terukir senyum diwajah mereka berdua.
"Yang mulia karena kalian sudah tiba di Ilanders maka kami akan membuat ritual penobatan kalian," jelas Theo namun disangkal oleh Peter.
"Penobatan, kami tidak melakukan apapun dinegeri ini," tatap Peter dengan sangat serius.
"Benar yang dikatakan Peter, kami tidak mengetahui apa yang terjadi dinegeri ini dan juga kami tidak tau pasti apa yang harus kami lakukan disini," sela Phyllis yang disetujui oleh saudaranya yang lain.
"Theo kita tidak perlu terburu-buru," seorang peri dengan sayap dilapisi emas pun muncul dihadapan mereka.
"Yang terhormat yang mulia raja dan yang mulia ratu, aku Clarion peri matahari," sapanya sambil menundukkan kepalanya.
"Terima kasih sudah menyambut kami," jawab Peter tanpa ragu sedikit pun.
"Baiklah yang mulia aku akan menjelaskan semuanya saat kita sampai ditabir suci, mari pergi bersamaku." ajak Clarion pada mereka.
Mereka pun mengikuti Clarion dari belakang lalu saat gerbang terbuka mereka mulai melihat tabir suci yang dimaksud oleh peri matahari itu tadi. Mereka pun melangkahkan kaki yang mana dalam hitungan detik lantai yang mereka injak berubah menjadi air.
"Yang mulia inilah tabir suci, kita bisa mengetahui apa yang terjadi dimasalalu sehingga yang mulia terlibat didalam negeri ini." perkataan Clarion membuat mereka sedikit gugup bahkan mereka saling bertatapan satu sama lain.
Dengan meletakkan tangan kanannya disisi air tiba-tiba mereka sudah berada dimasalalu yang mana saat itu Trufflehandrick masih memimpin Ilanders dengan damai.
"Dia Trufflehandrick dia sang penguasa negeri ini, kami benar-benar sangat damai saat dia memimpin segalanya akan tetapi dia tidak ingin dinobatkan menjadi seorang raja," jelas Clarion sambil melirik Trufflehandrick yang sedang duduk dikursi tuanya.
"Dia memiliki saudari tiri dan mereka belajar sihir bersama sampai suatu ketika adik tirinya belajar ilmu hitam karena tidak mampu bersaing dengan Trufflehandrick," lanjutnya dengan sangat serius.
"Lalu apa yang terjadi padanya?" tanya Annabeth yang saat ini sedang melihat sosok Trufflehandrick dan adik tirinya itu.
"Sebut dia sebagai penyihir hitam dan dia berusaha menyingkirkan Trufflehandrick dari Ilanders sampai suatu ketika Trufflehandrick mendapatkan sebuah ramalan yang mana akan ada empat cahaya yang membawa kedamaian untuk Ilanders dan juga dapat menyingkirkan penyihir hitam," kini Clorian menatap kearah mereka berempat.
"Cahaya?" sela Stave yang diangguki oleh Clarion.
__ADS_1
"Cahaya yang dimaksud adalah kalian," tatap Clarion dengan penuh makna pada mereka.
"Peter menduduki tahta Winterwoods saat dia lahir dan saat itu juga seorang centaur membawa Peter pergi dari sana," kini tatapan mereka beralih pada Peter.
"Bagaimana bisa?" tatap Peter dengan wajah yang bingung.
"Namun sialnya penyihir hitam mengetahui bahwa saat itu Peter telah lahir dan disaat itulah juga Trufflehandrick menghilang untuk selamanya." jelas Clarion sambil menutup tabir suci dengan tangan kirinya.
Jouvalines bersaudara kini saling menatap satu sama lain, mereka tidak mempercayai bahwa saat ini mereka berada di Ilanders namun mereka juga harus percaya bahwa yang mereka saat ini adalah hal yang nyata.
"Yang mulia akan ada perang besar yang terjadi di Ilanders yang mana perang itu akan dipimpin olehmu dan juga penyihir hitam," kini tatapan mereka tertuju pada Peter setelah mendengarkan Clarion bicara.
"Penyihir hitam ingin menguasai semua bagian dari Ilanders dan juga dia sangat ingin menyingkirkan kalian," lanjutnya lagi.
"Bagaimana bisa Clarion kami hanya seorang anak-anak?" sela Stave sambil mengerutkan dahinya.
"Tapi kalian seorang pemimpin," Clarion sambil tersenyum pada mereka.
"Yang mulia Ilanders milik kalian dan kalianlah raja dan ratu yang akan memimpin kerajaan besar dinegeri ini." lanjutnya sambil meyakinkan.
"Apa yang kamu pikirkan Peter?" tanya Annabeth yang tiba-tiba datang.
"Anna aku masih tidak mengerti dengan dunia ini dan bagaimana bisa kita terlibat didalamnya," jelas Peter yang membuat Annabeth terdiam sesaat.
"Peter jangan khawatir kami semua bersamamu." Annabeth memegang tangan Peter sambil tersenyum.
Hari menjelang sore dan tentu saja pemandangan sunset di Sanapollo benar-benar sangat indah, terlihat dari atas jika Annabeth sedang membantu peri-peri yang lain, begitu juga Phyllis yang sibuk membaca buku yang dia minta pada Clarion sebelumnya.
"Yang mulia?" panggil seseorang yang membuat Peter berbalik badan.
"Yang mulia harus kembali ke Winterwoods malam ini." pinta Wolfy yang diangguki oleh Peter.
__ADS_1
Setelah matahari benar-benar tenggelam kini bulan pun mulai terlihat dan saat ini makan malam pun sudah selesai.
"Yang mulia Zanyore seorang elf bulan akan mengantar yang mulia kembali ke Winterwoods," jelas Clarion yang diangguki Peter dan yang lainnya.
"Selamat malam yang mulia, aku Zanyore seorang pemimpin dari elf bulan dan malam ini aku bertugas mengantar yang mulia kembali ke Winterwoods," jelas seorang elf yang membuat mereka kagum karena baru pertama kali melihatnya.
"Apa kita akan pergi sekarang?" tanya Phyllis yang tak melepaskan pandangannya dari Zanyore.
"Tentu yang mulia karena Winter tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk berada diperbatasan." jelas Zanyore yang diangguki oleh mereka.
Dengan cepat mereka pun pergi ke perbatasan dengan menunggangi kuda dan juga tak lupa bagi mereka menggunakan mantel yang dibuat khusus oleh peri musim gugur. Sesampai diperbatasan mereka melihat Winter yang masih berdiri disana dan juga dengan tangan yang mengarah kedepan.
"Ayo." ajak Peter yang diangguki mereka semua.
Melihat kehadiran mereka, Winter pun sangat senang dan juga saat mereka masuk kedalam perbatasan Winter pun segera masuk ke Winterwoods dan disana dia mengambil nafas panjang karena sangat lelah bahkan dia berkeringat.
"Apa kamu baik-baik saja?" Stave membantu Winter berdiri.
"Aku baik-baik saja yang mulia, senang melihat kalian datang kesini," Winter segera menundukkan kepalanya.
"Yang mulia kami sudah siap dengan ritualnya sebaiknya kita harus segera kesana!" jelas Winter dengan sangat semangat.
Jouvalines bersaudara hanya mengangguk lalu mereka pun mengikuti Winter yang mengajak mereka untuk pergi kesungai yang beku dimana semua penghuni Winterwoods berkumpul.
"Tempat apa ini Winter?" tanya Annabeth yang membuat Winter tersenyum.
"Yang mulia kami ingin melihat senjata apa yang harus yang mulia pakai," jelas Winter yang membuat mereka bingung.
"Sepertinya Clarion sudah memberitau kalian bahwa akan ada perang besar yang terjadi disini, jadi ada baiknya memilih senjata yang harus dibawa kemedan perang," jelasnya lagi yang membuat Jouvalines bersaudara saling menatap satu sama lain.
"Aku tidak memiliki kemampuan bela diri dan disinin justru aku terlibat perang," bisik Stave yang mendapatkan teguran dari Phyllis.
__ADS_1
"Tunjukkan jalannya." pinta Peter yang diangguki oleh Winter.
Mereka pun segera melanjutkan perjalanan mereka dan setibanya sampai disungai yang beku kini mereka berdiri tengahnya dengan saling membelakangi satu sama lain.