
Peter dan Stave masih terdiam satu sama lain, Stave yang terkejut dan Peter yang masih bingung dengan situasi saat ini. Peter menyipitkan matanya karena dia melihat anak kecil yang berdiri disana.
"Annabeth?" panggil Peter yang membuat Stave menatap saudaranya itu.
"Annabeth?" Stave melirik Peter yang berdiri disampingnya.
Dengan cepat Peter turun dari sana dan berlari menuju anak sungai yang tidak jauh dari sana, setibanya disana dia tidak melihat siapapun bahkan Stave yang masih menyusulnya berdiri dibelakangnya.
"Peter awas!!" teriak Stave yang membuat Peter tidak sengaja terjatuh kesungai yang saat ini mengalir dengan deras.
"Peter!" Stave berlari menuju sungai namun dia tidak melihat Peter disana.
Wajah Stave menjadi sangat pucat bahkan dia sangat bingung apa yang harus dia lakukan disini, dari kejauhan dia melihat sosok aneh yang berdiri dibelakang pohon, seperti sebuah batu yang diselimuti lumut namun yang membuat Stave terkejut adalah, sosok itu memiliki tangan dan kaki bahkan 3 mata yang sangat mengerikan.
"Peter!!" Stave segera berlari dari sana dan dia berlari mengikuti aliran sungai.
Stave benar-benar tidak melihat Peter disana namun sosok batu yang anek itu terus berjalan dibelakangnya.
"Peter!" panggil Stave dengan sangat panik saat dia tidak melihat tanda-tanda Peter disana.
Stave menjadi sangat pusing dan dia tidak tau harus berbuat apa terlebih lagi batu aneh tesebut berdiri dipohon yang tidak jauh darinya, namun sebuah kejutan datang yang membuatnya bangun dari lamunannya.
"Stave ada apa denganmu, aku mengejarmu dari tadi?" tanya Peter yang berdiri dibelakang Stave.
"Peter?" panggil Stave dengan membulatkan matanya bahkan dia melihat kesekitarnya.
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Stave yang membuat Peter mengerutkan dahinya.
Peter pun membawa Stave keluar dari hutan dari kejauhan mereka melihat Annabeth dan Phyllis yang sedang menyiapkan makanan yang akan dibawa piknik kedalam hutan tepatnya dirumah pohon milik Stave.
"Stave ada apa denganmu?" Phyllis langsung berlari mendekati Stave yang sudah pucat.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Phyllis sambil memegang wajah Stave.
"Aku juga tidak tau, tiba-tiba dia berlari menuju sungai," jelas Peter dengan wajah yang bingung.
"Ada yang salah dengan tempat itu," kata Stave sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Tempat itu seperti menghipnotisku," lanjutnya lagi sambil menatap saudaranya secara bergantian.
"Apa yang kamu lihat Stave?" tanya Annabeth dengan suara yang pelan.
Jouvalines bersaudara itu kini masuk kekamar Stave dan Stave sendiri membuka lukisan yang sebelumnya dia tutupi dengan kain putih.
"Bukankah ini yang kamu lukis semalam?" tanya Annabeth yang diangguki oleh Stave.
"Aku melihatnya dihutan kemarin dan tadi aku juga melihatnya, dia mengarahkan pedangnya padaku," jelas Stave yang tidak masuk akal.
"Aku juga melihat Peter terjatuh kedalam sungai mangka dari itu aku belari mengejarnya," lanjutnya yang membuat mereka bingung.
"Kurasa kamu kelelahan Stave," bantah Phyllis yang merasa bahwa itu tidak masuk akal.
"Kupikir juga seperti itu," jawab Stave yang tidak menyangkal hal itu.
"Aku terlalu lelah." lanjut Stave dengan meyakinkan dirinya sendiri.
Hari menjelang malam dan hari ini bibi Natalie tidak datang kerumah itu, kini Jouvalines bersaudara berada dikamar mereka dan tertidur dengan nyenyak akan tetapi berbeda dengan Stave yang saat ini terganggu akan tidurnya.
Stave berjalan kedapur setelah dia mendapatkan air putih dia pun kembali kekamar dan memaksakan dirinya untuk tidur karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 malam. Angin bertiup kencang dan jendela kamar Annabeth terbuka karena dorongannya lalu sebuah angin dengan bayangan manusia mengelus wajah Annabeth dengan pelan.
"Siapa disana!" merasa ada yang menyentuhnya Annabeth pun langsung terbangun dari tidurnya.
"Peter?" panggil Annabeth yang merasa saudaranya yang baru saja masuk kekamarnya.
Annabeth melirik jendela yang terbuka lalu dia berjalan dan kembali menutupnya, Annabeth sedikit takut lalu dia melirik jam yang pada saat itu menunjukkan pukul 1. Annabeth memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya dan pergi kekamar Peter yang ada didekat tangga.
"Peter?" panggil Annabeth pelan sambil memasuki kamar saudaranya itu.
"Peter?" panggilnya lagi saat dia tidak melihat Peter disana.
Annabeth melihat kesekelilingnya lalu ruangan itu tiba-tiba menjadi ruangan kosong, cahaya matahari pun menerangi ruangan itu. Annabeth sangat bingung apa yang terjadi saat ini namun dia berpikir bahwa ini adalah mimpi.
"Apa aku sedang bermimpi?" Annabeth bertanya pada dirinya sendiri.
Annabeth berjalan menuju jendelanya lalu dia melihat seorang laki-laki paruh baya dengan tongkat ditangan kanannya, laki-laki itu sedang menatap kearah kamar Stave yang pada saat itu bisa dilihat dari sana bahwa Stave sedang bersama seorang wanita dengan gaun berwarna hitam.
__ADS_1
"Annabeth?" panggil seseorang yang membuat Annabeth segera berbalik kebelakang dan menatapnya.
"Siapa kamu, bukankah tadi kamu ada disana?" tatap Annabeth bingung setelah dia melihat bahwa lelaki tua itu tidak ada dihalaman.
Laki-laki itu tersenyum saat Annabeth menanyakan dirinya bahkan dia tidak melihat sebuah keraguan didalam diri Annabeth.
"Trufflehandrick, itu namaku nak," laki-laki itu tersenyum lebar sambil menatapnya.
"Aku berasal dari negeri yang jauh bahkan sangat jauh," lanjutnya yang membuat Annabeth tertarik akan negeri yang dimaksud.
"Apa kamu berasal dari luar, tapi kenapa kamu ada disini?" tatap Annabeth dengan sangat bingung.
"Aku sedang memperhatikanmu dan juga saudaramu yang lain," Trufflehandrick berjalan mengarah kejendela sambil memperhatikan kamar Stave.
"Siapa wanita itu?" tanya Annabeth yang melihat seorang wanita dikamar Stave.
"Dia adik tiriku dan dia menginginkan saudaramu," jelas Trufflehandrick singkat yang membuat Annabeth membulatkan matanya.
"Menjelaskan semuanya akan sangat memakan waktu Anna dan aku belum bisa membantu kalian, kalian harus menjaga Stave untuk saat ini." tatapnya laki-laki paruh baya itu dengan sangat serius.
"Ahhhhh!!" teriak Stave dengan kuat.
Annabeth yang mendengar teriakan itu terbangun dari tidurnya dia melihat sekitarnya dan benar saja jendela kamarnya terbuka karena angin namun tidak lama kemudian dia tersadar setelah mendengar teriakkan Stave sebelumnya.
"Stave!" Annabeth membuka pintu kamar itu dengan cepat.
Stave dengan mata putih kini melayang diudara, Annabeth sangat takut dan juga kini Stave melihat kearahnya.
"Peter! Phyllis!" teriak Annabeth sambil memejamkan matanya.
"Annabeth apa yang terjadi padamu, apa kamu bermimpi buruk!" Phyllis membangunkan adik bungsunya itu dari tidur.
Annabeth membuka matanya lalu dia melihat kesekelilingnya yang mana ada Peter, Phyllis dan juga Stave, Annabeth sangat bingung lalu dia melihat kearah jendela yang mana hari sudah pagi.
"Kamu bermimpi buruk?" pertanyaan Stave membuat Annabeth menatapnya lama untuk saat ini.
"Sangat buruk." jawab Annabeth dengan suara yang kecil.
__ADS_1