
"Iya, Terimakasih sudah membantuku." Jajang membungkuk.
"Tidak masalah adik kecil, duduklah tak perlu sungkan." Luo Bing menjawab sambil menunjuk kursi.
Jajang dengan santai berjalan dan duduk di kursi. Jajang bukanlah orang yang pintar bersosialisasi jadi dia tetap diam di kursinya tidak membuka pembicaraan sebelum ditanya.
"Adik kecil, Jadi kenapa kamu di tengah hutan sendirian?" Luo Bo bertanya dengan santai.
"Aku terjatuh dari tebing di ujung sungai ini dan jatuh ke danau dibawahnya. Ayah dan ibuku sudah meninggal dan aku sampai di hutan ini entah bagaimana. Karena senang menemukan air aku malah terjatuh ke bawah. Luka luka ini aku peroleh karena mendaki tebing." Jelas Jajang dengan polos.
Entah kenapa setelah bangun tidur, semua kosakata yang dia dengar bisa dia hafal. Semua dia katakan dengan lancar.
"Lalu kemana bajumu?"
"Di hutan aku bertemu binatang buas dan pakaianku yang sudah rapuh akhirnya sobek. Aku membuangnya di hutan." Jajang berpura pura menundukkan pandangannya dengan wajah sedih.
Dia tidak tahu bahasa asing dari harimau jadi dia hanya menyebutkan binatang buas. Luo bersaudara tidak menanyakan lebih lanjut. Mereka berpikir bahwa Jajang telah melewati mimpi buruk sehingga mereka tidak ingin mengingatkannya.
"Lalu kamu mau bagaimana sekarang? jika kamu mau, kamu bisa tinggal disini bersama kami. Panggil saja kami kakak hahaha" Kata Luo Chai
__ADS_1
Jajang mengerutkan dahinya berpikir bagaimana dia akan melanjutkan hidupnya di dunia ini.
"Ini adalah dunia kultivasi sehingga akan ada banyak sumberdaya alam yang tidak ada di bumi. Pasti aku bisa menemukan banyak hal yang menarik. Aku ingin berkeliling dunia yang luas ini. Tapi sebelum itu aku butuh pengetahuan!"
"Kakak, dimana aku bisa menemukan banyak buku?" Jajang bertanya
"Adik kecil, di desa tidak ada banyak orang yang memiliki buku. Disini, buku sangatlah langka. Jika kamu ingin membaca buku mungkin harus pergi ke kota langit berawan. Tapi untuk kesana kamu butuh uang untuk masuk kota. Belum lagi untuk membaca buku kamu perlu membayar." Jelas Luo Bo
"Lalu kakak, bisakah kalian ceritakan padaku tentang dunia luar? Tentu saja semua hal tentang kultivasi juga." Kata Jajang berharap menemukan informasi berharga.
"Yah, Kita berada di desa Donghu. Kota terdekat dari sini adalah kota tingkat 9 langit berawan. Kota itu terdiri dari 3 kekuatan utama yaitu pemimpin kota keluarga Du, Keluarga Luo dan keluarga Su. Tentu walaupun marga kami Luo tapi kami tidak memiliki hubungan dengan keluarga Luo besar di kota langit berawan."
"Cara berkultivasi sendiri adalah menyerap energi spiritual ke dalam tubuh untuk memperkuatnya. Kamu bisa melakukan bahkan tanpa manual kultivasi. Tapi dengan manual kultivasi, tentu kultivasimu akan meningkat lebih cepat dan tubuhmu bisa dibersihkan dengan maksimal."
"Lalu tentang buku, kamu bisa memasuki Paviliun Naga Azure dengan 50 keping emas di lantai paling dasar selama 2 jam. Tapi dengan uang segitu, bahkan semua simpanan kami hanya bernilai 10 keping emas." Jelas Luo bersaudara saling menyambung satu sama lain.
"Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui jika kita menerobos dari tahap 1 penyempurnaan tubuh ke tahap 2?"
"Hahaha kamu akan mengerti dengan sendirinya saat menerobos. Oh iya kami hanya berada di tahap 9 penyempurnaan tubuh. Karena belum membangkitkan jiwa beladiri, kami belum bisa menerobos ke alam selanjutnya. Tahap 9 penyempurnaan tubuh sudah yang terkuat di desa ini. Itulah kenapa orang orang menghormati kami hahaha." Kata Luo Chai dengan bangga.
__ADS_1
"Kenapa Jiwa beladiri kalian belum bangkit?"
"Entahlah mungkin kami tidak berbakat, bahkan aku berusia 27 saat memasuki tahap 9 alam penyempurnaan tubuh hahaha" Kata Luo Bo dengan santai.
Jajang lalu melanjutkan mengobrol santai hingga makan malam tiba. Mereka makan malam bersama dengan hangat dan akhirnya Jajang diperlihatkan sebuah kamar kosong untuk dia pakai. Kata Luo Bersaudara itu adalah kamar untuk tamu. Tapi Jajang mengira itu adalah kamar orang tua mereka saat masih hidup. Jajang lalu memasuki kamar. Kamar itu tidak berbeda dari kamar lain.
Jajang duduk bersila sambil memahami apa yang Luo Bersaudara katakan tadi. Jajang benar benar mengingat kata demi kata, ekspresi, dan cara berbicara mereka.
"*Mungkin benar, efek cairan evolusi mengikutiku ke dunia ini, Syukurlah setidaknya itu akan sangat membantuku. Apa yang mereka katakan tadi sama dengan apa yang aku lakukan. Jadi seharusnya tidak ada masalah apapun tentang kultivasi. Tentang Jiwa Beladiri, aku perlu pengetahuan lebih banyak tentang itu. Tapi aku harus mencari setidaknya 60 keping emas untuk bekal ke kota. Besok aku akan bertanya tentang cara mencari uang. Dunia ini benar benar semakin menarik. Aku harus meningkatkan kekuatanku malam ini. Mungkin aku bisa memburu binatang buas untuk menghasilkan uang."
"Peningkatan kultivasiku terlalu lambat! Bagaimana caraku mempercepat ini? Aku bisa mengendalikan energi spiritual di dalam tubuhku karena itu mudah dirasakan dan dikendalikan. Jika aku juga bisa merasakan energi spiritual di sekitarku mungkin aku bisa menyerap mereka sekaligus*."
Jajang tanpa pikir panjang meningkatkan fokusnya. Dia mengabaikan energi spiritual di nafasnya. Fokus terhadap udara yang bersentuhan dengan kulitnya. Hanya dalam beberapa puluh detik Jajang akhirnya bisa merasakan untaian energi dengan cukup baik.
Jajang lalu mencoba menyerapnya ke dalam tubuh. Beberapa menit Jajang mencoba, dia tetap tidak menemukan titik cerah. Hingga dia memiliki ide dengan menyentuh energi spiritual di kulitnya. Dia mencoba dan entah bagaimana akhirnya dia berhasil menyerap semua untaian energi di dekat tubuhnya. Semua terserap ke dalam tubuh dengan cepat dan Jajang menyesuaikan nafasnya agar semua beredar dengan tertib. Kultivasinya sekarang dipercepat ratusan kali lipat. Jajang merasakan kenyamanan di tubuhnya setiap kali energi kehidupan memperkuat dirinya.
Hingga akhirnya tubuh Jajang menghasilkan ledakan kekuatan yang misterius itu tidak bisa dijelaskan dengan kata kata.
"Mungkinkah ini tahap 1 penyempurnaan tubuh?"
__ADS_1