Ilmuan Gila Di Dunia Kultivasi

Ilmuan Gila Di Dunia Kultivasi
Chapter 06


__ADS_3

"Hahaha Jadi ini terobosan. Tubuhku benar - benar terasa sangat kuat." Jajang lalu berdiri dan memasang kuda - kuda.


Wug ~


Sebuah pukulan dia coba dan dari situ Jajang yakin dia semakin kuat. Jajang tiba tiba merasakan lemas dan tubuhnya memerah.


Aghh ~


Lalu Jajang memuntahkan seteguk darah.


"Apa yang terjadi pada tubuhku? apakah ada yang salah dengan kultivasiku?"


Jajang sesaat merasakan tubuhnya seperti diperas. Itu adalah rasa sakit yang cukup mengerikan seolah tubuhnya akan hancur. Jajang melihat darah yang ia muntahkan.


"Mungkinkah ini apa yang disebut dengan 'dibersihkan',"


Jajang teringat kembali apa yang diucapkan Luo Bersaudara. Metode kultivasi yang baik akan membersihkan tubuh dengan maksimal. Jajang lalu kembali ke tempat tidurnya lalu menutup matanya dan kembali berkultivasi.


"Jika aku ingin hasil maksimal aku harus memaksimalkan metode kultivasiku. Apa yang bisa diperbaiki?"


Jajang menggunakan sisa malamnya untuk bereksperimen untuk mendapatkan metode kultivasi terbaik. Pagi - pagi buta Jajang akhirnya membuka matanya dengan kesenangan di wajahnya.

__ADS_1


"Hahaha kualitas energi yang aku kultivasikan menjadi sangat meningkat."


Jajang memutuskan untuk fokus pada kualitas karena dia sudah cukup puas dengan kuantitas.


"Aku harus pergi membaca buku untuk mengembangkan teknikku"


Jajang dengan yakin keluar dari kamar. Rumah itu beralaskan tanah sehingga darah yang Jajang keluarkan sudah terserap walaupun masih memiliki bekas hitam di permukaan. Jajang keluar dari rumah mendengar suara kayu. Jajang mendatanginya untuk berpamitan kepada Luo Bersaudara.


"Kakak, Aku ingin pamit. Aku ingin melihat dunia luar." Kata Jajang sambil menangkupkan tinjunya dan membungkuk


"Adik kecil kamu tidak bercanda kan? dunia luar sangat berbahaya. Bahkan kami bisa dibunuh hanya dalam beberapa detik oleh ahli yang kuat."


"Iya adik kecil, di hutan juga terdapat banyak binatang buas. Bahkan kami harus berhati hati."


"Hahaha kau anak yang berani dan keras kepala. Aku harap masa depanmu cerah. Baiklah jika kamu memutuskan untuk pergi. Sebentar kamu harus memiliki beberapa bekal." Luo Bing lalu memberi Jajang sebuah kantung berisi beberapa nasi kepal.


Setelah beberapa percakapan lagi Jajang akhirnya berpisah dengan Luo Bersaudara dan keluar dari desa. Jajang sudah mengerti beberapa letak tempat penting di sekitar sini dari percakapan kemarin malam. Ada gunung yang berisi cukup binatang buas. Jajang menuju gunung tidak bernama yang hanya berjarak 20 kilometer dari desa.


Jajang berlari santai dan memburu setiap hewan yang dia temui. Dia membunuh hanya untuk pemanasan karena mereka tidak memiliki inti binatang buas yang Jajang cari. Jajang masuk ke dalam hutan lebih Jauh. Tubuhnya sekarang terasa sangat ringan dan persepsinya sangat jelas.


Saat matahari telah muncul setengah bagian, Jajang akhirnya sampai di kaki gunung. Dia akhirnya memasuki ke area luar gunung. Jajang merasakan udara dingin yang sedikit mencekam jika dibandingkan di hutan. Jajang berjalan dengan waspada. Belum lama dia berjalan, Jajang menemukan harimau dengan tinggi 4 meter. Jajang yakin untuk bisa membunuhnya sekarang.

__ADS_1


Jajang berlari maju dengan tangan kosong. Harimau juga berlari maju dengan raungan. Saat mereka berdekatan harimau mengangkat kaki kanan depannya. Jajang entah bagaimana bisa membaca pergerakan kucing besar itu dan menghindar ke arah kaki kanan harimau. Saat kaki menyentuh tanah, Jajang memukulnya membuat Harimau kehilangan keseimbangan.


Jajang menggunakan Trik yang sama dengan memanfaatkan beberapa detik kesempatan ini dia menaiki harimau dan mengambil kedua matanya. Jajang sekarang sudah jauh lebih kuat dari saat pertamakali. Dia mencabut kedua mata dengan cepat secara bersamaan. Jajang lalu melompat turun karena Harimau berguling kesakitan. Jajang lalu melompat setinggi mungkin dan mengarah ke perut harimau yang menghadap atas. Tendangan mutlak akhirnya mendarat di perut harimau itu.


Grawr~


Harimau meraung kesakitan. Dia seolah menjadi kucing kecil di depan Jajang. Jajang lalu dengan santainya duduk di perut harimau dan memukulnya dengan brutal. Harimau itu kesakitan tapi tidak bisa melepaskan Jajang dari perutnya. Akhirnya Harimau itu pingsan dengan darah mewarnai tanah. itu adalah darah yang harimau itu keluarkan dari mulutnya.


Jajang lalu mengambil kapak yang dia letakkan sebelum bertarung. itu dia minta dari Luo bersaudara. Mereka dengan mudah memberikannya kepada Jajang. Lalu kenapa Jajang tidak menggunakan kapak saat bertarung adalah kapak itu cukup berat. itu akan menghambatnya saat bertarung.


Jajang lalu membedah tubuh Harimau dan mengambil intinya.Jajang juga memotong kuku harimau itu karena mungkin akan berguna nanti. Jajang memejamkan matanya dan berkultivasi di dekat harimau. Mayat harimau itu tidak menghasilkan apapun. Lalu jajang memecahkan inti binatang buas yang ada di genggamannya.


Crack~


Dia memejamkan matanya dan melihat apa yang bisa dia manfaatkan dari ini. Jajang hanya menemukan cahaya putih kecil berbentuk harimau. Jajang lalu mencoba menyerapnya dengan segala cara. Tak lama cahaya itu masuk ke dada Jajang dan menghilang entah kemana. Jajang mencoba merasakan dimana cahaya harimau kecil itu tapi dia pada akhirnya menyerah.


Jajang melanjutkan berburu di wilayah luar hingga tengah hari. Saat matahari sudah diatas kepala, Jajang duduk di bawah pohon dan mengeluarkan kantung kain yang ia bawa. Dia memakan dengan santai sambil beristirahat. Jajang lalu mengambil Daun kering dan batang kering untuk membuat api. Karena Jajang adalah ilmuan sains, dia tentu bisa membuat api.


Tapi hanya setelah 1 Jam jajang akhirnya berhasil membuat api yang cukup untuk membakar daging. Ya, Jajang menemukan beberapa ekor kelinci di gunung ini. Tentu saja sangat jarang menemukan mereka disini. Jajang juga membawa ular dan mencoba untuk memasaknya.


Jajang akhirnya makan siang dengan santai dan sesuai harapannya, semua baik baik saja walaupun dia memakan ular. Dia sekarang sangat kosong karena semua inti binatang buas yang dia peroleh dia pecahkan. Jajang masih penasaran dengan apa yang dia serap itu.

__ADS_1


Setelah Jajang makan dia duduk bersila dan berpikir tentang banyak hal. Pikirannya sangat liar, itu membuatnya menjadi genius. Dia menguji coba semua hal. Rasa ingin tahunya benar benar mengerikan. Jajang melakukan percobaan hingga hari mulai gelap.


"Jadi sebenarnya apa yang aku serap dari inti binatang buas tadi?"


__ADS_2