
Dibawah guyuran hujan sore itu, tampak seorang gadis jelita berlari menuju bus, gadis itu berusia 16 tahun, bernama Karin, siswi SMK di kota Bandung.
"Uhh, akhirnya naik bus juga, kenapa mesti hujan sekarang, mana gak bawa payung, basah semua buku, mana basah lagi sepatu dan rok sekolahku." Gumam Karin.
Setelah 30 menit kemudian, sampai di tempat tujuan.
"Bang stop disini," ucapnya sambil mengeluarkan ongkos.
Di depan rumah karin..
"Tok, tok, tok."
"Assalamualaikum,bu."
"Hachimmmm!"
"Waalaikumsalam, nah kan sudah berkali - kali dibilangin kalau sekolah bawa payung, kalo hujan diem dulu, jangan hujan - hujanan." Omel ibu saat melihat karin terserang flu selepas kehujanan.
" Sudah sana cepat mandi, makan, terus minum obat, nanti malah nular lagi."
"Iya bu." sambil membuka sepatu dan masuk ke rumah.
Setelah beberapa menit kemudian.
Karin tadi bu Diana ke rumah, katanya kamu mau gak jadi pagar ayu di nikahan kerabatnya, nanti di kasih uang jajan, soalnya kerabat yang lain repot semua ?" Tanya ibu.
"Boleh tuh, kapan katanya?"
" Kamu suruh ke rumah bu Diana, ya sudah, sekarang habiskan makanannya, minum obat, terus istirahat sebentar nanti setelah solat maghrib kamu ke rumahnya." Perintah ibu.
"Oke,siap." Karin tersenyum
" Giliran ada uangnya cepet banget, oke siap aja, giliran ibu suruh, nanti, nanti aja, anak gadis zaman sekarang." Gumam ibu.
Waktu maghrib pun datang, Karin bergegas solat dan setelah itu pergi ke rumah bu Diana.
" Bu, karin ke rumah bu Diana ya." Pamit karin
" Iya." Teriak ibu dari kamar.
Sesampai di rumah bu Diana.
" Assalamualikum bu."
" Waalaikumsalam Karin, ayo masuk aja pintu gak ibu kunci." Suruh bu Diana.
" Bu, tadi ibu saya, suruh saya ke rumah ibu, ada apa ya bu? " Pura - pura gak tau.
" Begini Karin, nanti hari Sabtu, kebetulan ada kerabat ibu mau menikah, kurang pagar ayunya, kamu mau gak jadi pagar ayu disana ?" Tanya bu Diana.
" Ohh, boleh bu, nanti saya ke rumah ibu jam berapa ?"
" Jam 6 pagi bisa gak ?"
" Bisa bu, kalo begitu saya pamit pulang dulu, belum ganti buku pelajaran buat besok sekolah."
" Iya Karin, makasih ya, di tunggu nanti hari Sabtu ya." Ucapnya.
Hari Sabtu pun datang.
__ADS_1
" Bu, Karin ke rumah bu Diana ya." Karin berpamitan kepada ibunya.
" Iya, hati - hati, jangan aneh - aneh disana, ikutin putrinya bu Diana ya."
" Siap, bos"
Di depan rumah bu Diana, Karin bertemu seorang pemuda yang sama - sama mau masuk ke rumah bu Diana.
" Kak." Sapa karin kepada pemuda itu.
" Ya ampun aku di cuekin." Gumam Karin.
" Bude, nih baju - bajunya di simpan dimana, mau langsung pakai di rumah atau di gedung aja nanti ?" Tanya pemuda itu.
" Langsung pake aja, nanti kamu barengan Karin ya ke gedungnya, soalnya bude lagi sibuk banget, coba kamu ke rumah bu Hesti itu yang depan rumah, samper Karin." Teriak bu Diana dari dalam kamar.
" Eh, kamu Karinkan ? ." Tanya pemuda itu dengan muka sinis.
" Iya." Jawab Karin
" Belagu bener ini orang, ya ampun kalo bukan saudaranya bu Diana aku jitak." Gumam Karin.
" Eh Karin udah dateng." Ucap bu Diana keluar dari kamarnya.
" Ayo sini ganti bajunya, kalo sudah ganti baju duduk di bangku yang tinggi itu ya, ibu rias dulu, mau pake rambut sendiri atau pake rambut palsu ?" Tanya bu Diana.
" Terserah ibu aja." Jawab Karin.
" Apa yang mesti di rias, sudah cepat ganti baju." Ujar ibu Diana.
"Ohh, iya lupa, kenalkan keponakan ibu, namanya Bagas, pindahan dari Jakarta, sebetulnya udah lama dia pindah ke Bandung tapi jarang ke sini."
" Oh iya, kenalkan saya Karin." Mengulurkan tangannya kepada bagas.
" Bagas, keponakan ibu Diana yang paling manis." Bagas tersenyum manis.
" Sekarang sudah beres, tinggal kalian berdua pergi ke gedung, nanti ke buru siang." Suruh ibu Diana.
" Saya kesana pake apa bude ?" Tanya bagas.
" Pake motor, kuncinya ada di meja depan, hati-hati bawa motornya, lewat kampung aja jalannya, jangan lewat jalan raya." Ucap bu Diana.
" Oke, bude, bagas pergi dulu ya."
" Karin ayo cepet naik, duduk manis ya, pegangan ke aku jangan pegang ke pinggir motornya, anggap aja aku pacar kamu." Celetuk bagas, sambil menyalakan stater motor.
" Kamu ada - ada aja, udah cepet jalan, gak usah pegang - pegang, aku gak mau peluk - peluk cowok, gak biasa, mendingan aku pegang pinggir motor." Oceh Karin.
" Terserah kamu, kalo jatuh aku gak tanggung jawab ya." Kata Bagas.
Mereka pun pergi, sepanjang jalan, mereka hanya terdiam, sampai Bagas bertanya.
" Perasaan aku bukan tukang ojeg, ngobrol kenapa, biar gak canggung, kita kan udah kenalan, tanya apa kek gitu!"
__ADS_1
" Kamu kelas berapa rin ?" Tanya Bagas.
" Kelas 2 kak." Jawab Karin.
" Oh, berarti aku kakak kelas mu, panggil aku nama aja kita kan cuma beda satu tahun, jangan bilang kakak, risih aku dengernya."
" Oke, kalo gitu." Jawab Karin.
Depan gedung
" Karin, Bagas, sini cepetan kalian dari mana aja sih, lama banget, keburu mulai nih." Teriak kak Dewi ( putri bu Diana ).
" Iya kak maaf tadi jalannya pelan - pelan, aku takut putri ini jatuh, nanti bude marah dah." Ujar Bagas.
Acara pun di mulai
" Rin, kamu gak lapar apa, Perut aku keroncongan kita makan yuk ?" Ajak Bagas.
" Malu Gas masa baru mulai udah makan, memang kamu gak sarapan, apa tadi?" Tanya Karin.
" Mana sempet sarapan, aku bangun jam setengah enam." Jawabnya.
" Ya sudah, tunggu 2 jam lagi." Karin sambil tertawa.
" Tega banget kamu." Bagas tersenyum.
Waktunya makan
" Rin, ayo makan udah disuruh makan tuh sama kak Dewi." Ajak Bagas.
" Rin, kesini." Seru kak Dewi sambil melambaikan tangannya.
" Rin awas jangan deket - deket sama Bagas, dia playboy, banyak banget ceweknya." Ejek kak Dewi.
" Bukan playboy tapi ceweknya aja yang mau, kan gak mungkin aku tolak kasian nanti." Dalih Bagas.
" Halah, alasan kamu aja itu Gas." Celetuk kak Dewi.
Setelah selesai acara
" Rin, boleh gak kapan - kapan aku main ke rumah atau jemput kamu di sekolah ?" Tanya Bagas.
" Boleh, kayak tau aja, pake jemput sekolah." Ujar Karin.
" Tau lah, itu mah gampang banget tinggal tanya ke kak Dewi." jawab Bagas.
" Nanti malam jangan lupa ya, dalam mimpi kita ketemu lagi." Celetuk Bagas.
"Ya ampun, ini cowok PD banget." Gumam Karin.
" Selamat malam Karin, daaahhh...." Bagas tersenyum dan pergi sambil melambaikan tangan.
Bersambung........
__ADS_1