Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin

Indahnya Pelangi Tak Seindah Cinta Karin
Persami bagian 1


__ADS_3

Siang hari di lapanganan sekolah. Bagas, Andre serta kakak - kakak pembina yang lain sedang mempersiapkan acara-acara untuk persami yang akan di laksanakan sehabis asar nanti. Para siswa-siswi pun sudah mulai berdatangan.


Sementara, Karin dan Sinta sedang menunggu angkot di pinggir jalan. Wajah Sinta senang dan sangat tidak sabar. Kebetulan angkot yang di tunggu oleh mereka belum lewat - lewat.


   " Rin.. kamu bawa cemilan gak ? " Tanya Sinta.


   " Bawa tapi gak banyak banget sih... " Jawab Karin.


    " Ya udah nanti kita makan bareng ya, aku bawa banyak cemilan." Ucap Sinta.


    " Makasih Sinta sayang." Karin tersenyum.


    " Akhirnya angkot nya datang tuh Rin." Sinta menunjuk ke arah angkot.


    " Yuk, kita naik Sin." Karin dan Sinta menuju ke angkot.


Disekolah Bagas dan Andre sedang menunggu Karin dan Sinta.


    " Tu gadis pada kemana, jam segini belum pada datang, yang lain udah pada kumpul sama kelompoknya masing - masing, ini belum datang juga." Bagas khawatir.


    " Paling juga lagi di jalan, mereka kan nyantai banget orangnya." Sahut Andre.


    " Aku jemput mereka dulu ya Dre." Ucap Bagas.


    " Pake motor aja, kan lumayan kalo jalan jauh juga." Andre memberikan kunci motor kepada Bagas, lalu Bagas pergi menjemput Karin dan Sinta.


Karin dan Sinta sampai di gang sekolah, ketika mereka sedang membayar ongkos Bagas juga sampai di gang.


    " Hey, para gadis ayok cepet naik, dari tadi ditunggu malah baru sampe, dari mana aja ?." Gerutu Bagas.


    " Bentar, lagi nunggu kembalian dulu Gas." Ucap Sinta.


    " Ayo siapa dulu yang mau di anter." Tanya Karin.


    " Udah dua - duanya aja biar gak bolak balik, setengah jam lagi udah harus kumpul semua." Jawab Bagas.


    " Rin, kamu ditengah, aku gak mau di tengah, gak enak sama Andre." Ucap Sinta.


   " Kamu aja, aku gak enak sama kak Fitri, kalo dia ngeliat aku sama Bagas." Ucap Karin


    " Kalian berdua kenapa sih, suruh naik motor malah main dorong - dorongan, cepetan, udah ayang Karin di tengah, belakang Sinta, gitu aja kok lama." Ucap Bagas tersenyum.


    " Cie ayaaang.. asyik nih." Ucap Sinta tersenyum sambil menepuk bahu Karin.


    " Pegangan ya, peluk juga gak apa - apa." Ucap Bagas.


     " Mau kamu itu Gas, udah ah cepet jalan." Ucap Karin.


Mereka pun menuju ke sekolah, sesampai di sekolah Fitri melihat mereka, Fitri terkejut dan cemburu melihat Bagas dan Karin bersama.


   " Gas, kok kamu barengan Karin ma Sinta, memangnya Andre kemana, bukannya kalian tadi lagi beres - beres di perpustakaan ?." Tanya Fitri sambil cemberut.


Karin dan Sinta pun cepat-cepat turun dari motor.


   " Iya, tadi Andre nyuruh aku jemput mereka, soalnya Andre tadi mau ke kamar mandi, udah beres semua yang di perpus.. tuh Andre. " Jawab Bagas sambil menunjuk Andre.

__ADS_1


    " Makasih ya Gas." Ucap Karin.


   " Iya sama - sama, Rin." Ucap Bagas.


    " Mari kak Fitri, permisi mau ke kelas dulu." Ucap Sinta.


Sinta dan Karin langsung pergi.


     " Ya udah, yuk kita kumpul di lapangan." FAjak Fitri ke Bagas.


     " Ok, aku parkirin dulu motor ya." Ucap Bagas.


Karin dan Sinta langsung cepat-cepat ke kelas untuk berkumpul dengan kelompok mereka. Setelah sampai mereka langsung absen kehadiran, dan mempersiapkan untuk kegiatan persami.


     " Kok kalian lama sih dateng nya?, Untung belum mulai." Ucap Hanin ketua kelompok Pramuka.


     " Itu tadi nunggu angkotnya Nin,


lama banget belum nonggol." Ucap Sinta.


     " Pantesan lama, Ya udah kita solat asar dulu yuk." Ajak Hanin.


Mereka semua pergi ke musola dan solat bergantian. Setelah selesai solat asar mereka berkumpul di lapangan untuk upacara pembukaan persami. Mulai lah upacara pembukaan, setelah selesai upacara mereka semua istirahat dahulu dan mempersiapkan untuk kegiatan persami. Lalu setelah solat maghrib Bagas ke kelas Karin untuk memberikan makanan.


" Permisi, Karin kelasnya disini bukan ya ?." Tanya Bagas kepada Gia (teman kelompok Karin).



" Kak Bagas ya, iya kak, sini masuk, tuh orangnya lagi ngobrol di belakang." Ucap Gia.




" Oh ya, sebentar ya." Ucap Gia.



" Kaariin, nih ada kak Bagas." Gia berteriak.


Karin, Sinta, Hanin dan teman - teman yang sedang ngobrol - ngobrol terkejut, karena suara Gia kencang banget.


" Rin, itu Bagas mau ngapain." Tanya Sinta.



" Gak tau aku juga, ah Bagas, bikin aku malu." Ucap Karin.


Karin berjalan mendekati Bagas, teman - teman Karin melihat Kearah mereka.


" Ada apa Gas." Tanya Karin.



" Nih aku beliin mie, kebetulan tadi aku beli banyak buat temen - temen yang lain, aku inget sama kamu jadi sekalian beliin, ada 2 bungkus, yang satu buat Sinta tadi Andre titip juga, sama ada cemilan ma minuman di dalam, dimakan ya." Jawab Bagas tersenyum.

__ADS_1



" Makasih ya, tau aja, aku belum makan, tadi aku lupa mau bawa makan, cuma bawa roti, abis Sinta buru - buru banget." Ucap Karin.



" Ya udah dimakan bareng Sinta sana, aku mau ke bawah lagi, gak enak diliatin temen - temen kamu, kalo mau ke air malem - malem nanti kasih tau aku ya, jangan jalan sendiri, aku ada di bawah situ panggil aja." Ucap Bagas.



" Iya, makasih ya, daadaah Bagas." Ucap Karin.



" Daaadaahh, jangan lupa langsung dimakan nanti keburu kumpul lagi, dah sana." Bagas pun pergi.


Teman - teman Karin melihat Kearah Karin dengan wajah kebingungan dan terkejut. Dan dari mereka ada yang menanyakan tentang hubungan Karin dan Bagas.


" Cieee..." Seru teman - teman Karin.



" Dari kapan kamu sama kak Bagas? wah parah kamu Rin, jadi selama ini kalo kita ngobrolin kak Bagas kamu senyum - senyum itu karena kamu itu sebenernya udah pacaran sama dia, kita ketinggalan gosip dong." Tanya Hanin.


" Maksudnya gimana, aku sama Bagas temenan aja kok, beneran, tanyain sama Bagas dah, udah ah jangan liatin aku kayak gitu gak enak jadinya." Jawab Karin tersenyum.


" Itu panggilnya Bagas bukan kakak." Ucap Hanin tersenyum.



" Ceritanya panjang nanti aku ceritain deh, sekarang makan dulu, mau gak nih ?." Karin menawarkan makanan.



" Gak makasih, makan aja, mie spesial dari orang yang spesial, gak enak kalo di bagi - bagi." Ucap Hanin.



" Nih Sin, dari Andre tadi titip ke Bagas." Karin mengeluarkan mie dari kantong plastiknya.



" Makasih ya, yuk kita makan, woy mau gak nih, ayo kita makan bersama." Ucap Sinta.



" Gak, makan aja." Seru temen - temen mereka.


Karin dan Sinta pun makan mienya bersama. Sambil makan Karin memikirkan Bagas. Sinta yang melihat Karin tau apa yang sedang dipikirkan oleh Karin. Sinta pun tersenyum melihat tingkah lakunya.


BERSAMBUNG.....


Teman-teman jangan lupa di like👍, subscribe, dan komen ya.. Agar author bisa tambah semangat buat melanjutkan ceritanya.


Terima kasih yang sudah mengikuti author dari awal cerita sampai sekarang 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2